Iki Radio - Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental bagi para lanjut usia (lansia). Dalam sambutannya saat sosialisasi kesehatan lansia, Bupati Hari Wuryanto menekankan bahwa kunci utama hidup sehat di usia senja adalah keikhlasan, pikiran yang positif (positive thinking), serta konsistensi dalam bergerak.
"Yang utama, sing penting manfaate kudu ikhlas. Jadi harus senang, nggih," ujar Hari Wuryanto, Jum’at (5/6/2026).
Hari Wuryanto mengingatkan bahwa seiring bertambahnya usia, lansia tidak boleh malas berolahraga. Secara khusus, bupati menyoroti pentingnya melatih kekuatan kaki, karena kaki memiliki tugas berat untuk menyangga seluruh beban tubuh.
Jika hanya duduk diam tanpa dilatih setiap hari, risiko gangguan kesehatan pada kaki akan semakin besar.
"Kaki ini tugasnya menyangga badan kita. Kalau tidak dilatih setiap hari, risikonya ke badan kita sendiri. Setidaknya luangkan waktu untuk jalan kaki selama 30 menit setiap hari, tidak perlu meloncat-loncat, cukup jalan kaki atau latihan jinjit," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membagikan cerita personalnya saat berjuang melawan COVID-19. Akibat harus menjalani bed rest total selama 12 hari di rumah sakit, sempat kehilangan keseimbangan tubuh saat pertama kali berdiri kembali setelah sembuh.
Pengalaman berharga tersebut menyadarkannya betapa mahalnya arti sebuah kesehatan dan setiap embusan napas yang diberikan secara gratis oleh Tuhan. Beliau mengajak para lansia yang saat ini rata-rata sudah memasuki usia kepala enam untuk merefleksikan nikmat tersebut.
"Saya merasakan sendiri saat COVID, napas itu rasanya mahal sekali sampai harus dipompa oksigen. Kita ini sudah 62 tahun menghirup udara tanpa membayar, itu luar biasa dan harus kita syukuri," tambahnya.
Terkait kesehatan mental, Hari Wuryanto berpesan agar para lansia selalu menerapkan prinsip hidup yang santai namun positif, atau yang ia sebut dengan istilah "Los, Enjoy, Gas Pol".
Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak perlu ikut pusing atau iri dengan pencapaian materi orang lain (tetangga).
Meluruskan pola pikir yang salah di masyarakat, yang sering kali menunda bersyukur sampai mereka merasa bahagia atau kaya raya.
"Kita harus bersyukur dulu, insyaallah bahagia pasti selalu mengikuti. Karena ukuran bahagia itu bukan materi, melainkan apa yang bisa dirasakan oleh diri kita masing-masing," jelasnya.
Hari Wuryanto menutup dengan sebuah pesan moral yang kuat untuk seluruh warga yang hadir agar tetap konsisten dalam menebar kebaikan di lingkungan sosial.
"Jangan
berhenti berbuat baik, meskipun orang lain menganggap atau menilai itu tidak
baik. Tetaplah berbuat baik, itu yang akan membuat Anda semua menjadi luar
biasa," pungkasnya.(ir)
.jpeg)
.jpeg)











