Iki Terbaru/Paling Greeess

Benchmarking, Pemkot Palangka Raya Studi Tiru KPBU ke Kabupaten Madiun

Iki Radio – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melakukan langkah strategis untuk meningkatkan layanan publik melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Pemkot Palangka Raya melaksanakan kunjungan kerja atau benchmarking di Kabupaten Madiun sebagai lokasi studi tiru.

Fokus utama dalam kunjungan ini adalah mempelajari keberhasilan Kabupaten Madiun dalam mengimplementasikan skema KPBU untuk proyek alat Penerangan Jalan Umum (PJU).

Achmad Zaini mengungkapkan bahwa Palangka Raya memiliki tantangan geografis yang cukup unik.

Sebagai kota dengan luas wilayah mencapai 2.853 km²—yang menjadikannya salah satu kota terluas di Indonesia—sekitar 80 persen wilayahnya masih berupa kawasan hutan.

"Dengan struktur wilayah yang mencakup 5 kecamatan dan 30 kelurahan, kebutuhan akan infrastruktur penerangan jalan sangat krusial. Saat ini, kami memiliki target untuk memenuhi kebutuhan 6.000 titik PJU. Untuk merealisasikannya, setidaknya kami membutuhkan penambahan 2.891 titik PJU dengan estimasi anggaran mencapai Rp87 miliar," ujar Zaini, di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Jum'at (24/4/2026).

Menurut Zaini, Pemkot Palangka Raya memilih Kabupaten Madiun sebagai tujuan benchmarking karena terbukti berhasil mengimplementasikan skema KPBU secara nyata dan efektif.

"Penerapan KPBU bukanlah hal yang sederhana. Ada banyak aspek regulasi, kelembagaan, dan tantangan di lapangan yang harus kami pahami dengan baik. Kami datang ke sini (Kabupaten Madiun) untuk menggali pengalaman langsung, memahami kendala yang dihadapi, dan bagaimana Pemkab Madiun menaklukkan tantangan tersebut," tambahnya.

Zaini berharap, melalui kunjungan ini, Pemkot Palangka Raya dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai solusi strategis dalam pembangunan infrastruktur PJU.

Selain itu, ia berharap kunjungan ini menjadi awal terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Kabupaten Madiun dalam pengembangan tata kelola layanan publik.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemkot Palangka Raya untuk mencari pendanaan kreatif guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah, demi menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat melalui infrastruktur penerangan jalan yang memadai.(ir)

Berantas TBC, Bulan Depan Pemkab Madiun Beli Mobil Rontgen Rp 2 Miliar

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Madiun terus berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Heri Setyana, usai pembekalan kader Posyandu, Kamis (23/4/2026)

Salah satunya, dalam rangka mencapai target zero TBC pada tahun 2030, Pemkab Madiun melalui Dinas Kesehatan, telah mengalokasikan anggaran hingga Rp 2 Miliar untuk pengadaan mobil rongten.

"Insyaallah bulan depan kita belikan (mobil rontgen). Harganya sekitar Rp 2 miliar," ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, usai pembekalan kader Posyandu, di Ruang Eka Kapti Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kamis (23/4/2026).

Bupati menilai, dengan adanya mobil rongten ini, pemeriksaan untuk deteksi TBC jauh lebih akurat dibanding pemeriksaan dahak yang terkadang sulit dilakukan. 

"Dengan mobil ini, kita akan lakukan sistem jemput bola ke desa-desa," jelasnya.

Disisi lain, Kabupaten Madiun saat ini menduduki peringkat ketujuh dengan penanganan stunting terbaik se-Jawa Timur. 

Namun, Bupati mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) di wilayah Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng yang akan menjadi fokus ke depan.

Untuk itu Bupati Hari Wuryanto berharap, peran seluruh pihak utamanya kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Sehingga peningkatan kapasitas sekitar 6.479 kader Posyandu di wilayahnya, sangat krusial untuk deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat.

Pemkab Madiun akan membekali para kader dengan pengetahuan teknis agar mampu menangani keluhan kesehatan sejak awal.

Tak hanya peningkatan kemampuan (skill), Pemkab Madiun juga memastikan dukungan sarana prasarana yang memadai. 

Seluruh perlengkapan Posyandu kini diarahkan menggunakan teknologi digital.

