Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sedikitnya 25.000 Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada periode Maret hingga April 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa.
“Kita juga akan melihat
beroperasinya minimal 25.000 koperasi desa Merah Putih,” ujar Presiden saat
meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, di Banjarbaru,
Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Presiden menjelaskan, pemerintah
menargetkan pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih secara nasional dalam
beberapa waktu ke depan.
Program ini dirancang untuk
memperkuat struktur ekonomi desa, meningkatkan nilai tambah produksi lokal,
serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Prabowo menyatakan optimistis
jumlah koperasi yang aktif akan terus meningkat seiring dengan dukungan lintas
kementerian, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat desa.
Ia berharap hingga akhir
Desember 2026, setidaknya 60.000 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi di
berbagai wilayah Indonesia.
“Artinya, ekonomi kita akan
bangkit di semua bidang,” kata Presiden.
Menurut Prabowo, koperasi desa
diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat
distribusi hasil pertanian, perikanan, dan usaha mikro desa, sekaligus
meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama,
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan program Sekolah Rakyat dan penguatan koperasi desa.
Ia menekankan pentingnya
sinergi antara pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal.
Prabowo Subianto secara khusus
menyampaikan terima kasih kepada para guru dan kepala sekolah yang berperan
dalam membina peserta didik.
Menurutnya, pendidikan yang
berkualitas merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi unggul yang mampu
mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi desa.
“Saya minta dibina dengan
baik,” ujar Presiden.
Selain itu, Kepala Negara juga
memberikan penghargaan kepada para siswa atas semangat belajar yang
ditunjukkan. Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan penguatan
ekonomi desa merupakan dua agenda strategis pemerintah dalam mewujudkan
Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan.













