Hari Ke-14 Operasi SAR KMP Virgo Transport 8, Dukungan Unsur Laut Terus Diperkuat

Iki Radio - Operasi SAR Gabungan KMP Virgo Transport 8 terus berlangsung hingga hari ke-14 dengan mengerahkan kekuatan unsur laut, unsur udara, serta personel penyelam dari berbagai instansi terkait.

Dari unsur laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR. Ketiga kapal tersebut bersinergi dengan KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, serta unsur laut lainnya yang terlibat dalam operasi.

Operasi SAR Gabungan hari ini masih difokuskan pada penyelaman di badan KMP Virgo Transport 8, pencarian dan evakuasi korban, serta pemutakhiran data korban secara terintegrasi.

Pelaksanaan pencarian dan evakuasi terus menyesuaikan kondisi aktual cuaca, gelombang, arus laut, serta hasil penilaian keselamatan di lokasi operasi. Keselamatan seluruh personel, khususnya tim penyelam, tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasi.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, mengatakan bahwa KN Kunyit telah berada di area operasi dan disiapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal tersebut telah dilengkapi reefer container sebagai fasilitas penampungan sementara jenazah apabila diperlukan. 

“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” jelas Hary Bowo dalam keterangan persnya yang diterima Sabtu (26/9/2026). 

Selain KN Kunyit, pada pagi hari ini KN Miang Besar telah sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memuat reefer container sebagai bagian dari peningkatan kesiapan dukungan evakuasi. Setelah proses pemasangan dan persiapan selesai, kapal tersebut akan bergabung untuk memperkuat dukungan operasi di area pencarian.  

“Dengan demikian, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang dilengkapi reefer container, yaitu KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda. Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” imbuh Hary Bowo.

Sementara itu, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Perak, Capt. Rusmanu, mengatakan bahwa Kapal Negara Patroli KN Grantin P.211 hingga hari ini tetap berada di area operasi untuk mendukung pelaksanaan Operasi SAR Gabungan.

Ia menjelaskan bahwa ketiga Kapal Negara yang dikerahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menjalankan fungsi dan tugas sesuai kebutuhan operasi, mulai dari dukungan keselamatan navigasi, pencarian dan penyisiran, dukungan operasional dan mobilisasi, hingga dukungan proses evakuasi korban. 

“Seluruh unsur bergerak dan bersinergi dalam satu misi kemanusiaan untuk mendukung pencarian dan evakuasi korban KMP Virgo Transport 8 hingga operasi dinyatakan selesai. Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” pungkas Capt. Rusmanu.

Selain unsur laut, Tim SAR Gabungan juga memaksimalkan dukungan unsur udara dengan mengerahkan helikopter milik Basarnas dan TNI Angkatan Laut.

Kondisi cuaca di area operasi hari ini terpantau cerah berawan, dengan kecepatan angin sekitar 12 knot dari arah tenggara serta tinggi gelombang berkisar 1,0–1,5 meter. Kondisi cuaca dan perairan terus dipantau sebagai bagian dari pertimbangan keselamatan pelaksanaan operasi.

Berdasarkan data Basarnas pada Sabtu (26/9) pukul 19.00 WITA, dari total 243 penumpang di atas kapal, sebanyak 172 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia, sementara 71 orang masih dalam pencarian.

Operasi SAR Gabungan akan terus dilaksanakan dengan mengedepankan sinergi antarlembaga, efektivitas pencarian dan evakuasi, serta keselamatan seluruh personel yang terlibat. 

close
Pasang Iklan Disini