Iki Terbaru/Paling Greeess

Top

Tanpa Stuntman, Davina Karamoy Langsung Jalani Adegan Ekstrem di Hari Pertama Syuting Kuncen

Iki Radio - Davina Karamoy menceritakan pengalamannya menjalani adegan ekstrem saat syuting film horor Kuncen. Bahkan, ia tak menggunakan aktor pengganti saat melakukan hal tersebut.

Aktris muda Davina Karamoy didapuk menjadi salah satu pemeran film horor baru, Kuncen. Dalam film garapan HERS Production dan Cinevara Studio ini, Davina menunjukkan kemampuan aktingnya lewat peran Diska.

Menurut wanita 23 tahun itu, karakter ini memiliki sisi unik yang membuat dirinya tertantang sekaligus terhibur. Davina menceritakan karakter Diska.

“Untuk karakter Diska ini dia itu sebenernya temannya Yoga. Sebenernya bukan temen juga sih, HTS mungkin ya kalau zaman sekarang,” kata Davina dalam jumpa pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).

Dalam cerita, Diska digambarkan sebagai sosok yang cenderung posesif terhadap Yoga. Ia juga hadir sebagai karakter yang sangat logis dan skeptis terhadap hal-hal gaib.

“Kalau di sini hubungannya sama Yoga itu dia sampai larang-larang Yoga naik gunung, dia sebenarnya kurang suka. Namanya juga bucin, jadinya mau gak mau nemenin, dan ketemu Widya dan yang lain itu pada saat mendaki."

“Diska nih sangat logis anaknya, dia nggak percaya sama hal supranatural, berbanding terbalik banget sama Widya,” jelas Davina.

Tak hanya soal karakter, pengalaman syuting pun membekas kuat bagi Davina. Terlebih saat harus menjalani adegan horor yang cukup ekstrem.

Artis bernama lengkap Davina Tesalonika Karamoy itu menceritakan momen pertamanya di lokasi syuting yang langsung disuguhkan adegan ditarik ke atas pohon. Bahkan, ia melakukan adegan tersebut tanpa pemeran pengganti.

“Kebetulan itu (adegan ditarik ke atas pohon) seinget aku hari pertama syuting dan saya langsung diangkat. Adegan di mana aku pakai sling, jadi ditarik ke atas pohon. Memang ditarik sama sosok gitu, rambut aku dijambak, naik ke atas. Dan itu sangat-sangat memorable,” kenangnya.

Meski berbahaya, Davina justru mengaku menikmati tantangan tersebut. Tantangan dalam setiap adegan syuting menjadi pengalaman berharga baginya.

“Aku sih justru hal-hal kayak gini yang bikin aku suka syuting. Jadi memang selain tantangan memerankan karakter, tapi kayak gini menurut aku interesting juga."

"Selama syuting aku enjoy sih kalau ada adegan seperti ini. Untungnya juga didampingi tim yang sudah bisalah. Aku merasa save juga, alhamdulillah lancar. Seru banget,” tuturnya.

Sementara itu, produser Fadi Iskandar pun mengungkapkan bahwa film ini tidak hanya menyuguhkan kisah horor. Akan tetapi juga drama yang kuat di antara para tokoh.

“Jadi kalau bisa dilihat kan memang ini perjalanan sekumpulan anak-anak yang naik gunung dan ada hubungannya sama si kuncen ini. Tapi bukan cuma horor yang kita jual, tapi drama percintaan di antara pendaki-pendaki ini,” jelasnya.

Adapun film Kuncen dibintangi Azela Putri, Davina Karamoy, Cinta Brian, Mikha Hernan, Vonny Felicia, dan Sara Wijayanto. Film ini menggabungkan kisah persahabatan, pendakian gunung, hingga misteri yang mencekam.

Trailer dibuka dengan suasana desa berkabut yang langsung menghadirkan nuansa horor. Cerita berfokus pada Awindya (Azela Putri) yang mencari kekasihnya hilang di gunung. Ia ditemani Agnes (Vonny Felicia) dan Mojo (Mikha Hernan). Dalam perjalanan, mereka bertemu Yoga (Cinta Brian) dan Diska (Davina Karamoy), yang juga kehilangan orang terdekatnya.

