Iki Radio — PT Pegadaian Kanwil VI Makassar Area Sulselbarra Maluku menghadirkan inovasi layanan terbaru melalui peluncuran ATM Emas di Makassar, Rabu (14/10/2026). Fasilitas ini memungkinkan nasabah untuk mencetak kepemilikan emas digital mereka menjadi emas fisik secara instan dan mandiri langsung melalui mesin ATM.
Acara peluncuran tersebut berlangsung di Kantor Cabang Pegadaian Mallomongan Baru, Jalan Pontiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pemimpin Wilayah Pegadaian VI Sulselbarra Maluku, Pratikno, beserta jajaran manajemen dan nasabah Pegadaian.
Pemimpin Wilayah Pegadaian VI Sulselbarra Maluku, Pratikno, menyampaikan bahwa kehadiran ATM Emas merupakan komitmen nyata Pegadaian dalam menjawab perkembangan zaman sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih modern dan praktis bagi nasabah.
“Sebagai pelopor emas di Indonesia, Pegadaian berupaya menjawab berbagai tantangan. Hari ini menjadi salah satu buktinya melalui peluncuran ATM Emas yang ditandai dengan satu tahun Tring. Dengan ATM Emas ini, kami ingin memberikan pengalaman baru kepada nasabah. Emas yang tercatat secara digital bisa langsung dicetak menjadi emas fisik melalui ATM,” ujar Pratikno.
Kemudahan Transaksi & Rencana Ekspansi
Melalui mesin ATM Emas, nasabah dapat melakukan pencetakan emas fisik mulai dari pecahan 1 gram hingga 100 gram per hari, sesuai dengan ketentuan layanan yang berlaku.
Saat ini, sudah ada 20 unit ATM Emas Pegadaian yang beroperasi di seluruh Indonesia. Untuk Kota Makassar, fasilitas ini baru tersedia satu unit yang berlokasi di Kantor Cabang Mallomongan Baru. Namun, Pegadaian membuka peluang besar untuk menambah unit baru guna memperluas jangkauan layanan.
“Khusus di Makassar baru ada satu ATM Emas. Ke depan, kami akan melihat lokasi yang memungkinkan untuk penambahan unit. Rencananya, satu unit lagi di kantor cabang masih akan kami kaji,” ungkap Pratikno.
Antusiasme Tinggi dan Edukasi Investasi Emas
Selama satu bulan masa uji coba di Kantor Cabang Mallomongan Baru, respons masyarakat Makassar tercatat sangat positif. Lebih dari 100 transaksi telah tercatat, di mana pencetakan pecahan 1 gram menjadi pilihan paling favorit yang paling banyak dicoba nasabah.
Tingginya antusiasme ini dimanfaatkan Pegadaian untuk terus mendorong literasi dan edukasi keuangan, khususnya terkait investasi emas.
“Selama satu bulan di Mallomongan Baru, responsnya sangat baik. Antusiasme nasabah luar biasa. Kami juga akan membuka ATM Emas untuk edukasi dan literasi masyarakat,” tambahnya.
Sinergi Layanan Digital Lewat Aplikasi Tring
Selain mesin pencetak fisik, Pegadaian terus menggenjot pemanfaatan ekosistem digital melalui aplikasi Tring. Tepat pada usianya yang menginjak satu tahun pada Oktober 2026 ini, aplikasi Tring telah mencatatkan sekitar 7,5 juta pengguna secara nasional, dengan pengguna aktif di wilayah operasional Sulselbarra Maluku mencapai sekitar 700 ribu pengunduh.
Kehadiran ATM Emas menjadi jembatan sempurna antara kemudahan pengelolaan aset emas secara digital di aplikasi dengan kepemilikan fisik emas. Pegadaian berharap kombinasi inovasi ATM Emas dan aplikasi Tring dapat makin memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman, praktis, dan modern.








