Peluang Kerja ke Jepang hingga Jerman, Simak Pendaftaran SMK Go Global 2026

Iki Radio - Kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja internasional kembali dibuka. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program Asta Mandala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Go Global pada 12–16 Agustus 2026.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan SMK Go Global merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses terhadap peluang kerja internasional. (Humas KP2MI)


Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di berbagai negara.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan SMK Go Global merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses terhadap peluang kerja internasional.

“Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh pasar kerja global,” ujar Mukhtarudin di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 peserta dari masyarakat umum.

Menurut Mukhtarudin, target tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang terhubung dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Dari SMK Menuju Pasar Kerja Dunia

Asta Mandala SMK Go Global dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja. Peserta tidak hanya memperoleh pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya, disiplin kerja, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.

“Pelatihan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan peserta untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di negara tujuan. Karena itu, aspek bahasa, budaya, disiplin kerja, dan pemahaman mengenai hak serta kewajiban pekerja migran juga menjadi bagian penting,” kata Mukhtarudin.

Program tersebut mencakup sejumlah bidang prioritas, yakni kesehatan, perhotelan, manufaktur, transportasi, konstruksi, agrikultur, pekerjaan berbasis laut atau anak buah kapal (ABK), serta bahasa asing.

Pada sektor kesehatan, kompetensi yang disiapkan meliputi caregiver, caretaker, elderly caretaker, dan nursing home. Bidang perhotelan mencakup terapis spa, housekeeping, petugas kebersihan, pramusaji, barista, dan juru masak.

Untuk sektor manufaktur, tersedia kompetensi pengelasan, molding, dan operasional produksi. Sementara bidang transportasi meliputi pengemudi kendaraan, bus, dan truk.

Program juga mencakup pekerja konstruksi serta sektor agrikultur, seperti perkebunan kelapa sawit, peternakan, akuakultur, kehutanan, dan pertanian. Pada sektor berbasis laut tersedia pelatihan bagi nelayan dan ABK niaga.

Peserta juga dapat memperoleh penguatan kemampuan bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea.

Peluang dari Jepang hingga Eropa

Pemerintah telah memetakan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan sektor dan negara tujuan.

Sektor perhotelan menjadi salah satu bidang dengan kebutuhan terbesar, yakni 14.140 orang untuk sejumlah negara, antara lain Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Eropa Timur.

Sementara kebutuhan sektor kesehatan ditargetkan mencapai 12.780 orang dengan negara tujuan antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

“Sektor lain turut berkontribusi, yakni manufaktur sebanyak 6.400 orang ke Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan; agrikultur sebanyak 4.300 orang ke Malaysia, Taiwan, dan Jepang; pelatihan bahasa sebanyak 1.700 orang; konstruksi sebanyak 400 orang; sea based sebanyak 220 orang; serta transportasi sebanyak 60 orang,” beber Mukhtarudin.

Menurutnya, pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan pasar kerja luar negeri agar kompetensi yang diperoleh peserta relevan dengan permintaan tenaga kerja di negara tujuan.

“Melalui pendaftaran ini, kami ingin memastikan Calon Pekerja Migran memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki pasar kerja luar negeri. Kompetensi yang kuat akan meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang bagi Pekerja Migran Indonesia untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik,” tuturnya.

Ini Syarat Pendaftaran SMK Go Global

Pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program SMK Go Global berlangsung mulai Rabu (12/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026).

Calon peserta harus berusia minimal 18 tahun serta menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan, meliputi fotokopi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan terdekat.

Peserta juga harus melengkapi surat pernyataan kesanggupan mengikuti program peningkatan kapasitas CPMI/PMI untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri, surat pernyataan berminat bekerja di luar negeri, serta surat izin orang tua, wali, suami, atau istri.

Persyaratan lainnya adalah fotokopi ijazah pendidikan terakhir. Dokumen keterampilan teknis, kemampuan bahasa, atau pengalaman sesuai bidang pekerjaan yang dipilih diutamakan, tetapi tidak bersifat wajib.

Peserta juga diharapkan memiliki kartu AK-1 atau surat keterangan pencari kerja dari dinas yang membidangi ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

Informasi mengenai persyaratan, jenis pelatihan, jadwal, mekanisme pendaftaran, dan ketentuan program dapat diperoleh melalui kanal resmi KP2MI serta 23 Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia.

Masyarakat Diminta Waspadai Informasi Tidak Resmi

Mukhtarudin mengingatkan calon peserta untuk menggunakan informasi dari kanal resmi pemerintah dan berhati-hati terhadap informasi pendaftaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk masyarakat yang berminat, silakan mengikuti informasi resmi yang disampaikan KP2MI maupun BP3MI. Jangan menggunakan informasi dari sumber yang tidak resmi. Kami ingin seluruh proses pendaftaran berlangsung secara transparan, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan,” imbuh Mukhtarudin.

Pemerintah menempatkan peningkatan kompetensi sebagai bagian penting sebelum CPMI memasuki pasar kerja internasional. Peserta dipersiapkan tidak sekadar untuk berangkat bekerja, tetapi juga memiliki keterampilan, pemahaman budaya kerja, dan pengetahuan mengenai perlindungan sebagai pekerja migran.

“Dengan peningkatan kapasitas sejak tahap persiapan, pemerintah berharap semakin banyak calon Pekerja Migran yang dapat bekerja melalui prosedur yang resmi, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya,” pungkas Mukhtarudin.

 

close
Pasang Iklan Disini