Peringati Hari Tani Nasional 2026, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi dan Dorong Kesejahteraan Petani Jawa Timur

Iki Radio – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani di Jawa Timur atas kerja keras dan kontribusinya dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Apresiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang jatuh pada Kamis (24/9/2026).

Khofifah menegaskan bahwa petani memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian desa dan pilar kedaulatan bangsa. Momen peringatan ini diharapkan menjadi peneguh komitmen bersama untuk membangun sektor pertanian yang modern, mandiri, dan berkelanjutan.

"Selamat Hari Tani Nasional Tahun 2026 kepada seluruh petani, khususnya para petani di Jawa Timur. Terima kasih atas kerja keras, ketekunan, dan pengabdian panjenengan semua. Dari tangan para petani, pangan tersedia, ekonomi desa bergerak, dan ketahanan bangsa terus terjaga," ujar Khofifah.

 

Pertahankan Posisi Lumbung Pangan Nasional

Peran besar petani Jatim terbukti dari keberhasilan menjaga posisi sebagai produsen padi dan beras tertinggi di Indonesia sejak 2020 hingga Semester I 2026.

Berdasarkan data BPS Jawa Timur, sepanjang 2025 produksi padi Jatim mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dari luas panen 1,84 juta hektare. Tren positif ini berlanjut pada periode Januari–Oktober 2026, di mana produksi padi diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG (naik 5,13 persen) dan produksi beras mencapai 5,69 juta ton (naik 5,13 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Capaian ini merupakan buah dari kerja keras para petani, penyuluh, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian. Posisi sebagai lumbung pangan Indonesia harus terus kita jaga dan perkuat," tegas Khofifah.

 

Fokus Kesejahteraan dan Modernisasi Sektor Pertanian

Khofifah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari tingginya hasil panen, tetapi juga harus berdampak pada kesejahteraan petani. Pemprov Jatim berkomitmen memperkuat ekosistem pertanian dari hulu ke hilir melalui bantuan benih unggul, pupuk, perbaikan irigasi, mekanisasi, hingga kepastian pasar.

Selain itu, modernisasi dan digitalisasi sektor pertanian terus didorong untuk menghadapi tantangan perubahan iklim. Khofifah juga mengajak generasi muda untuk aktif terjun ke bisnis pertanian modern.

"Masa depan pangan berada di tangan generasi muda. Mari kita bangun pertanian sebagai sektor yang modern, inovatif, menguntungkan, dan membanggakan agar semakin banyak anak muda tertarik menjadi petani maupun wirausaha pertanian," pungkasnya.

 

close
Pasang Iklan Disini