Film ini mengangkat mitos tentang kuncen, sosok penjaga tempat sakral yang dipercaya di banyak daerah Indonesia. Kuncen digarap sutradara Jose Poernomo dengan produser Fadi Iskandar, Rahul Mulani, dan Neivy Vilany. Atta Halilintar turut bergabung sebagai produser eksekutif bersama HERS Productions. Kuncen dijadwalkan tayang di bioskop pada 6 November 2025.(Grid.ID )

Mikul Duwur Mendem Jero: Ajaran Jawa tentang Ilmu, Etika, dan Pendidikan Karakter

Iki Radio - Ungkapan mikul duwur mendem jero erat kaitannya dengan masyarakat Jawa. Pepatah itu seolah menjadi prinsip hidup dan menjadi bagian khazanah budaya bangsa.

Konsep tersebut berangkat dari agama dan budaya yang hubungannya tidak dapat dipisahkan dalam sejarah peradaban. Oleh karena itu, ungkapan tersebut turut dalam pembentukan identitas bangsa Indonesia. 

Secara bahasa, mikul duwur berarti menjunjung tinggi, sedangkan mendem jero berarti mengubur dalam-dalam. Ungkapan ini mencerminkan etika Jawa dalam memperlakukan orang lain, terutama orang tua, guru, atau pemimpin.

Sederhananya, seseorang diajarkan untuk menghargai jasa orang lain dengan meninggikan kehormatan mereka (mikul duwur) sekaligus menutupi kekurangan atau aib mereka (mendem jero).

Konsep ini menjadi dasar moral sosial di Jawa bahwa hubungan antargenerasi dibangun di atas rasa hormat dan penghargaan.

Akan tetapi, sebenarnya prinsip tersebut tidak sesederhana itu. Prof. Dr. H. Sugeng Solehuddin, M.Ag., dosen Pendidikan Agama Islam mengungkapkan mikul duwur mendem jero dalam konsep pendidikan. Prof. Sudeng mengungkapkan pemikirannya dalam pidato pengangkatan guru besar yang berjudul “Konsep Edukasi Mikul Duwur Mendem Jero dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam (Kajian Funamental Structure dalam Kearifan Lokal Masyarakat Jawa)” pada Sabtu 2 Maret 2024.

Pembelajaran Berasal dari Pemahaman Diri

Prof. Sugeng menekankan bahwa mikul duwur mendem jero dapat dijadikan landasan dalam ilmu pendidikan Islam. Filosofi ini memberi arah bagaimana proses belajar bukan hanya pencarian ilmu, tetapi juga pembentukan karakter.

Pembelajaran sejati dimulai dari pemahaman diri (mendem jero) dan mencapai puncaknya dengan mencari pengetahuan yang lebih tinggi (mikul duwur).

Mendem jero atau “mengubur dalam” mengandung arti bahwa sebelum seseorang berusaha memahami dunia luar, ia harus lebih dulu mengenali dirinya. Pemahaman diri berarti menyadari kelebihan dan kekurangan, mengendalikan hawa nafsu, serta menempatkan ego pada posisi yang tepat.

Dalam tradisi Jawa, mendem jero juga mengajarkan sikap rendah hati, tidak mudah menonjolkan diri, tidak mempermalukan orang lain, dan tidak membuka aib yang seharusnya disimpan.

Setelah tahap pemahaman diri, barulah seseorang menuju mikul duwur atau “menjunjung tinggi”. Tahap ini adalah puncak dari proses pembelajaran, yaitu ketika seseorang mencari pengetahuan yang lebih tinggi dan menggunakannya untuk memberi manfaat.

Mikul duwur juga berarti memuliakan nilai-nilai luhur, menghormati orang tua, guru, atau tokoh yang telah memberi ilmu dan bimbingan. Pengetahuan dijunjung untuk meninggikan martabat diri sekaligus orang lain.

Kecerdasan dalam Pendidikan bukan Hanya Intelektual, tapi Juga Moral

Mikul duwur mendem jero menyiratkan bahwa ilmu sejati bukan hanya tentang kepintaran intelektual, tetapi juga kesadaran spiritual dan etika sosial. Mikul duwur mendem jero menekankan pentingnya menjunjung tinggi kehormatan keluarga, menjaga harga diri, dan memperkuat jati diri seseorang.

Lebih jauh, filosofi ini juga menggambarkan bagaimana seseorang seharusnya menunjukkan rasa hormat dan kepatuhan kepada orang lain. Nilai-nilai itu hidup dalam keseharian, misalnya seorang anak yang menjaga nama baik orang tuanya, cucu yang menghormati kakek-neneknya, atau murid yang menaruh hormat kepada gurunya.

“Mikul Duwur Mendem Jero adalah cerminan dari etika sosial dalam budaya Jawa, yang berarti menjunjung tinggi kehormatan keluarga, hargadiri, dalam pengguatan jati diri seseorang serta menggambarkan rasa hormat atau patuh kepada orang lain,” dikutip dari laman resmi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur).

