Iki Radio — Kebutuhan air untuk pertanian masyarakat Desa
Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara,
kini semakin terpenuhi melalui pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS).
Penerapan teknologi ramah lingkungan ini menjadi salah satu upaya nyata
pemanfaatan energi terbarukan yang mendukung agenda pembangunan rendah karbon
di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas,
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Kabupaten Samosir bersama
Pemerintah Inggris melalui Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris (UK
FCDO) resmi meresmikan fasilitas tersebut pada Sabtu pekan lalu.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, menegaskan
pentingnya dampak langsung dari proyek ini bagi masyarakat lokal.
“Pembangunan rendah karbon menjadi nyata ketika
manfaatnya sampai ke tingkat tapak dan dirasakan langsung oleh masyarakat. PATS
di Samosir menunjukkan bagaimana energi bersih dapat dimanfaatkan untuk
memperkuat produksi pangan, mengurangi biaya usaha tani, sekaligus mendukung
pengurangan emisi,” ujar Leonardo dalam siaran pers, Senin (5/10/2026).
Leonardo menambahkan bahwa pembelajaran dari Samosir
sangat krusial agar inovasi pembangunan tidak hanya berhenti pada program
percontohan, melainkan dapat dikembangkan serta direplikasi di berbagai wilayah
lain.
Pembangunan PATS ini merupakan bagian dari Program Low
Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang berjalan sejak 2023 hingga
2027. Desa Sibonor Ompu Ratus sendiri memiliki lahan sawah tadah hujan seluas
82 hektare yang digarap oleh 749 petani. Dengan hadirnya irigasi berbasis
energi surya ini, produksi padi diproyeksikan melonjak signifikan dari 50 ton
menjadi 150 ton per tahun. Selain itu, penggantian pompa berbahan bakar
Pertalite ke PATS diperkirakan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 10,18
ton CO₂eq per tahun.
Dukungan serupa disampaikan UK Minister-Counsellor
(Development) untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Peter Rajadiston. Ia
menilai perubahan iklim memberi tantangan besar bagi sektor pertanian global,
termasuk Indonesia.
“Pompa Air Tenaga Surya di Samosir menunjukkan bagaimana
energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan,
meningkatkan produktivitas pertanian, dan sekaligus mengurangi emisi,” kata
Peter. Menurutnya, inisiatif ini menjadi bukti konkret Kemitraan Strategis
Inggris-Indonesia dalam mendorong aksi iklim dan transisi energi yang berdampak
langsung pada masyarakat.
Ekspansi ke Desa Pakpahan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu
pertama (groundbreaking) pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan
Runggu, sebagai lokasi pengembangan berikutnya. PATS di Desa Pakpahan
direncanakan melayani 73 hektare lahan pertanian dan memberi manfaat bagi 903
petani, serta berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,34 ton CO₂e
per tahun.
Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyampaikan
apresiasinya atas kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah
Inggris, dan Pemprov Sumut. Ia menegaskan komitmen Pemkab Samosir untuk menjaga
keberlanjutan fasilitas tersebut bersama warga setempat.
Sementara itu, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian
PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, berharap keberhasilan di Samosir dapat menjadi
tolok ukur pelaksanaan pembangunan rendah karbon di daerah lain sekaligus
merefleksikan manfaat nyata dari kerja sama bilateral Indonesia dan Inggris.