24 Oktober, Hari Dokter Indonesia : Mengulas Perjalanan Panjang IDI dan Semarak Fun Run HUT IDI ke-76 di Kota Madiun

MADIUN, Iki Radio - Setia melayani masyarakat dan membentengi kesehatan bangsa, para dokter di Indonesia memperingati Hari Dokter Indonesia setiap tanggal 24 Oktober. Momen ini bertepatan dengan hari lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober 1950, sebuah organisasi profesi yang menaungi para dokter di seluruh pelosok Tanah Air dan berafiliasi langsung dengan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI.

Sebagai wadah tunggal profesi kedokteran, IDI mengusung visi menciptakan Dokter Indonesia yang beretika, mandiri, profesional, dan menjunjung tinggi nilai kesejawatan. Misi besar tersebut diwujudkan melalui peningkatan etik dan keilmuan, penguatan budaya riset, hingga pencapaian cita-cita bersama: Mewujudkan Masyarakat Indonesia Sehat dan Bermartabat.

Perjalanan Sejarah IDI: Dari Perjuangan Kemerdekaan hingga Era Modern

Jejak langkah IDI memakan proses sejarah yang amat panjang dan sarat nilai nasionalisme:

Masa Pergerakan (1926–1940): Berawal dari Vereniging van Indische Artsen yang berganti nama menjadi Vereniging Van Indonesische Geneeskundigen (VIG) pada 1926 di bawah dorongan rasa nasionalisme Dr. Bahder Djohan. VIG memperjuangkan kesetaraan derajat dan kualitas dokter pribumi dengan dokter Belanda.

Tonggak Pendirian (30 Juli & 24 Oktober 1950): Pascakemerdekaan, atas prakarsa Dr. Seno Sastromidjojo dan Dr. Bahder Djohan, diselenggarakan Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (MIDI) pada September 1950 yang memilih Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo sebagai Ketua Umum pertama. Selanjutnya pada 24 Oktober 1950, Dr. R. Soeharto bersama jajaran pengurus menghadap notaris R. Kadiman untuk secara resmi mendirikan organisasi berbadan hukum dengan nama Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pengakuan Dunia & Kiprah Kepemimpinan (1951–1990-an): IDI terus berkembang pesat, menerbitkan Majalah Kedokteran Indonesia (MKI) pada 1951, resmi menjadi anggota World Medical Association (WMA) pada 1953, menyusun Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) pada 1969, hingga aktif mencetuskan program kesehatan nasional seperti KB Mandiri dan pencegahan HIV/AIDS.

Menghadapi Tantangan Zaman & Pandemi (2000–Sekarang): IDI konsisten mengawal dunia kesehatan, termasuk berada di barisan terdepan saat pandemi COVID-19 (2020–2021) di mana lebih dari 750 dokter gugur sebagai pahlawan kesehatan. Pada Muktamar XXXII tahun 2025 di Mataram, DR. Dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum PB IDI Masa Bakti 2025–2028.

Semarak Peringatan HUT IDI ke-76 di Kota Madiun

Menyambut Hari Dokter Nasional sekaligus Semarak Bersama HUT IDI ke-76 & Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 Tahun 2026, IDI Cabang Madiun di bawah kepemimpinan dr. Andhika Tomy Permana, Sp.BS, M.Ked.Klin (Ketua IDI Cabang Madiun periode 2025–2028) menggelar aksi nyata untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat hidup sehat.

IDI Cabang Madiun menggelar kegiatan bertajuk "FUN RUN HUT IDI KE-76 — LET’S RUN FOR HEALTH!" dengan mengusung tema “Sehat Bersama, Kuatkan Kolaborasi, Demi Indonesia Lebih Sehat”.

Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 05.15 WIB. Start - Finish) Pahlawan Business Center (PBC), Jl. Pahlawan, Kota Madiun.

Melalui kegiatan lari santai ini, IDI Cabang Madiun berharap dapat mempererat tali silaturahmi antara tenaga medis dan masyarakat umum, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh.

"Jaga Sehatnya, Raih Masa Depannya!" Selamat Hari Dokter Nasional untuk seluruh dokter di Indonesia!

close
Pasang Iklan Disini