Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi untuk Pelajar se-Kabupaten Madiun.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa SMP dan SMA/SMK sederajat ini berlangsung di kawasan Wisata Religi 5 Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Rabu (30/9/2026).
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun, Hestu Wiradriawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk aplikasi konkret pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama (KUB).
"Maksud kegiatan ini adalah untuk menjaga harmoni dan toleransi melalui sikap saling menghormati serta tenggang rasa dalam perbedaan suku, agama, dan budaya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter Pancasila dan memperkuat jiwa bela negara," terang Hestu.
Peserta seminar terdiri dari 74 pelajar SMP dan 78 pelajar SMA/SMK/sederajat. Khusus peserta tingkat SMA/SMK merupakan anggota Paskibraka Kabupaten Madiun tahun 2026 dan perwakilan Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Seluruh peserta nantinya tidak hanya menerima sertifikat seminar dari Bakesbangpol, tetapi juga dikukuhkan sebagai Duta Moderasi Sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun.
"Paskibraka tidak hanya bertugas mengibarkan bendera pada 17 Agustus, tetapi juga dibina untuk menjaga kondusivitas daerah melalui toleransi di sekolah dan masyarakat. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi adik-adik SMP untuk berpartisipasi pada seleksi Paskibraka mendatang," tambah Hestu.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, pimpinan Perangkat Daerah, para Camat, tokoh agama dan organisasi masyarakat (FKUB, FKPI, FKK, Tosilo), pengelola Wisata Religi, hingga narasumber dari Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Ahmad Reza Hafsan Jani.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama secara bergantian dari lima agama (Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha) sebagai simbol nyata toleransi antarumat beragama di Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan arahan terkait pentingnya membekali mental dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda di tengah pesatnya arus informasi, ancaman perundungan (bullying), dan potensi intoleransi.
"Anak-anak ini fluktuasi pemikirannya luar biasa, sehingga harus dibentengi dengan pemahaman wawasan kebangsaan yang benar. Jangan sampai karena bullying timbul dendam, atau saat mereka kuliah di luar daerah membawa egoisme yang merugikan. Di mana pun berada, norma dan adat setempat harus dihormati," tegas Hari Wuryanto.
Menanggapi doa 5 agama yang digelar di awal acara, Bupati menekankan pentingnya mengenalkan keberagaman sejak dini agar para pelajar tidak salah paham dan terbiasa dengan perbedaan keyakinan.
"Toleransi di Indonesia adalah keharusan karena kita bersuku-suku dan berbeda agama. Kalau anak-anak tidak dikenalkan sejak dini, mereka bisa salah menilai ibadah orang lain. Kebhinekaan ini harus dipahami sebagai kekuatan, bukan permusuhan," ungkapnya.
Di akhir arahannya, Bupati mengimbau para pelajar untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kekuatan karakter dan etika.
"Jangan hanya pandai di akademik saja, etika dan
norma harus diterapkan. Kepandaian tanpa etika hanya akan melahirkan kesombongan,
dan kesombongan adalah awal kehancuran. Pelajaran adab itu nomor satu,"
pungkasnya.(ir)
.jpeg)







