"Selamat Idul Adha 1447 H, mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Jaga kerukunan, semangat gotong royong untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"
"Selamat Idul Adha 1447 H, mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Jaga kerukunan, semangat gotong royong untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"
"Selamat Idul Adha 1447 H, mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama, untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026, semoga keikhlasan Nabi Ibrahim dan ketabahan Nabi Ismail selalu menginspirasi hidup kita.
Di hari yang suci ini, semoga Allah SWT menerima ibadah kurban kita dan melimpahkan rahmat-Nya yang tak terhingga.
Mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.
BPR POLATAMA KUSUMA
Maju Bersama Mitra
Iki Radio - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan menggelar pasar murah di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Selasa (26/5/2026), guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak tersebut disambut antusias warga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Staf Kemetrologian dan Stabilitas Harga Kabupaten Balangan, Muhammad Iqbal Afriadi, mengatakan pasar murah kali ini merupakan kegiatan ke-34 dan turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Balangan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Desa Kapul dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, dan bahan sembako lainnya dijual dengan selisih harga sekitar Rp3 ribu lebih murah dibandingkan harga pasar.
Salah seorang warga Desa Kapul, Sahayah, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran sehingga cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Senang sekali dengan adanya pasar murah ini. Semoga tahun depan bisa kembali dilaksanakan di Desa Kapul," katanya.
Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kemiskinan.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Baperida), Pemkab Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Strategi Penanggulangan Kemiskinan yang bertempat di Ruang IT, Selasa (26/5/2026).
Rakor dipimpin Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi. Agenda tersebut menghadirkan narasumber ahli dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, serta dihadiri oleh Kepala Baperida, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), BPJS, sektor perbankan, Baznas, hingga kalangan akademisi dari UNS dan Unmer.
Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi memaparkan bahwa dirinya bersama Bupati Madiun telah menyiapkan beberapa terobosan jitu untuk mengintervensi dan mengurangi angka kemiskinan melalui tiga unsur utama.
Diantaranya dalam bidang kesehatan, yakni dengan melakukan tindakan preventif dan kuratif karena kondisi kesehatan yang buruk atau sakit dapat memicu kemiskinan baru. Disektor pendidikan Pemkab Madiun berupaya membentuk pola pikir masyarakat agar memiliki kapabilitas untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.
Selain itu melalui investasi dan lapangan kerja dengan berupaya mendatangkan investor guna menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi warga lokal.
"Pertama adalah tindakan dari unsur kesehatan, karena kondisi kesehatan yang buruk atau orang sakit bisa memicu kemiskinan. Kedua, unsur pendidikan, sebab pendidikan yang baik akan membentuk pola pikir seseorang untuk bisa keluar dari kemiskinan. Dan ketiga, kita terus berupaya mendatangkan investor guna menciptakan lapangan pekerjaan yang luas," ujar Wabup Purnomo Hadi.
Wabup Purnomo Hadi juga merefleksikan capaian kinerja Pemkab Madiun yang kini mulai menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan masa sebelum mereka menjabat.
Dulu, jumlah pengangguran dan angka kemiskinan di Kabupaten Madiun berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di bawah rata-rata provinsi. Namun, lewat berbagai kebijakan strategis yang diinisiasi Bupati, peta capaian tersebut berhasil dibalik.
"Hari ini kita sudah bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran hingga di bawah angka provinsi. Target kita selanjutnya adalah terus meningkatkan IPM agar tidak lagi di bawah provinsi," terang Wabup.
Sebagai langkah konkret di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, Bupati Madiun diketahui telah menambah kuota beasiswa perguruan tinggi bagi masyarakat, membangun Sekolah Rakyat, serta rutin menggelar job fair (bursa kerja) secara berkala.
Selain menggenjot sektor ekonomi dan pendidikan, pembenahan internal terkait akurasi data kemiskinan juga menjadi fokus utama Pemkab Madiun. Evaluasi ketat terhadap data penerima bantuan sosial (bansos) akan segera dilakukan.
"Kita lakukan verifikasi agar Pak Bupati bisa mengambil intervensi yang tepat. Salah satunya, sudah ada kesepakatan bersama dengan pihak terkait untuk melakukan stikerisasi bagi rumah tangga penerima bantuan. Langkah ini diambil agar bantuan yang dikucurkan benar-benar tepat sasaran," tegas Wabup.
Di sisi lain, tim ahli dari Universitas Brawijaya menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa bertumpu pada pundak pimpinan daerah semata. Dibutuhkan kerja sama solid dari semua pihak melalui konsep pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis, dan media).