Dalam implementasinya di dunia pendidikan, ungkapan tersebut akan menciptakan perilaku kesederhanaan dalam pembelajaran. Sedangkan, dalam dunia kerja adalah bagaimana agar dapat menjaga kekurangan atau aib (mendem jero) pimpinan serta bagaimana kita dapat menghormati pimpinan kita (mikul duwur).

Sementara itu, di tengah masyarakat mikul duwur dalam bermasyarakat, misalnya dengan berterimakasih atas kebaikan yang dilakukan orang lain kepada kita, karena rasa terima kasih kita kepada orang lain merupakan perwujudan rasa yukur kita kepada Allah.

Dengan kata lain, mikul duwur mendem jero adalah panduan moral yang menghubungkan pembentukan karakter pribadi dengan etika sosial. Ia mengajarkan bahwa martabat diri seseorang akan semakin kokoh bila dibangun di atas penghormatan kepada orang lain dan pengendalian atas diri sendiri.

Oleh : Aslamatur Rizqiyah dari goodnewsfromindonesia.id

HUT ke-80 TNI, Kodim Sumenep Gelar Ziarah Makam Pahlawan Jokotole

Iki Radio - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0827/Sumenep menggelar ziarah daerah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jokotole, Jumat (3/10/2025).


Upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Dandim 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, dengan diikuti Kasdim 0827 Mayor Cba Ari Pamungkas, para perwira staf, Danramil jajaran, prajurit TNI, serta Persit KCK Cabang XLVI Kodim 0827/Sumenep.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan peletakan karangan bunga di tugu makam pahlawan, serta tabur bunga di pusara para pejuang.

Dandim menegaskan, ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ziarah Makam Pahlawan bukan sekadar seremonial, tapi sarat makna. Kita ingin meneladani semangat juang para pendahulu yang rela berkorban demi bangsa dan negara. Semangat itulah yang harus diwarisi seluruh prajurit,” ujar Bendi Wibisono.

Ia juga berpesan agar prajurit TNI terus menjaga soliditas, profesionalisme, dan kedekatan dengan rakyat, sebagai jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat.

“Semangat pengorbanan para pahlawan harus terus kita jaga. Dengan demikian, TNI akan semakin kuat bersama rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-80 TNI di Kabupaten Sumenep ini meneguhkan komitmen TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara, sekaligus bagian tak terpisahkan dari rakyat dalam menjaga keutuhan bangsa. 

 

Program MBG Dinilai Berjalan Baik, Gubernur Riau Tetap Waspada

Iki Radio - Maraknya kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah di Indonesia menjadi perhatian serius Gubernur Riau, Abdul Wahid.


Untuk memastikan kelancaran dan keamanan program strategis pemerintah pusat ini, Gubernur mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah di Riau dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya beberapa minggu terakhir ini terus meninjau MBG di sekolah-sekolah. Alhamdulillah, MBG di Riau berjalan dengan baik,” ungkap Abdul Wahid.

Ia mengakui bahwa sejumlah kasus keracunan memang terjadi di beberapa daerah lain di luar Riau. Namun, menurutnya, permasalahan itu bersifat teknis.

“Misalnya makanan dimasak masih panas lalu langsung ditutup. Uap panas membuat makanan cepat basi. Ini hal teknis yang perlu diperhatikan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti efektivitas distribusi makanan, terutama jika dapur utama terlalu jauh dari lokasi penyajian.

“Satu dapur tidak bisa menjangkau terlalu luas. Durasi pengantaran perlu diperhitungkan agar kualitas makanan tetap terjaga,” tambahnya.

Abdul Wahid menegaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi berkala bersama dinas dan stakeholder terkait untuk menyempurnakan pelaksanaan program MBG di Riau.

“Tentu akan terus kita evaluasi. Perlakuan MBG di daerah padat dan di daerah dengan penduduk sedikit tidak bisa disamakan,” tutupnya.

 

Kemenkes Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Iki Radio - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan peran Kementerian Kesehatan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah melakukan pengawasan. Peran ini diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pelajar. 


Menkes Budi mengatakan pengawasan dilakukan dengan melakukan standardisasi pelaporan, sertifikasi keamanan pangan, dan pengawasan berlapis. “Kita ingin melakukan standardisasi dari laporan dan angka-angka kejadian kasus,” kata Menkes Budi pada konferensi pers terkait MBG di Gedung Kemenkes, Jakarta. 

