Iki Radio — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, secara resmi memaparkan tiga program kebaruan utama dalam perhelatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Pembukaan FESyar Regional Jawa 2026 yang berlangsung di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya, Sabtu (26/9/2026).
Ibrahim menekankan bahwa perhelatan tahun ini tidak hanya menjadi wadah akselerasi ekonomi syariah, tetapi juga menghadirkan terobosan nyata dalam memperkuat ekosistem halal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Pada perhelatan FESyar Jawa 2026 ini, kami secara khusus menyampaikan tiga program kebaruan yang menjadi fokus penguatan ekonomi syariah regional," ujar Ibrahim di hadapan para tamu undangan dan peserta.
Tiga program unggulan yang diusung dalam FESyar Jawa 2026 meliputi Halal Lifestyle dimana pengembangan Pasar Rakyat Halal, Aman, dan Sehat (PRH-AH) serta penguatan Zona KHAS. Langkah ini bertujuan untuk menjamin kualitas produk halal sekaligus mendongkrak daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.
Wakaf Produktif, yang mencakup skema optimalisasi wakaf uang dengan melibatkan peran aktif wali murid guna memperluas manfaat serta dukungan finansial bagi sektor pendidikan.
Dan pembiayaan inovatif (Innovative Financing Program) yakni program pembiayaan khusus yang dirancang untuk mendukung pengadaan perumahan bagi para guru madrasah dan pesantren yang tergabung dalam himpunan ekonomi bisnis pesantren (HEBITREN).
Tak hanya meluncurkan tiga inovasi tersebut, Ibrahim juga mengungkapkan bahwa rangkaian FESyar Jawa 2026 mengusung sekitar 294 bentuk sinergi antar-lembaga. Kolaborasi masif ini melibatkan 16 instansi/lembaga, 20 komunitas/asosiasi, serta 258 pelaku usaha.
Selama helatan berlangsung, terdapat 42 agenda utama yang mencakup Sharia Forum, Sharia Education dan Literacy, hingga Sharia Fair. Kegiatan ini memfasilitasi eksibisi untuk sekitar 215 pelaku usaha dan menggelar *Business Matching* dengan target nilai transaksi mencapai sekitar Rp60,2 Miliar—terdiri dari alokasi pembiayaan sebesar Rp32 Miliar dan transaksi perdagangan sebesar Rp28,2 Miliar.
Ibrahim berharap penyampaian tiga program kebaruan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi umat dan keberlanjutan ekosistem syariah, baik di Jawa Timur maupun di tingkat nasional.








