Iki Terbaru/Paling Greeess

5 Film Indonesia Terlaris 2025, Animasi Jumbo Cetak Sejarah

Iki Radio - Tidak terasa tahun 2025 akan segera berakhir. Tahun ini menjadi jadi tahun emas bagi industri perfilman Tanah Air.

Bioskop kita dibanjiri karya-karya lokal yang kualitasnya tak main-main. Mulai dari animasi yang bikin bangga, komedi yang mengocok perut, hingga teror horor yang bikin susah tidur.

Penasaran film apa saja yang berhasil menduduki puncak box office tahun ini? Yuk, simak Kaleidoskop Film Indonesia Terlaris 2025 berikut ini!

1. Jumbo (10,2 Juta Penonton)

Siapa sangka film animasi bisa jadi juara? Jumbo sukses mencetak sejarah baru dan mematahkan stigma kalau animasi lokal itu sulit berkembang. Debut penyutradaraan Ryan Adryandhi di bawah bendera Visinema Animation ini berhasil meraup angka fantastis, yakni 10,2 juta penonton.

Film ini berkisah tentang Don, seorang anak laki-laki yang menyukai dongeng dan harus berpetualang memecahkan misteri. Dengan deretan pengisi suara papan atas seperti Ariel NOAH hingga Bunga Citra Lestari, Jumbo menyajikan visual dan cerita yang menyentuh hati semua umur.

2. Agak Laen: Menyala Pantiku! (9,3 Juta Penonton)

Pasukan bermarga kembali berulah! Rumah produksi Imajinari kembali tersenyum lebar setelah sekuel Agak Laen ini sukses besar. Hingga Sabtu (27/12/2025), film yang disutradarai oleh Muhadkly Acho ini tercatat telah menghibur 9.375.190 penonton.

Kali ini, kuartet Boris Bokir, Indra Jegel, Oki Rengga, dan Bene Dion harus menyamar ke sebuah panti jompo (panti wreda). Kekuatan IP (Intellectual Property) mereka terbukti masih sangat "menyala" dan relevan dengan humor yang dekat dengan masyarakat.

3. Pabrik Gula (4,7 Juta Penonton)

Masih ingat dengan fenomena KKN di Desa Penari? Kali ini, utas viral karya SimpleMan kembali diangkat ke layar lebar lewat film Pabrik Gula.

Digarap oleh tangan dingin sutradara Awi Suryadi bersama MD Pictures, film ini sukses menjadi horor terlaris tahun 2025 dengan total 4,7 juta penonton.

Film yang meramaikan momen Lebaran ini menceritakan teror di sebuah pabrik gula tua. Para buruh musiman harus menghadapi entitas gaib dari kerajaan "demit" yang murka. Akting memukau dari para pemain muda bikin suasana makin mencekam.

4. Petaka Gunung Gede (3,2 Juta Penonton)

Petaka Gunung Gede garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis berhasil mengumpulkan 3,2 juta penonton. Film produksi Starvision ini diadaptasi dari kisah nyata tragis yang dialami pendaki bernama Maya dan Ita pada tahun 2007 silam.

Ceritanya menyoroti pelanggaran mitos dan tabu saat mendaki gunung yang berujung pada teror mistis tak berkesudahan. Kisah yang relate dengan anak gunung ini sukses bikin penonton penasaran.

5. Sore: Istri dari Masa Depan (3,1 Juta Penonton)

Enggak cuma horor dan komedi, genre sci-fi romance juga punya tempat di hati penonton tahun ini. Sore: Istri dari Masa Depan sukses membius 3,1 juta penonton. Film arahan sutradara Yandy Laurens ini mempertemukan chemistry apik antara Dion Wiyoko dan Sheila Dara.

Ceritanya yang unik tentang seorang istri yang datang dari masa depan untuk mengubah nasib suaminya ini dipuji karena visualnya yang estetik dan alur cerita yang hangat (dan bikin baper!).(grid.id)

1 Juta Liter Air Bersih Datang, Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang kembali Bangkit

Iki Radio - Ketersediaan air bersih dan akses komunikasi bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang mulai kembali normal. Setelah beberapa waktu mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat kini dapat kembali menggunakan air untuk minum, memasak, beribadah, serta menghubungi keluarga.