Kemenkes bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengonsolidasikan data harian dan mingguan terkait potensi keracunan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada publikasi berkala seperti saat masa pandemi COVID-19. 

Dalam hal sertifikasi, terdapat tiga standar sertifikasi akan diberlakukan yaitu Sertifikat Laik Higiene Sanitas (SLHS), sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) untuk manajemen risiko pangan, serta sertifiksi halal.

Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan BGN akan menjadi bagian dari sistem sertifikasi terpadu untuk memastikan makanan bergizi yang didistribusikan aman dan sesuai standar. Selain itu, proses percepatan sertifikasi juga disiapkan agar tidak menghambat distribusi. 

Dari sisi pengawasan juga, Kemenkes akan melakukan pengawasan eksternal serta sebagai bagian dari gugus tugas cepat tanggap jika terjadi kasus keracunan massal atau Kejadian Luar Biasa (KLB).  “Peran Kemenkes secara gotong royong di sini adalah nanti kita akan melakukan pengawasan eksternal kepada para pelaksana strategi ini,” ujar Menkes Budi.

Khusus untuk pengawasan eksternal, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, TNI/Polri, dan aparat daerah untuk membantu pengawasan harian terhadap SPPG.

Kemenkes juga akan menyiapkan gugus cepat tanggap di tiap daerah yang terdiri dari Dinas Kesehatan, rumah sakit umum daerah, serta unit UKS di sekolah-sekolah. Menkes Budi mengatakan hal ini untuk memastikan kalau ada kejadian luar biasa itu bisa ditangani cepat.

Selain pengawasan produksi, ia menyoroti pentingnya pengawasan di sisi penerima, yaitu sekolah-sekolah dan madrasah. pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan Kemenag untuk melibatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memeriksa kualitas makanan sebelum dikonsumsi.  “Setidaknya begitu makanan datang, kita bisa ajarin warnanya ada yang berubah, baunya aneh atau tidak,” ujar Menkes Budi.

Program pemantauan status gizi siswa juga akan menjadi bagian dari pengawasan. Kemenkes akan mengukur tinggi dan berat badan setiap enam bulan dan mencatatnya secara by name by address untuk evaluasi program. 

Tidak hanya itu, Kemenkes akan memperluas cakupan survei gizi tahunan yang sebelumnya hanya fokus pada stunting. “Survei gizi nasional ini nanti akan ditambah untuk anak-anak di atas lima tahun khususnya anak sekolah,” ujarnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wajib memiliki sertifikasi higiene, sanitasi, serta standar keamanan pangan sebagai syarat mutlak dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Sejak 20 Juni 2025 BGN telah mengeluarkan keputusan agar setiap penyedia pangan segera melengkapi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Sertifikasi ini menjadi prioritas awal untuk menjamin kelayakan pangan. “Selain SLHS, kami juga sedang mempersiapkan penerapan Hazard Analysis Critical Control Point yang lebih menekankan pada aspek keamanan dan proses pangan. Nantinya sertifikasi HACCP dilakukan lembaga berwenang yang diakui Komite Akreditasi Nasional,” ujar Dadan.

 

Pemkab Bojonegoro Pastikan Evaluasi Menyeluruh Usai Kasus Keracunan MBG

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro langsung melakukan langkah cepat usai puluhan siswa di Kecamatan Kedungadem mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (2/10/2025) kemarin.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pemkab Bojonegoro sangat prihatin dengan kejadian ini. Ke depan, evaluasi terhadap program MBG akan dilakukan secara ketat, baik dari sisi distribusi maupun standar kebersihan makanan,” tegas Nurul Azizah saat mengunjungi anak yang mendapatkan tindakan medis di Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Ninik Susmiati, menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat pengawasan dan memberikan pembinaan kepada seluruh penyedia makanan MBG.

“Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama karena menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bojonegoro juga akan menyampaikan laporan resmi terkait kasus ini kepada pemerintah pusat melalui Sistem Pemantauan Program Gizi (SPPG). Laporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban daerah sekaligus bahan evaluasi di tingkat nasional.

Meski demikian, Pemkab menegaskan bahwa program MBG tetap akan dilanjutkan karena merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap gizi siswa. Namun, sistem pengawasan akan diperketat untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan peserta didik.

 

Kemenkeu Susun Strategi Baru untuk Memberantas Peredaran Rokok Ilegal

Iki Radio - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun strategi baru yang lebih intensif dalam memerangi peredaran rokok ilegal di dalam negeri.

