Iki Radio - Bupati Madiun Hari Wuryanto memastikan, Pemerintah Kabupaten Madiun akan menerapkan satu hari kerja dengan sistem Work From Home (WFH) dalam satu pekan.
Ini dilakukan untuk mendukung program efisiensi energi, akibat terjadinya krisis energi global, sebagai dampak eskalasi di Timur Tengah.
Kepastian untuk penerapan sistem WFH satu hari dalam satu pekan ini, setelah sehari sebelumnya Bupati Madiun mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Kemarin sudah disampaikan, Insyaalloh kita akan empat hari kerja yang satu WFH," ujar Bupati Madiun, Kamis (26/3/2026).
Selanjutnya, kata Bupati, akan digelar rapat untuk menentukan pelaksanaan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Madiun.
"Akan kita rapatkan dulu. Dan itu kebijakan (WFH) diserahkan kepada masing masing daerah. Nanti akan kita rapatkan termasuk kita informasikan ke DPRD selaku wakil masyarakat," lanjutnya.
Dengan diberlakukannya sistem kerja satu hari WFH dalam satu pekan bagi ASN di lingkungan Pemeritah Kabupaten Madiun ini diharapkan bisa efektif dalam upaya penghematan energi.
"Kita harapkan efektif, karna itu sudah anjuran dari pusat. Kalau kendaraan tidak dipakai satu hari otomatis efektif," tambahnya.
Tidak hanya untuk ASN atau pejabat struktural, namun rencananya WFH ini juga akan berlaku untuk tenaga fungsional.
"Otomatis untuk semuanya baik itu struktural maupun fungsional, kita akan lakukan itu (WFH). Karena era-nya sudah digitalisasi," pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto menyampaikan, untuk pelaksanaan WFH bagi ASN Pemkab Madiun, masih menunggu surat edaran pemerintah pusat.
"Kita tunggu SE pemerintah pusat, tentang petunjuk teknisnya," katanya, Kamis (26/3/2026).
Masyarakat berharap, dengan pelaksanaan WFH, tidak mengurangi kualitas pelayanan publik. Selain itu, ada kepastian bahwa mereka yang WFH benar benar bekerja serta dapat menjalankan tugasnya dengan baik.(sw/IR)