Sebanyak kurang lebih 1 juta liter air bersih yang diangkut 118 mobil tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter telah dikirim ke sejumlah wilayah yang sumber airnya tercemar akibat banjir. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama sepekan guna memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

Seiring dengan itu, jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak juga berangsur pulih. Warga kini dapat kembali mengakses informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mengurus berbagai kebutuhan dasar yang sebelumnya terhambat.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa upaya pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat.

“Hari ini kami memberangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi bersama mitra. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita di wilayah terdampak, khususnya Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (28/12/2025).

Selain air bersih, bantuan yang disalurkan meliputi obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya. Alat berat dan sumur bor juga disiapkan untuk membantu pembersihan lumpur dan pemulihan lingkungan permukiman warga.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Meutya menambahkan, progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen. Namun, di beberapa daerah seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, kualitas jaringan masih bergantung pada ketersediaan pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.

“Pemulihan jaringan sangat bergantung pada pasokan listrik. Kami terus memantau dan mempercepat pemulihan di titik-titik tersebut,” jelasnya.

Kemkomdigi memastikan akan terus mengawal pemulihan konektivitas agar warga tetap memperoleh informasi darurat, layanan publik berjalan dengan baik, serta komunikasi keluarga tetap terjaga pascabanjir.

Bupati Ipuk Angkat 4.888 Honorer Banyuwangi Jadi PPPK Paruh Waktu

Iki Radio - Senyum dan tangis haru menyelimuti para ribuan tenaga honorer di Kabupaten Banyuwangi saat penyerahan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, di Kawasan GOR Tawangalun, Banyuwangi, Minggu (28/12/2025), Setelah pengabdian bertahun-tahun 4.888 honorer akhirnya resmi diangkat PPPK Paruh Waktu.

Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu turut disaksikan langsung oleh keluarga para honorer yang turut hadir menyaksikan momen bahagia tersebut. Dengan pengangkatan ini, para honorer resmi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Banyak dari mereka tak kuasa menahan tangis. Kebahagiaan juga terlihat pada anak, istri, dan orang tua memeluk para penerima SK penuh haru, karena tidak sedikit dari mereka yang tak lagi muda.

“Hari ini saya sangat bahagia, anak-anak saya juga. Terima kasih Emakku Bupati Ipuk,” ujar Mislatin, dengan mata berkaca-kaca.

Mislatin yang kini berusia 57 tahun merupakan tenaga administrasi di Puskesmas Singotrunan yang telah mengabdikan diri lebih dari 28 tahun.

Wanita yang akrab disapa Mbok Rehana ini tak kuasa menahan tangis haru usai menerima SK pengangkatan yang selama ini dinantikan.

Hal serupa disampaikan Nandang Prihatining Tyas (32), bidan Tenaga Latihan Kerja (TLK) di Puskesmas Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Dia mengaku bersyukur akhirnya mendapat kepastian status setelah bertahun-tahun mengabdi di wilayah pelosok ujung selatan Banyuwangi.

Bupati Ipuk mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tenaga honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi dan berkontribusi besar dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan di Banyuwangi.

"Pemkab telah memutuskan honorer yang tersisa sebanyak 4.888 orang kita angkat menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini merupakan bentuk kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Selamat kepada bapak dan ibu semua,” ujar Ipuk di hadapan ribuan PPPK Paruh Waktu yang baru saja terima SK.

Dari total 4.888 PPPK Paruh Waktu yang diangkat, terdiri atas 1.539 tenaga guru, 259 tenaga kesehatan, serta 3.090 tenaga teknis dan administrasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

Bupati Ipuk menjelaskan, saat ini total ASN di Kabupaten Banyuwangi mencapai 15.411 orang, terdiri dari 6.218 PNS, 4.305 PPPK dan 4.888 PPPK Paruh Waktu.

Meski menghadapi tantangan fiskal pada 2026, di mana dana transfer pusat ke daerah dipangkas hingga Rp 665 miliar, Ipuk menegaskan Pemkab Banyuwangi tetap memprioritaskan pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

“Pembangunan tidak boleh meninggalkan satu pun manusianya, termasuk para PPPK,” ujarnya.

Ia menambahkan, mulai 1 Januari 2026, para PPPK Paruh Waktu akan menerima penghasilan bulanan tetap dengan besaran yang jelas, setelah sebelumnya banyak honorer hanya menerima honor sukarela tanpa kepastian.

“Semoga ini membawa berkah bagi Bapak Ibu sekalian dan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Layanan Tabungan dan Asuransi Pensiun (TASPEN) Jember sebagai penyelenggara Jaminan Sosial Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menjamin perlindungan sosial dan jaminan hari tua bagi PPPK.