"Kami akan support mulai dari timbangan yang sudah digital semua, alat tensi, hingga alat cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Tujuannya agar deteksi dini segera teratasi," lanjutnya.

Bupati juga memberikan angin segar terkait kesejahteraan para kader yang selama ini bekerja dengan ikhlas. 

"Kesejahteraannya juga kami pikirkan," tambahnya.(ir)

Sinergi Perkuat Ekonomi Kreatif, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Dorong UMKM Lebih Inovatif

Iki Radio - Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi kreatif di Bumi Kampung Pesilat, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, menghadiri sekaligus mengikuti langsung jalannya workshop memasak mie, Kamis (23/04/2026). 

Bertempat di Pendopo Ronggo Jumeno, Caruban, kegiatan ini menjadi ajang peningkatan skill bagi ratusan pelaku UMKM se-Kabupaten Madiun.

Workshop ini dirancang khusus untuk memberikan wawasan mendalam mengenai teknik memasak profesional serta edukasi pengolahan produk lokal. 

Dengan bimbingan instruktur berpengalaman, para peserta diajarkan cara menyulap bahan baku sederhana menjadi hidangan berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri.

Hal ini bertujuan agar produk UMKM Madiun memiliki nilai jual yang lebih kompetitif dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. 

Dikatakan, kemahiran memasak harus dibarengi dengan manajemen usaha yang profesional.

"Saya berharap kegiatan ini dilakukan secara berkala. Kita ingin UMKM Madiun benar-benar kompeten, tidak hanya mahir di dapur tetapi juga profesional dalam mengelola bisnisnya agar mampu bersaing secara global," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pembinaan Karakter Keluarga, Fitriya Purnomo Hadi, mendorong para pelaku UMKM untuk lebih berani berinovasi.

Menurutnya, kompetensi teknis yang kuat adalah kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui jalur kewirausahaan.

Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, organisasi kewanitaan, dan sektor swasta, Kabupaten Madiun optimis dapat mencetak wirausaha kuliner yang inovatif, mandiri, dan unggul di masa depan.(ir)

Pamit Bupati Berangkat Haji, 43 ASN Pemkab Madiun Dapat Pesan Ini

Iki Radio - Bupati Madiun Hari Wuryanto berpesan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Madiun, yang melaksanakan ibadah haji tahun 1447 Hijriyah / 2026 Masehi, tetap menjaga sikap serta perilaku, dan menjaga nama baik Kabupaten Madiun.

Hal ini disampaikan Bupati Hari Wuryanto, saat memberikan pembekalan pada puluhan calon haji ASN Pemkab Madiun, di Ruang Praja Mukti Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Rabu (22/4/2026).

Kata Bupati, ada tanggung jawab moral sebagai ASN Kabupaten Madiun yang berangkat haji, yakni senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan nama baik sebagai representasi Pemerintah Kabupaten Madiun, dan menunjukkan keteladanan dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari selama di Tanah Suci.

“Kemabruran haji adalah cita cita tertinggi bagi setiap jamaah karena haji yang mabrur imbalannya adalah surga. Dan yang menjadikan hajinya seseorang mabrur mencakup: Persiapan sebelum berangkat, sikap selama di tanah suci dan perubahan setelah pulang,” ujarnya.

Bupati Hari Wuryanto juga menyampaikan 4 (empat) hal yang diharapkan menjadi pedoman bagi para ASN yang berhaji tahun ini.

Bupati berharap, calon Jemaah haji disiplin dalam mengatur waktu selama pelaksanaan ibadah. Kedua mengikuti arahan pembimbing dan petugas haji secara tertib. Ketiga menjaga kesehatan fisik dan mental, agar tetap prima selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Dan keempat mempersiapkan diri dengan baik agar ibadah dapat dilaksanakan dengan lancar, khusyuk, dan sempurna.

Tahun ini, sedikitnya ada 43 ASN Pemkab Madiun yang menunaikan ibadah haji. Bupati meminta agar para jamaah juga mendoakan Kabupaten Madiun.

“Harapan kami, hendaknya seluruh jemaah dapat mendoakan Kabupaten Madiun agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, terbebas dari bencana, dan mampu mengurai berbagai macam permasalahan yang dihadapi,” pungkasnya.(ir)

Lepas Kloter Pertama Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah Pesan Jaga Kesehatan

Iki Radio - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M. 

Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Asrama Haji Surabaya pada Rabu (22/4/2026) ini menandai dimulainya perjalanan spiritual ribuan tamu Allah menuju Tanah Suci.

