Iki Radio – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jawa Timur turut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke-458 dengan aksi nyata.
Ketua PDGI Pengurus Wilayah (Pengwil) Jawa Timur, Farid Amiruddin, menyampaikan bahwa pemilihan SLBN Karangrejo sebagai lokasi baksos didasari atas kepedulian terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Menurutnya, kelompok ABK cenderung memiliki keterbatasan dalam memperhatikan kondisi kesehatan mulut dan gigi mereka sendiri.
Oleh karena itu, PDGI dan IDGAI hadir tidak hanya untuk menyasar para siswa, tetapi juga memberikan penyuluhan mendalam kepada para pendamping dan orang tua.
"Kami menghadirkan orang tua karena merekalah yang mendampingi keseharian anak-anak ini. Jadi, kami bekali mereka dengan tata cara merawat gigi yang baik dan benar," ujar Farid usai kegiatan.
Tak sekadar memberikan teori, tim dokter gigi yang terjun ke lapangan juga menyediakan serangkaian layanan langsung bagi para peserta didik. Diantaranya praktik sikat gigi bersama, konsultasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis dan pemberian Topikal Aplikasi Fluoride (cairan pelapis gigi).
Farid mengibaratkan pemberian cairan fluoride ini seperti langkah preventif yang krusial bagi anak-anak.
“Istilahnya diberikan imunisasi gigi. Tujuannya untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, dan masih banyak lagi manfaat lainnya,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua IDGAI Jatim, Seno Pradopo, menekankan betapa vitalnya peran orang tua dalam intervensi kesehatan anak, khususnya ABK. Berdasarkan penelitian, bimbingan yang serius dan konsisten dari orang tua terbukti mampu mengubah perilaku ABK hingga mendekati anak-anak pada umumnya.
"Jadi selain memberikan materi dan praktik ke anak, orang tua juga betul-betul kita pegang. Orang tua harus sangat terlibat dalam tumbuh kembang ABK," tegas Seno.
Aksi kepedulian ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah SLBN Karangrejo, Naning Harminingsih, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para ahli kesehatan mulut dan gigi tersebut.
Naning mengaku pihak sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya layanan gratis yang komprehensif ini.
"Ini sangat bermanfaat bagi kami karena anak-anak mendapatkan banyak layanan. Semoga dengan kegiatan ini bisa mendukung tumbuh kembang anak yang berkebutuhan khusus," pungkas Naning.(ir)