“Kami ingin Bapak Ibu bekerja dengan tenang, mengabdi dengan rasa aman, dan menatap masa depan dengan harapan,” ungkap Ipuk. (*)

Pasca Banjir Sumatra, Kementerian ESDM Kirim Seribu Genset untuk Desa yang belum Menyala Listriknya

Iki Radio - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, masih ada 224 desa di Provinsi Aceh belum teraliri listrik pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang berlangsung pada penghujung November.

“Dalam catatan kami, masih ada 224 desa di Provinsi Aceh yang belum teraliri listrik,” ucap Bahlil Lahadalia melalui keterangan resmi, Sabtu (27/12/2025).

Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, desa-desa tersebut berlokasi sekitar 10 kabupaten yang infrastrukturnya masih dalam proses perbaikan, termasuk Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. 

 “Nah, dalam rangka bagaimana memberikan pelayanan maksimal, kami rapat dengan tim, bicara sama PLN,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian ESDM mengirim bantuan berupa seribu unit genset serta 3 ribu unit kompor gas bagi warga yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar.

 “Maka atas arahan Bapak Presiden, kami mencoba mengoptimalkan seluruh kekuatan negara, maka Kementerian ESDM hari ini mengirimkan seribu unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5–7 kVA,” ucap Bahlil.

Bantuan genset dikirim menggunakan pesawat Hercules Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Bahlil menegaskan, seribu genset yang dikirimkan saat ini masih tahap pertama. Selama infrastruktur kelistrikan di kawasan tersebut belum pulih, tutur dia, Kementerian ESDM akan terus melakukan intervensi, seperti mengirim bantuan berupa genset.

Terkait pasokan solar untuk seribu genset tersebut, Bahlil menyampaikan sudah membuat tim terpadu dengan Pertamina Patra Niaga.  

“Teman-teman Pertamina Patra Niaga yang akan memasok BBM-nya agar saudara-saudara kita yang kena musibah bisa cepat merasakan pelayanan negara, khususnya di sektor energi,” kata Menteri ESDM.

Warga Klegen Kota Madiun Ditemukan Tewas Membusuk Dalam Rumah

Iki Radio - Warga Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (28/12/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Inting Subagyo Agus Widodo (71), seorang pensiunan yang tinggal di rumah Jalan Jaya Nomor 17B, Kelurahan Klegen. Jenazah korban pertama kali diketahui warga setelah mencium bau menyengat yang berasal dari dalam rumah korban.

Kapolsek Kartoharjo bersama tim Inafis Satreskrim dan Dokkes Polres Madiun Kota segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat dilakukan pengecekan melalui ventilasi kamar, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh telah membusuk dan dikerumuni belatung.

Berdasarkan keterangan para saksi, bau menyengat awalnya dikira berasal dari bangkai hewan.

Namun setelah ditelusuri bersama warga, sumber bau diketahui berasal dari salah satu kamar di rumah korban yang dalam kondisi terkunci dari dalam.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. memastikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil olah TKP dan pemeriksaan medis luar menunjukkan tidak adanya tanda kekerasan maupun penganiayaan. Rumah korban juga dalam kondisi terkunci rapi tanpa kerusakan. Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena faktor usia dan kemungkinan sakit,” jelas AKBP Wiwin Junianto.

Ia menambahkan, pihak keluarga korban telah menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi.

“Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Proses hukum dihentikan karena tidak ada unsur pidana dan keluarga menerima dengan ikhlas,” imbuhnya.

Diketahui, korban sempat terlihat oleh warga sekitar dalam kondisi pucat beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soedono Madiun untuk dilakukan pemeriksaan medis luar.

Polres Madiun Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga sekitar, khususnya lansia yang tinggal seorang diri.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada warga lanjut usia yang tinggal sendiri dan jarang terlihat, mohon segera dikoordinasikan dengan RT atau pihak terkait,” pungkas Kapolres.(hms)

Gelar Gandrung dari Masa ke Masa, Kompetisi Tari Gandrung Banyuwangi Diikuti Ribuan Peserta dari Jawa - Bali

Iki Radio - Sebagai upaya melestarikan sekaligus mempromosikan Tari Gandrung secara berkelanjutan, Banyuwangi menggelar kompetisi Tari gandrung yang dikemas dalam Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa”. Kompetisi ini diikuti ribuan peserta yang berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali.