Sebanyak 380 calon jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan menuju Madinah. 

Suasana haru menyelimuti keberangkatan saat lantunan talbiyah mulai menggema di area asrama.

Rombongan kloter pertama ini terdiri atas 376 Jamaah Calon Haji dan 4 Petugas Kloter

Jemaah termuda tercatat atas nama Mari Muhammad Chandra yang baru berusia 15 tahun, sementara jemaah tertua adalah Suridan Temo Sakin yang telah menginjak usia 86 tahun.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa kesempatan berhaji adalah anugerah besar bagi orang-orang terpilih. 

Ia mengingatkan para jemaah untuk waspada terhadap tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi.

"Bapak Ibu semua adalah tamu Allah, diundang khusus oleh Allah. Maka laksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan penuh kesungguhan, jaga kesehatan, jaga kekhusyukan, dan ikuti tuntunan manasik haji yang telah dipelajari," tegas Khofifah.

Khofifah juga menambahkan bahwa hari ini akan ada total lima kloter yang diberangkatkan melalui Kementerian Haji dan Umrah. Ia memastikan bahwa pemerintah provinsi siap memberikan layanan terbaik agar jemaah dapat beribadah dengan tenang.

Pada musim haji tahun ini, Embarkasi Surabaya melayani total 44.087 orang yang terbagi dalam 116 kloter. Jawa Timur dengan 42.409 Jamaah, Bali 698 Jamaah, Nusa Tenggara Timur (NTT) 516 Jamaah, Petugas Kloter 464 Petugas.

Sekretaris Dirjen Layanan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Abdul Haris, turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas koordinasi yang solid. 

"Ini adalah ibadah haji pertama yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah, mudah-mudahan aman dan lancar," ujar Abdul Haris. 

Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan semangat pengabdian bagi jemaah Indonesia.

Acara pelepasan ditutup dengan kumandang talbiyah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah, diiringi doa agar seluruh jemaah kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan dalam kondisi sehat walafiat.

36 ASN Pemkab Madiun Ajukan Cuti Haji 2026, Sektor Kesehatan dan Pendidikan Mendominasi

Iki Radio – Sebanyak 36 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun akan menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriyah atau tahun 2026 Masehi.

Ilustrasi


Data ini tercatat berdasarkan pengajuan cuti yang masuk ke Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.

Kepala BKPSDM Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Data, dan Kesejahteraan Pegawai, Endang Sumarsih, menyampaikan bahwa jumlah tersebut merupakan data terkini yang dihimpun hingga Selasa, 21 April 2026.

"Sampai dengan kemarin (21/4/2026) ada 36 ASN yang sudah mengajukan cuti untuk menunaikan ibadah haji," ujar Endang Sumarsih saat memberikan keterangan pada Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan data BKPSDM, para ASN yang berangkat haji tahun ini berasal dari berbagai instansi, dengan jumlah terbanyak berasal dari sektor kesehatan dan pendidikan. 

Dengan rincian sektor pendidikan 7 Guru SD dan 6 Guru SMP. Tenaga kesehatan 8 orang dari RSUD Caruban, 3 orang dari RSUD Dolopo, serta 3 orang dari UPT Puskesmas (Kebonsari, Saradan, dan Wonoasri).

Selanjutnya ada 3 orang dari Kecamatan (Dolopo, Geger, dan Mejayan). Dinas Teknis dan OPD diantaranya 2 orang dari Dinas Perhubungan, serta masing-masing 1 orang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PUPR, Dinas Dukcapil, dan Satpol PP.

Pihak BKPSDM juga menambahkan bahwa angka ini bersifat dinamis. 

"Data itu nanti masih bisa bertambah jumlahnya seiring dengan proses administrasi yang berjalan," lanjut Endang.

Secara keseluruhan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun mencatat total Jamaah Calon Haji (JCH) dari wilayah tersebut mencapai 453 orang.

Para JCH asal Kabupaten Madiun ini dijadwalkan terbang menuju tanah suci dalam Kelompok Terbang (Kloter) 24 dan 25. 

Jika tidak ada perubahan jadwal, prosesi pemberangkatan akan dilakukan pada akhir bulan April 2026 ini.

