Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun.
Kerja sama yang dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini difokuskan pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mengoptimalkan berbagai potensi daerah di Kabupaten Madiun.
Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang secara historis berizin di wilayah Kabupaten, STAINU tidak dapat berdiri sendiri.
Sinergi dan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun merupakan sebuah keniscayaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat Madiun yang mayoritas warga Nahdliyin.
"Hari ini menjadi pondasi dasar kita dengan pemerintah daerah untuk bekerja sama dan membangun sinergi. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan program nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengabdian masyarakat, penelitian, pengajaran, hingga program PPL dan KKN," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Anwar Sholeh juga memohon dukungan moral serta kebijakan dari pemerintah daerah agar STAINU dapat terus eksis dan memberikan warna positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Madiun.
Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Madiun menyambut baik dan menaruh harapan besar terhadap kolaborasi ini.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di wilayah kabupaten sudah lama dinantikan demi mendukung peningkatan kualitas SDM setempat.
Saat ini, capaian IPM Kabupaten Madiun masih berada di posisi menengah (middle) Jawa Timur, yaitu di angka 75. Pemkab menargetkan angka tersebut dapat terkerek naik hingga minimal mencapai angka 81.
"Salah satu supporting utama untuk mendongkrak penilaian IPM adalah lewat kerja sama dengan perguruan tinggi. Kami sangat berharap, insyaallah tahun depan STAINU sudah bisa mulai membangun kampusnya di wilayah Kabupaten Madiun, memanfaatkan lahan yang sudah ada di dekat Puskesmas Desa Buduran. Lewat gotong royong, saya yakin STAINU di Kabupaten Madiun akan berkembang pesat," ungkap Bupati.
Selain persoalan IPM, Bupati juga menyoroti angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Madiun yang saat ini masih berada di angka 8,9 tahun (setingkat di bawah SMP). Padahal, target pendidikan dasar wajib telah menyentuh 13 tahun.
Pemkab Madiun terus berupaya mengikis ketertinggalan tersebut, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat serta edukasi pentingnya pendidikan tinggi yang nantinya digerakkan melalui program KKN mahasiswa STAINU.
Di sektor pembangunan dan ekonomi daerah, Pemkab Madiun telah melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pokok untuk langsung merumuskan kerja sama riset dengan STAINU.
Keterlibatan akademisi dinilai sangat krusial dalam memikirkan pengelolaan potensi wilayah yang luar biasa, seperti pengembangan komoditas kakao, alpukat, hingga cengkeh yang tersebar di lereng Gunung Wilis.
Bupati Madiun menegaskan komitmen penuh jajarannya agar
nota kesepahaman ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan
harus diimplementasikan secara istikamah dalam aksi nyata di lapangan.(ir)