Festival Tari Gandrung “Dari Masa ke Masa” berlangsung selama tiga hari mulai 24-26 Desember di Gelanggang Kesenian Banyuwangi (Gesibu). Event ini diikuti 1500 peserta mulai dari tingkat TK-SMA dan umum. Ada yang dari Jogja, Gresik, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, hingga Bali.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan Tari Gandrung adalah identitas budaya Banyuwangi yang sarat makna sejarah, filosofi, dan nilai kebersamaan. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya melestarikan warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

“Lomba ini Juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan seni tradisi,” kata Ipuk, Sabtu (27/12/2025).

Ipuk menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas upaya dan dukungan berbagai pihak yang secara konsisten melakukan regenerasi penari Gandrung serta mempromosikan Gandrung hingga ke kancah nasional dan internasional. 

“Terima kasih pada semua pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini,” ujar Ipuk.

Inisiator sekaligus penyelenggara Festival Gandrung “Dari Masa ke Masa” Sabar Haryanto, mengatakan event ini metupakan tahun ketiga penyelengaraan. Setiap tahunnya ribuan peserta berpartisipasi dalam lomba ini.

“Sebagai pegiat seni daerah ini adalah bentuk dukungan dan partisipasi kami bersama -sama dengan pemerintah untuk terus menghidupkan dan melestarikan Gandrung khususnya pada generasi muda,” kata Sabar yang juga Pengasuh Sangar Tari Lang Lang Buana Banyuwangi.

Pada tahun ini pihaknya sengaja mengundang sanggar dan komunitas Tari dari sejumlah daerah untuk ikut berpartisipasi karena Tari Gandrung sudah banyak ditarikan oleh penari di luar daerah. 

“Alhamdulillah peserta lomba dari luar kota cukup banyak, padahal kami hanya berkabar melalui surat. Ini menunjukkan kalau Tari Gandrung memang sudah familiar bagi mereka,” katanya.

Ada delapan variasi tari Gandrung yang dibawakan oleh para peseta dalam kompetisi tersebut. Yakni Gandrung Seblang Lukinto, Gandrung Gurit Mangir, Gandrung Jaran Dawuk, Gandrung Variasi, Gandrung Sri Dewi, Gandrung Kembang Menur, Gandrung Marsan.

“Kompetisi ini juga sebagai cara mengenalkan berbagai jenis atau variasi Tarian Gandrung. Karena Tari Gandrung punya banyak variasi yang berkembang sesuai konteks budaya, cerita rakyat, maupun kreativitas seniman,” terang Sabar.

Salah satu pelatih Tari dari Lumajang Nasseh, mengatakan ia menurunkan dua grup untuk mengikuti kompetisi di Banyuwangi. Tari Gandrung telah menjadi tarian yang biasa ditarikan di komunitasnya.

“Kami berlatih khusus untuk kompetisi mulai November. Tapi tidak terlalu kesulitan karena teman-teman sudah mengenal Gandrung,” ujarnya.

Sementara itu salah satu penarinya Ikrom, pelajar kelas 9 SMPN 1 Tempeh Lumajang mengaku sangat senang bisa mengikuti Lomba Tari Gandrung di Banyuwangi. Dengan basic penari berbagai genre, ia tidak begitu kesulitan untuk menari Gandrung.

“Gerakannya susah-susah gampang saat latihan, tapi bersyukur bisa, dan masuk final,” ujar Ikrom yang membawakan Tari Gandrung Marsan atau Tari Gandrung yang khusus dibawakan oleh laki-laki. (*)

Wakil Ketua DPRD Jatim Salurkan 78 Alat Bantu Disabilitas di Trenggalek

Iki Radio - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menyalurkan bantuan alat bantu disabilitas dari Dinas Sosial Provinsi Jatim kepada warga Kabupaten Trenggalek. Bantuan ini menyasar penyandang disabilitas dan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan alat bantu mobilitas dalam aktivitas sehari-hari.

“Bantuan ini berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan disalurkan melalui usulan yang kami ajukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di Trenggalek,” ujar Deni Wicaksono saat penyerahan bantuan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek, Jumat (26/12).

Deni mengatakan, penyaluran bantuan alar bantu disabilitas ini total penerima manfaat pada penyaluran tahap ini sebanyak 68 orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Trenggalek dan telah melalui proses pendataan serta verifikasi.