Meski puluhan ASN mengambil cuti besar dalam waktu bersamaan, Pemkab Madiun memastikan bahwa pelayanan publik di masing-masing instansi akan tetap berjalan normal dengan pengaturan tugas internal. (ir)

85 JCH Kabupaten Madiun, Butuh Pendampingan Kusus

Iki Radio - Sebanyak 85 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Madiun tahun 1447 Hijriyah / 2026 Masehi, butuh pendampingan kusus.

Ini menyusul kondisi kesehatan JCH tersebut masuk dalam kategori resiko tinggi.

"Sekitar 85 jemaah masuk kategori risiko tinggi," ujar Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Madiun, Bisri Mustafa, Selasa (21/4/2026).

Nantinya dalam pelaksanaan ibadah haji, ke-85 CJH ini akan mendapat pendampingan kusus, agar tetap bisa menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci.

"Mereka tetap akan mendapatkan pendampingan dari tim medis, khususnya dari Dinas Kesehatan," lanjutnya.

Sementara itu pada musim haji tahun ini, totalnya terdapat 453 CJH asal Kabupaten Madiun. Sedangkan kuota haji untuk Kabupaten Madiun tahun ini 450 CJH.

Jumlah ini sempat berkurang saat seorang jamaah memilih menunda keberangkatan.

"Awalnya 450, sempat tertunda satu, jadi 449. Kemudian ada tambahan cadangan empat orang, sehingga totalnya menjadi 453 jemaah,” lanjutnya.

Dijadwalkan, CJH asal Kabupaten Madiun ini akan berangkat ke Tanah Suci pada 27 April 2026. 

Keberangkatan tersebut terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 24 dan 25, dengan tambahan jemaah cadangan yang masih menunggu penempatan.(ir)

Hari Kartini: Erni Hari Wuryanto Ajak Perempuan Madiun Cerdas dan Berani Bermimpi

Iki Radio – Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan perempuan di Kabupaten Madiun. 


Mengusung tema "Perempuan Berdaya, Madiun Bersahaja", Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, memberikan pesan mendalam mengenai makna perjuangan RA Kartini di era modern.


Menurutnya, sosok RA Kartini bukan sekadar simbol sejarah, melainkan api semangat yang harus terus menyala dalam sanubari setiap perempuan, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun. 


Ia menekankan bahwa perayaan ini merupakan bentuk apresiasi nyata sekaligus langkah nyata untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan sang pahlawan emansipasi.


"Makna Hari Kartini bagi kita saat ini adalah bagaimana perempuan mampu mewujudkan apresiasi tersebut melalui tindakan. Sesuai dengan tema kita, 'Perempuan Berdaya, Madiun Bersahaja', kami ingin memastikan bahwa perempuan di Kabupaten Madiun tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi penggerak pembangunan," ujar Erni Hari Wuryanto, Selasa (21/4/2026).


Lebih lanjut, Erni menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus dimiliki perempuan masa kini: kecerdasan, keberanian bermimpi, dan keberanian bertindak.




Ia percaya bahwa pendidikan dan pengembangan diri adalah kunci utama bagi perempuan untuk mandiri.


"Perempuan Indonesia, khususnya di Kabupaten Madiun, harus cerdas. Kita harus terus belajar dan membekali diri dengan wawasan. Namun cerdas saja tidak cukup; kita harus berani memiliki mimpi yang besar setinggi langit, dan yang paling penting adalah berani bertindak untuk mewujudkan mimpi tersebut," tambahnya.


Melalui peran PKK, Erni berkomitmen untuk terus memberdayakan perempuan hingga ke tingkat desa. 


Hal ini dilakukan agar setiap perempuan di Kabupaten Madiun memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya, tanpa melupakan nilai-nilai "Bersahaja" yang menjadi identitas masyarakat Madiun.


Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni mengenakan pakaian adat semata, namun menjadi refleksi bagi perempuan untuk melihat sejauh mana mereka telah berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat.


"Perjuangan RA Kartini belum usai. Kita melanjutkannya dengan cara menjadi perempuan yang berdaya secara ekonomi, sosial, dan intelektual. Dengan perempuan yang berdaya, kita akan membawa Kabupaten Madiun menjadi daerah yang semakin bersahaja dan sejahtera," pungkasnya.


Dengan semangat "Perempuan Berdaya, Madiun Bersahaja", diharapkan lahir "Kartini-Kartini" baru dari Bumi Kampung Pesilat yang mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah.(ir)

close
Pasang Iklan Disini