Iki Radio - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melaksanakan program “Bunga Desa” (Bupati Ngantor di Desa) dengan rangkaian kegiatan di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di tiga desa, yakni
Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung, dengan menghadirkan berbagai layanan
langsung kepada masyarakat.
Program ini mencakup layanan kesehatan, sosial,
pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis desa.
Kegiatan diawali di Balai Desa Kradenan dengan sarasehan
kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta dan menghadirkan tenaga medis
spesialis. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,
termasuk layanan penyakit dalam, kebidanan, dan jantung.
“Melalui layanan ini, masyarakat yang membutuhkan
penanganan lanjutan dapat langsung memperoleh rujukan,” ujar Ipuk.
Ia menegaskan, program tersebut bertujuan mendekatkan
layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat desa tanpa harus ke pusat kota.
Selain kegiatan layanan kesehatan, Ipuk juga mengunjungi
warga yang mengalami sakit akibat kecelakaan kerja. Ia meminta agar warga
tersebut segera mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.
“Pemerintah memastikan pembiayaan ditanggung sesuai
ketentuan. Kami berharap yang bersangkutan dapat segera pulih,” katanya.
Di Desa Purwoharjo, Ipuk menyerahkan bantuan alat bantu
mobilitas berupa kursi roda, alat bantu jalan, dan tongkat kepada puluhan
penerima. Penyerahan bantuan serupa juga dilakukan di desa lainnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan potensi ekonomi
lokal, seperti budidaya ikan lele serta pengembangan pertanian hidroponik.
Pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi berbasis desa melalui
optimalisasi potensi tersebut.
Selain itu, bantuan bibit tanaman juga disalurkan kepada
petani dalam upaya mendukung sektor pertanian terpadu.
Program Bunga Desa juga menyasar sektor pendidikan.
Bupati meninjau kegiatan pembelajaran di sekolah serta memberikan edukasi
kepada tenaga pendidik dan siswa, termasuk terkait kesehatan dan wawasan
kebangsaan.
Kegiatan turut dilengkapi dengan sosialisasi mitigasi
bencana serta edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah membuka layanan
konsultasi bagi perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa, serta pengelola
Badan Usaha Milik Desa.
Melalui program ini, masyarakat juga dapat mengakses
berbagai layanan publik secara terpadu, mulai dari administrasi kependudukan,
pembayaran pajak, perizinan usaha, hingga layanan kesehatan.
Program Bunga Desa diharapkan mampu mempercepat
pemerataan pelayanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat
desa. (*)