“Jumlah penerima ada 68 orang dengan jenis bantuan yang disesuaikan kondisi masing-masing penerima agar benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi 45 unit kursi roda standar, 18 unit kursi roda multiguna tiga fungsi, 8 kaki palsu dan satu unit kursi roda khusus cerebral palsy. Selain itu juga diserahkan tiga pasang kruk, satu unit walker, serta alat bantu lainnya sesuai kebutuhan. Selain itu 8 kaki palsu yg akan disalurkan berikutnya krn msh dalam proses pembuatan.

Menurut anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim ini, penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen DPRD Jawa Timur dalam mendorong pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas. Dia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah penting agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan negara hadir, tidak hanya lewat kebijakan, tapi juga melalui tindakan nyata di lapangan. Karena itu kami bekerja sama dengan Dinsos agar pendataan dan penyalurannya akurat,” ucap dia.

Deni menyampaikan penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan sosial yang lebih inklusif. Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu meningkatkan mobilitas dan kemandirian penerima dalam aktivitas sehari-hari.

“Harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat perlindungan sosial,” kata Deni.

Sekertaris DPD PDIP Jatim ini juga mengkritisi masih adanya keterbatasan akses dan fasilitas bagi penyandang disabilitas di sejumlah daerah. Dia berharap bantuan alat bantu ini bisa menjadi pemantik bagi penguatan layanan sosial yang lebih inklusif.

“Ini merupakan bagian dari upaya membangun keadilan sosial. Ke depan kami akan terus mendorong peningkatan layanan dan anggaran agar kebutuhan penyandang disabilitas bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkas Deni.

Peran Komunikasi Organisasi dalam Meningkatkan SDM

Iki Radio - Perkembangan dunia kerja pada era globalisasi dan digitalisasi membawa perubahan besar dalam cara organisasi mengelola sumber daya manusia (SDM).

Aisyah N Rizqiyah

Persaingan yang semakin ketat, kemajuan teknologi, serta tuntutan kinerja yang tinggi memaksa organisasi untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian target bisnis, tetapi juga pada penguatan kualitas manusia di dalamnya.

SDM kini dipandang sebagai aset strategis yang menentukan keberhasilan organisasi dalam jangka panjang, bukan sekadar faktor pendukung operasional. Namun, peningkatan kualitas SDM tidak selalu berjalan seiring dengan pelatihan dan teknologi. Banyak organisasi masih menghadapi persoalan rendahnya produktivitas, lemahnya kolaborasi tim, hingga menurunnya loyalitas karyawan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa permasalahan SDM sering kali berakar pada aspek non-teknis, salah satunya adalah komunikasi organisasi yang kurang efektif. Ketika informasi tidak tersampaikan dengan jelas, tujuan organisasi tidak dipahami secara utuh, dan ruang dialog tidak tersedia, potensi SDM menjadi sulit berkembang secara optimal.

Komunikasi organisasi memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan manajemen dan pelaksanaan di lapangan. Melalui komunikasi yang baik, nilai, visi, dan arah organisasi dapat dipahami oleh seluruh anggota secara konsisten. Sebaliknya, komunikasi yang tertutup dan satu arah berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, konflik internal, serta menurunkan motivasi kerja.

Dalam konteks organisasi modern yang semakin beragam, baik dari sisi latar belakang SDM maupun pola kerja dan tantangan komunikasi menjadi semakin kompleks dan membutuhkan perhatian serius. Isu komunikasi organisasi juga semakin relevan di tengah perubahan pola kerja, seperti penerapan kerja fleksibel dan pemanfaatan teknologi digital.

Interaksi yang sebelumnya terjadi secara langsung kini banyak dilakukan melalui media daring, sehingga menuntut kemampuan komunikasi yang lebih adaptif dan terstruktur. Tanpa strategi komunikasi yang tepat, organisasi berisiko kehilangan keterikatan karyawan (employee engagement) yang berdampak langsung pada kualitas kinerja SDM.

Berdasarkan kondisi tersebut, komunikasi organisasi tidak dapat dipandang sebagai aktivitas rutin semata, melainkan sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas SDM. Oleh karena itu, pembahasan mengenai peran komunikasi organisasi menjadi penting untuk memahami bagaimana proses komunikasi yang efektif dapat mendorong pengembangan kompetensi, sikap profesional, dan kinerja SDM secara berkelanjutan.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk memahami secara mendalam peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan untuk mengukur hubungan antarvariabel secara kuantitatif. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat mengkaji konsep, teori, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan sehingga diperoleh pemahaman yang komprehensif dan kontekstual sesuai dengan kondisi organisasi saat ini.

