Iki Radio — Penyaluran Bantuan Pangan Tahap II di Kabupaten Madiun resmi tuntas 100 persen. Capaian ini terealisasi lebih cepat dari target yang ditetapkan pemerintah, yakni 30 September 2026. Titik penyaluran terakhir dilaksanakan Perum Bulog Kantor Cabang Madiun bagi 3.157 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Pimpinan Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa seluruh alokasi untuk wilayah kerja Bulog Madiun—meliputi Kota dan Kabupaten Madiun—telah tersalurkan sepenuhnya. Sementara itu, distribusi untuk wilayah Kabupaten Ngawi dijadwalkan rampung pada 20 September 2026.
"Sejauh ini penyaluran berjalan lancar sesuai jadwal. Namun, kemarin sempat muncul video yang mengklaim kualitas beras bantuan kurang bagus. Setelah kami kroscek langsung ke penerima bersangkutan, klaim tersebut ternyata tidak benar," ujar Agung saat meninjau penyaluran di Desa Sidomulyo, Rabu (16/9/2026).
Agung menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga kualitas komoditas yang disalurkan ke masyarakat. Pihaknya menjamin akan langsung mengganti beras jika ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Terkait data penerima yang kerap memicu perdebatan berdasarkan kategori desil di beberapa daerah, Agung memastikan proses distribusi di wilayahnya berjalan kondusif tanpa kendala data.
"Kami mengacu pada data resmi dari pusat. Sampai hari terakhir, tidak ada komplain terkait data penerima. Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak dijual," tegasnya.
Setelah tuntasnya Tahap II, Bulog Madiun bersiap menyalurkan Bantuan Pangan Tahap III untuk alokasi bulan Oktober hingga Desember 2026 sembari menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.
Masyarakat menyambut positif tuntasnya program ini.
Surono (56), warga Desa Sidomulyo, mengaku sangat terbantu atas bantuan beras
yang diterimanya. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut dimasak untuk
konsumsi sendiri dan diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan keluarganya hingga
lebih dari dua bulan.(ir)