Senada dengan hal tersebut, BPS Kabupaten Madiun turut memberikan sejumlah usulan strategis. Pihak BPS juga mengharapkan dukungan penuh (support) dari Pemerintah Daerah karena dalam waktu dekat akan melaksanakan Sensus Ekonomi.
Akurasi data dari sensus tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi kompas utama agar program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Madiun berjalan maksimal, efektif, dan tepat sasaran.(ir)
Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo). Kegiatan digelar di Ruang Angling Dharma Lt. 2 Pemkab Bojonegoro, Selasa (26/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho, serta beberapa kepala OPD lain seperti Kepala Dinas Budpar, dan BRIDA.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya semangat belajar dan kolaborasi untuk memajukan pendidikan di Bojonegoro. Menurutnya, pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam membangun dunia pendidikan yang semakin baik dan mendekati sempurna, terutama dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh warga negara.
“Kita harus terus belajar dan berbenah agar pendidikan Bojonegoro menjadi lebih baik lagi. Setidaknya kita harus mampu memberikan hak warga negara untuk mengenyam pendidikan,” ungkapnya.
Bupati juga menegaskan bahwa penanganan ATS tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Mengatasi ATS tidak bisa sendirian. Kebijakan Pemda harus menjadi amanah dan mampu menumbuhkan keterlibatan elemen lainnya. Saya juga akan sering turun ke lapangan, terutama di wilayah-wilayah tertentu, karena masih ada anak-anak yang belum sekolah bahkan tidak mau keluar rumah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Setyo Wahono.
Selain itu, ia berharap kegiatan crowdsourcing ide pendidikan ini mampu melahirkan solusi konkret dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus mendorong lahirnya kompetisi dan inovasi pendidikan di Bojonegoro.
“Harapannya, forum ini bisa memberikan solusi nyata terhadap perencanaan dan penganggaran Pemda, sekaligus melahirkan kompetisi dan inovasi demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” pungkasnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan, inovasi, dan ide yang diberikan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi urusan jenjang tertentu saja.
“Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini adalah PR bersama. Pendidikan tidak hanya milik SMA, SMP, SD maupun TK, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Terima kasih atas masukan dan inovasi yang diberikan demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” ujarnya.
Anwar juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius di Bojonegoro. Berdasarkan data terakhir, terdapat ribuan ATS yang membutuhkan perhatian bersama. “Kalau sesuai hasil terakhir kami, masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini perlu kerja sama semua pihak agar ke depan ATS di Bojonegoro segera dapat dituntaskan,” tambahnya.
"Mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Meningkatkan kerukunan dan semangat gotong royong, untuk Kabupaten Madiun Bersahaja"
Iki Radio – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bergerak cepat memastikan kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini diwujudkan melalui agenda pembinaan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Pimpinan Yayasan Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) agar operasional dapur MBG berjalan optimal sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
Acara berlangsung di Aula PDAM Tirta Dharma Purbaya Kabupaten Madiun Senin (25/05/2026) dihadiri Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, serta jajaran Forkopimda yang sekaligus bertindak sebagai pemateri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, kepala OPD terkait, Direktur PDAM Imansyah Novianto, S.T., serta jajaran Kepala SPPG dan BGN.
Dalam laporan pembuka, Kepala Bapperida Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo, memaparkan perkembangan signifikan terkait kesiapan infrastruktur pemenuhan gizi di wilayah Kabupaten Madiun per Mei 2026.
Saat ini, di Kabupaten Madiun telah terdapat 55 titik SPPG aktif, dengan total penerima manfaat 142.638 orang. Selain itu masih ada 1 titik SPPG yang masih tahap persiapan dan 6 titik SPPG aset Pemda yang masih tahap pembangunan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa pendirian SPPG ini merupakan wujud kolaborasi penting dalam mendukung program nasional pemenuhan gizi anak, yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Ini tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak harus sehat agar mampu mencapai cita-cita mereka. Layanan SPPG harus sesuai SOP Badan Gizi Nasional," tegas Bupati Madiun.
Selain menekankan kedisiplinan dan komitmen terhadap SOP, Bupati Hari Wuryanto juga menginstruksikan agar program MBG ini memanfaatkan potensi dan produk lokal. Langkah ini dinilai strategis untuk memutar roda perekonomian di Kabupaten Madiun.
"Salah satunya dengan memakai produk air mineral dari PDAM yaitu 'Yoiki'. Ini juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi dan sinergi nyata antar-instansi di daerah," pungkasnya.(ir)
Copyright © Iki Radio. Designed by PT IKI MEDIA PERKASA