Objek penelitian dalam artikel ini adalah komunikasi organisasi yang dikaitkan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Fokus penelitian diarahkan pada proses komunikasi yang terjadi di dalam organisasi, peran pimpinan dan karyawan dalam komunikasi tersebut, serta dampak komunikasi organisasi terhadap motivasi, pemahaman kerja, dan kinerja SDM. Penentuan fokus ini bertujuan untuk memperjelas ruang lingkup penelitian agar pembahasan tetap terarah dan tidak meluas ke aspek di luar tujuan penelitian.

Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan cara mengelompokkan informasi berdasarkan tema-tema tertentu, membandingkan pandangan dari berbagai sumber, serta menafsirkan hubungan antara komunikasi organisasi dan kualitas sumber daya manusia. Untuk memperjelas alur pembahasan, kerangka analisis 5W+1H digunakan sebagai panduan agar pembahasan tersusun secara sistematis dan mudah dipahami.

Pembahasan

Pertama, What (Apa yang dimaksud dengan komunikasi organisasi?). Komunikasi organisasi adalah proses pertukaran informasi, gagasan, dan makna yang terjadi di dalam suatu organisasi, baik secara formal maupun informal. Proses ini mencakup komunikasi vertikal, horizontal, hingga diagonal yang bertujuan menyelaraskan pekerjaan individu dengan tujuan organisasi. Komunikasi yang efektif memungkinkan setiap anggota organisasi memahami perannya, tanggung jawabnya, serta arah kebijakan yang ditetapkan.

Kedua, Why (Mengapa komunikasi organisasi penting bagi peningkatan SDM?). Komunikasi organisasi memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM karena menjadi sarana utama pembentukan sikap, perilaku, dan budaya kerja. SDM yang unggul tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh pemahaman terhadap nilai organisasi, kemampuan bekerja sama, dan kesiapan menghadapi perubahan. Tanpa komunikasi yang jelas dan terbuka, potensi SDM sulit berkembang secara optimal, bahkan dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak pada menurunnya kinerja.

Ketiga, Who (Siapa yang terlibat dalam komunikasi organisasi?). Seluruh elemen organisasi terlibat dalam proses komunikasi, mulai dari pimpinan puncak, manajer, hingga karyawan di level operasional. Pimpinan berperan sebagai komunikator utama yang menentukan arah dan pesan strategis, sementara karyawan berperan sebagai penerima sekaligus pemberi umpan balik. Ketika setiap pihak terlibat aktif dalam komunikasi dua arah, organisasi dapat menciptakan SDM yang lebih partisipatif dan bertanggung jawab.

Keempat, Where (Di mana komunikasi organisasi berlangsung?). Komunikasi organisasi berlangsung di berbagai ruang, baik fisik maupun digital. Rapat kerja, diskusi informal, pelatihan, hingga percakapan melalui platform daring seperti email dan aplikasi kolaborasi menjadi media komunikasi sehari-hari. Dalam konteks kerja modern dan fleksibel, kemampuan organisasi mengelola komunikasi lintas ruang menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan keterlibatan SDM.

Kelima, When (Kapan komunikasi organisasi berperan penting?). Komunikasi organisasi berperan krusial terutama saat organisasi menghadapi perubahan, seperti restrukturisasi, penerapan teknologi baru, atau krisis internal. Pada momen-momen tersebut, komunikasi yang transparan dan konsisten membantu SDM memahami situasi, mengurangi resistensi, serta menjaga motivasi kerja. Tanpa komunikasi yang baik, perubahan justru berpotensi menurunkan kinerja dan loyalitas karyawan.

Keenam, How (Bagaimana komunikasi organisasi meningkatkan kualitas SDM?). Komunikasi organisasi yang efektif mendorong peningkatan SDM melalui beberapa cara. Pertama, komunikasi yang terbuka menciptakan iklim kerja yang sehat sehingga karyawan merasa dihargai dan didengar. Kedua, penyampaian umpan balik yang konstruktif membantu SDM memahami kelebihan dan area yang perlu dikembangkan. Ketiga, komunikasi yang selaras dengan nilai organisasi mampu menanamkan budaya kerja positif yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja dan profesionalisme SDM.

