Ratusan Calon Siswa SR Kabupaten Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial bersama Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI tengah mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun.

Sebagai langkah awal, sebanyak 199 calon siswa diwajibkan menjalani cek kesehatan gratis guna memastikan kondisi fisik mereka siap mengikuti jadwal pendidikan. Cek kesehatan dilaksnakan seluruh calon siswa dari semua tingkatan, mulai SD, SMP hingga SMA, di aula gedung baru SR Kabupaten Madiun, Senin (13/7/2026)

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial bagi para calon siswa.

"Cek kesehatan gratis ini sangat dibutuhkan agar diketahui kondisi kesehatan mereka, karena nantinya mereka akan mengikuti kegiatan yang cukup padat di Sekolah Rakyat ini," ujar Rachmat, Senin (13/7/2026).

Dalam pemeriksaan kesehatan, selain pengukuran tinggi badan dan berat badan, seluruh calon siswa juga menjalani pemeriksaan tensi, pemeriksaan darah serta pemeriksaan urine.

Ia menambahkan, jika dalam pemeriksaan ditemukan calon siswa yang membutuhkan penanganan medis intensif atau berisiko tinggi, mereka akan dirujuk terlebih dahulu ke Puskesmas setempat atau RSUD di Kabupaten Madiun.

Pemerintah sengaja memanfaatkan jeda waktu sekitar dua minggu dari tanggal 14 atau 15 Juli hingga akhir bulan untuk memberikan perawatan intensif bagi siswa yang membutuhkan, sehingga mereka benar-benar siap saat masa orientasi dimulai.

Terkait fasilitas penunjang, Rachmat memastikan bahwa ruang klinik kesehatan beserta ketersediaan obat-obatan di lingkungan sekolah sudah disiapkan. Untuk penanganan medis awal, pihak sekolah bersinergi dengan Puskesmas terdekat, dan ke depannya direncanakan akan ada petugas perawat serta dokter internal.

Selain itu, selama proses belajar-mengajar, para siswa tidak hanya didampingi oleh kepala sekolah dan guru, melainkan juga oleh wali asuh serta wali asrama yang disesuaikan dengan jumlah siswa.

Mengenai waktu dimulainya operasional sekolah atau kick-off, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, menegaskan bahwa penentuan tanggal tersebut bukanlah bentuk penundaan, melainkan sebuah strategi untuk memberikan hasil yang paling optimal bagi para siswa.

“Bukan mundur, melainkan kami memilih opsi alternatif terbaik. Mengingat fasilitas di Sekolah Rakyat Madiun belum sepenuhnya sempurna, hasil diskusi menyepakati tanggal 31 Juli sebagai waktu yang paling ideal untuk memulai MPLS,” pungkas Supriyadi.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Madiun Anton Susilo mengatakan, hingga Senin siang, jumlah calon siswa (casis) SR Kabupaten Madiun sebanyak 199 casis.

Jumlah ini meliputi calon siswa untuk tingkat SD sebanyak 19 anak, SMP 90 anak dan SMA 90 anak.

“Untuk yang SMP dan SMA sudah memenuhi kuota 90 anak untuk tiga kelas, untuk SD tetap kami usahakan terpenuhi sesuai dengan kuota,” ujarnya.

Pihak Kemensos dan Dinas Sosial Kabupaten Madiun berharap, dengan adanya jeda waktu persiapan dan pemeriksaan kesehatan ini, seluruh sarana prasarana serta kondisi fisik para siswa sudah berada dalam tingkat kesiapan 100 persen saat kegiatan resmi dimulai.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini