Aktivitas Gunung Merapi Sepekan: Kubah Lava Bertambah, Suplai Magma Masih Berlangsung

YOGYAKARTA, Iki Radio — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan adanya peningkatan volume kubah lava barat daya Gunung Merapi sebanyak 9.400 meter kubik selama periode pengamatan 16–22 Oktober 2026. Dengan penambahan tersebut, total volume kubah lava di puncak Merapi kini mencapai 4.187.400 meter kubik.

Sementara itu, untuk kubah lava tengah, pengamatan visual terkendala oleh asap tebal. Pihak BPPTKG masih menggunakan acuan volume pekan sebelumnya, yaitu sebesar 2.369.600 meter kubik.

"Kami kemudian menganggap volumenya masih sama dengan volume pekan sebelumnya," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan hasil analisis foto termal, suhu pada kubah lava barat daya tercatat mencapai 295,7 derajat Celsius, sedangkan suhu kubah lava tengah berada pada angka 296,3 derajat Celsius.

Selama sepekan pengamatan, BPPTKG mencatat telah terjadi 32 kali guguran lava yang mengarah ke beberapa hulu sungai:

Sungai Boyong: 3 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Sungai Krasak: 10 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Sungai Bebeng: 1 kali guguran (jarak luncur hingga 1.800 meter).

Sungai Sat/Putih: 18 kali guguran (jarak luncur hingga 2.000 meter).

Selain guguran lava, teramati pula asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang bertekanan lemah, membumbung setinggi 25 hingga 375 meter dari puncak. Cuaca di area puncak umumnya cerah pada pagi dan malam hari, namun cenderung berkabut di sore hari.

Dari segi kegempaan, BPPTKG merekam 53 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 418 kali gempa fase banyak (MP), 1 kali gempa frekuensi rendah (LF), 17 kali gempa tremor, 469 kali gempa guguran (RF), dan 13 kali gempa tektonik (TT). Meski intensitas kegempaan sepekan terakhir tercatat lebih rendah dibanding periode sebelumnya, suplai magma dinilai masih terus berlangsung.

Atas pertimbangan kondisi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran yang mengancam sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km). Pada sektor tenggara, potensi ancaman meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km). Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 km dari puncak.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi serta mematuhi seluruh rekomendasi pencegahan di area zona potensi bahaya.

close
Pasang Iklan Disini