Komunikasi organisasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui komunikasi yang efektif, organisasi dapat membangun pemahaman bersama, meningkatkan motivasi, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan potensi SDM secara berkelanjutan. Kualitas SDM yang unggul tidak hanya lahir dari pelatihan dan pendidikan, tetapi juga dari komunikasi yang mampu menghubungkan visi organisasi dengan peran individu di dalamnya.

Sebagai saran, organisasi perlu menjadikan komunikasi sebagai bagian dari strategi pengelolaan SDM, bukan sekadar aktivitas pendukung. Pimpinan diharapkan mampu menjadi teladan dalam komunikasi yang terbuka dan inklusif, sementara organisasi perlu memanfaatkan teknologi komunikasi secara bijak untuk memperkuat keterlibatan karyawan. Dengan demikian, komunikasi organisasi dapat berfungsi optimal sebagai penggerak utama peningkatan kualitas SDM di era yang terus berubah.


Oleh : Aisyah N Rizqiyah

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya

Penulis adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, sedang menempuh mata Kuliah Komunikasi Organisasi dengan Dosen Pengampu Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A

Tetap Jadi Pilihan Liburan, Penginapan dan Destinasi Wisata Banyuwangi Dipadati Wisatawan Selama Nataru

Iki Radio - Kabupaten Banyuwangi tetap menjadi pilihan bagi wisatawan untuk menghabiskan liburan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penginapan baik hotel maupun homestay serta berbagai destinasi wisata di Banyuwangi dipadati wisatawan. 

“Alhamdulillah masa liburan sekolah dan nataru kali ini Banyuwangi tetap menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur. Ini membawa berkah bagi masyarakat Banyuwangi. Semua destinasi wisata ramai. Hotel hingga homestay juga penuh, bahkan ada yang full booked sampai awal 2026,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (27/12/2025).

Ipuk kembali mengingatkan kepada para pelaku wisata baik penginapan maupun destinasi, untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan. 

"Pemkab juga telah menerjunkan tim monitoring yang bertugas melakukan pengecekan rutin ke seluruh destinasi wisata," kata Ipuk.

Sebelumnya Pemkab telah melakukan berbagai persiapan aspek hospitality menyambut Libur Nataru. Seluruh Pokdarwis sudah berkonsolidasi dengan pemkab. Mulai dari kesiapan destinasi, atraksi wisata, hingga antisipasi lonjakan pengunjung.

Sejak masa libur sekolah mulai, Senin (22/12/2025) hingga Jumat (26/12/2025), keterisian hunian hotel meningkat. Rata-rata okupansi hotel tercatat di kisaran 83 hingga 100 persen. Bahkan, beberapa hotel dan vila telah fully booked hingga awal Januari 2026. 

“Kamar kami sudah fully booked sejak awal Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Mayoritas tamu berasal dari luar kota,” kata Executive Marketing Villa So Long, Imam Solehan.

Para wisatawan juga terlihat mengunjungi sejumlah wisata di wilayah kota. Salah satunya Putri asal Surabaya yang sedang menikmati Pantai Pulau Santen. 

"Banyuwangi tetap jadi pilihan liburan, selalu ada yang baru. Seperti Pulau Santen yang saya lihat di Tiktok, saya tertarik ke sini sama keluarga. Pantainya rindang dan relatif bersih,," kata Putri. 

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan berdasarkan data sejumlah hotel bahkan mencatat okupansi maksimal.

Lintang Luku Resort dan Teras Hotel okupansinya mencapai 100 persen. Disusul Hotel Ketapang Indah dan Surya Jajag masing-masing 99 persen, Hotel Kokoon 87 persen, El Hotel 83 persen, dan Ilira 82 persen. 

"Termasuk hunian homestay juga mengalami peningkatan," kata Taufik.

Taufik mengatakan wisatawan yang datang baik domestik maupun mancanegara, untuk menghabiskan libur akhir tahun di Banyuwangi.

Lonjakan kunjungan juga tercatat di hampir seluruh destinasi wisata. Bahkan, peningkatan pengunjung sudah terjadi sejak awal libur sekolah pada 22 Desember 2025.

“Rata-rata destinasi mengalami kenaikan kunjungan hingga 100 persen. Sejak 22 hingga 25 Desember kunjungan beberapa destinasi berdasarkan tiket masuk mencapai 21.553 pengunjung. Itu masih belum semua data masuk. Jumlah kunjungan akan terus meningkat hingga tahun baru," ungkap Taufik.

