Iki Radio - Gubernur Banten Andra Soni mendukung program penanaman jagung seluas satu hektare di setiap desa yang diinisiasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten.
Hal tersebut disampaikan Andra
Soni saat menerima audiensi DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten di Gedung
Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (5/8/2026).
Menurut dia, program tersebut
sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional
melalui pemanfaatan lahan produktif di desa sekaligus meningkatkan perekonomian
masyarakat.
Ia mengungkapkan, Provinsi Banten
memiliki peluang besar untuk menjadi sentra produksi jagung karena terdapat 14
perusahaan pakan ternak, terutama di wilayah Serang dan Tangerang, yang
membutuhkan pasokan jagung pipil kering hingga hampir dua juta ton per tahun.
"Untuk kebutuhan perusahaan,
kita belum bisa menyuplai banyak. PT Sarun setiap harinya butuh 1.000 ton, ini
peluang yang besar. Permintaannya ada, tinggal mendorong pasokannya. Kalau kita
digerakkan oleh Pemuda Tani, saya yakin suatu hari kita bisa jadi sentra
jagung," kata dia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala
Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi
pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, banyak desa di Banten yang memiliki
potensi untuk pengembangan budidaya jagung.
"Ini juga sebagai langkah
untuk mempercepat kesejahteraan para petani di wilayah-wilayah sentra pangan di
Provinsi Banten. Tentu kita berharap kita siapkan dengan baik lokasinya dan
juga petaninya," ujar dia.
Sementara itu, Ketua DPD Pemuda
Tani Indonesia Provinsi Banten Annisa Maharani Alzahra Mahesa mengatakan
audiensi tersebut menjadi momentum menyamakan persepsi antara pemerintah daerah
dan Pemuda Tani terkait pengembangan sektor pertanian di Banten.
"Tentunya audiensi ini
menghasilkan banyak diskusi dan arahan dari Bapak Gubernur Banten Andra Soni
untuk DPD Pemuda Tani Provinsi Banten," kata dia.
Program satu desa satu hektare
jagung diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung di Provinsi Banten,
memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang peningkatan
kesejahteraan petani melalui pemenuhan kebutuhan industri pakan ternak.