Seperti di kawasan wisata Ijen, yang menawarkan berbagai daya tarik, mulai dari Kawah Ijen, Taman Gandrung Terakota, Banyu Kuwung, Pemandian Alam Jopuro, Sendang Seruni, dan lainnya dalam tiap hari dikunjungi ribuan pengunjung. 

"Tercatat selama lima hari (22-27 Desember 2025) wisatawan yang naik Ijen hampir 5 ribu wisatawan," kata Taufik.

Demikian juga kunjungan destinasi lainnya seperti Pantai Grand Watu Dodol, Pantai Cacala, Pantai Pulau Merah, hingga Pulau Bedil juga meningkat. (*)

Pemkab Siak Gelar Kaleidoskop 2025, Wujud Keterbukaan Informasi Publik

Iki Radio - Bupati Siak Afni Zulkifli menutup akhir tahun 2025 dengan menghadirkan terobosan baru berupa kegiatan Kaleidoskop 2025 yang untuk pertama kalinya digelar terbuka bagi publik. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pejabat teras Pemerintah Kabupaten Siak sebagai sarana transparansi dan pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah.

Bupati Siak Afni dan Wakil Bupati Syamsurizal

Sebagai mantan jurnalis, Afni menilai Kaleidoskop 2025 menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana target dan program kerja Pemkab Siak yang telah berjalan selama lebih dari enam bulan masa kepemimpinannya.

Tradisi baru ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Kami mengundang seluruh pihak, mulai dari insan pers, NGO, organisasi masyarakat, siapa pun, bahkan ASN, pegawai honorer atau THL yang ingin mengetahui data dan informasi apa adanya. Semua nanti wajib hadir mulai dari Bupati, Wabup, Sekda, seluruh Kepala OPD, BUMD, dan lainnya. Tidak ada yang perlu disembunyikan, karena rakyat berhak tahu,” kata Afni, Sabtu (27/12/2025).

Afni menjelaskan, Kaleidoskop 2025 akan digelar pada 29 Desember 2025 di Gedung Datuk Empat Suku, Rumah Dinas Bupati Siak atau Rumah Rakyat. Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Siak akan memaparkan laporan keuangan, progres capaian pembangunan sepanjang 2025, serta berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum. Siapa pun boleh datang. Insyaallah, termasuk data kondisi kas Pemerintah Kabupaten Siak juga akan kami sampaikan, termasuk tampilan rekening terakhirnya,” ujar dia.

Menurut Afni, kegiatan ini juga menjadi penegasan bahwa penyerapan anggaran Pemkab Siak sepanjang 2025 berjalan dengan baik dan telah mendapat pengakuan dari Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, penyerapan anggaran kita baik. Tidak ada dana yang mengendap, kecuali sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang akan dibayarkan di awal tahun,” jelas dia.

Lebih lanjut, Afni mengungkapkan bahwa sejak dilantik sebagai Bupati Siak pada 4 Juni 2025, Pemkab Siak telah mencicil utang tahun 2024 hampir Rp200 miliar. Namun demikian, masih terdapat sisa utang sekitar Rp120 miliar yang belum dapat dibayarkan.

“Tidak ada satu pun proyek tahun 2025 yang dilelang sebelum kami dilantik yang bisa kami bayarkan. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, supaya tidak menimbulkan efek domino yang harus dirasakan masyarakat bertahun-tahun,” kata dia.

Afni mengakui kondisi fiskal daerah masih mengalami tekanan akibat beban utang dan defisit anggaran, meskipun Pemkab Siak telah melakukan efisiensi hingga sekitar Rp800 miliar. Tekanan tersebut diperberat dengan adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat di akhir tahun.

“Kami masih terus mengonfirmasi ke Kementerian Keuangan karena ini bukan permintaan tambahan, melainkan dana bagi hasil dari sumber daya alam daerah. Transparansi bukan hanya kewajiban pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat, agar kami punya jawaban ketika rakyat bertanya mengapa hak-hak mereka tidak terbayarkan,” tegas Afni.

Meski demikian, Afni memastikan Pemkab Siak akan terus berikhtiar meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melanjutkan efisiensi anggaran, serta tetap menjalankan program pembangunan, khususnya infrastruktur, sesuai arahan dan mandat Presiden, dengan tetap menjaga keterbukaan informasi kepada publik.

close
Pasang Iklan Disini