"Strategi ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pembinaan dan pengembangan kawasan industri hasil tembakau (IHT) di daerah yang disinyalir menjadi pusat produksi ilegal," kata Purbaya dalam acara "Pemberantasan Rokok Ilegal" yang diselenggarakan di Gedung Keuangan Negara, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (2/10/2025).

Selain itu, Menkeu Purbaya juga menjelaskan rencana pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang lebih adil bagi seluruh pelaku usaha. “Kami sedang merencanakan untuk mengembangkan kawasan industri hasil tembakau yang lebih intensif lagi di daerah-daerah yang kita curigai menjadi pusat-pusat produksi rokok ilegal di dalam negeri,” ujar Purbaya.

Purbaya menekankan bahwa upaya ini tidak bertujuan untuk mematikan industri, termasuk pabrik-pabrik berskala kecil yang saat ini memproduksi rokok ilegal. Sebaliknya, langkah yang diambil adalah penguatan melalui pemberdayaan dan penataan ulang.“Tapi yang jelas kita tidak bertujuan menghancurkan industri rokok termasuk yang ilegal. Tapi kita akan memperkuat dan menciptakan tempat bermain yang lebih fair untuk semuanya. Kira-kira begitu. Akan diberdayakan,” tegas Menkeu.

Pembinaan tersebut direncanakan dilakukan secara langsung di kawasan industri hasil tembakau yang akan dikembangkan. Pemerintah akan berdiskusi dengan para pelaku saat ini untuk menentukan mekanisme tarif cukai yang paling tepat dan adil bagi mereka.

Meskipun pemerintah menawarkan pembinaan dan pemberdayaan, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pelaku usaha harus tetap memenuhi kewajiban membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi tegas akan menanti jika aturan tersebut dilanggar. “Tapi habis diberdayakan harus bayar pajak. Kalau nggak saya sikat, saya nggak ada ampun tuh,” tegasnya.

Selain penanganan domestik, Menkeu Purbaya juga menyinggung upaya pengawasan terhadap masuknya rokok ilegal dari luar negeri. Ia menyebut pengawasan pelabuhan akan dilakukan lebih intensif, dan diperkirakan tidak lama lagi akan banyak penangkapan pelaku.

Top

Ratusan ASN Pemprov Jatim Di Madiun, Ikut Donor Darah

Iki Radio - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengikuti kegiatan donor darah di Madiun.

Bertempat di Bakorwil Madiun, ratusan ASN Pemprov Jatim yang bertugas di wilayah kerja Kota Madiun ini, menyumbangkan darahnya guna menambah stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun.

Kepala Bakorwil Madiun, Heru Wahono Santoso, saat mengikuti donor darah dalam rangka HUT Provinsi Jawa Timur ke 80, di Gedung Bakorwil Madiun, Kamis 2 Oktober 2025.

Ratusan ASN ini diantaranya dari unit kerja Bakorwil Madiun, RSUD Dr. Soedono, RS Paru Dungus, RS Paru Manguharjo, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun, UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Prov. Jatim di Madiun, dan sejumlah unit kerja lain.

Kepala Bakorwil Madiun, Heru Wahono Santoso menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2025 mendatang.

"Kegiatan donor darah ini dilaksanakan dalam rangka HUT Provinsi Jawa Timur ke 80," katanya, Kamis (02/10/2025).

Bukan hanya di Bakorwil Madiun, kegiatan donor darah ini juga dilaksanakan secara serentak diseluruh Bakorwil di Jawa Timur.

"Jadi seluruh Bakorwil se Jawa Timur melaksanakan donor darah ini secara serentak," lanjutnya.

Diantaranya Bakorwil Madiun (Mataraman), Bakorwil Jember (Tapal Kuda), Bakorwil Malang (Arek), Bakorwil Pamekasan (Madura), dan Bakorwil Bojonegoro (Pantura).

Sedangkan kegiatan donor darah yang dilaksanakan ini, merupakan bentuk kepedulian ASN khususnya Pemprov Jatim, dalam membantu stok darah PMI untuk warga masyarakat yang membutuhkan.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kita, dalam membantu dan menolong sesama. Melalui PMI kita sumbangkan darah bagi warga yang membutuhkan," pungkasnya.

Sementara itu, sejak pagi hingga siang, sudah lebih dari 200 ASN Pemprov Jatim di Madiun, yang mengikuti donor darah tersebut.

Belum Sebulan Gugat Cerai Ahmad Assegaf, Tasya Farasya Singgung Soal Status Janda: Itu Bukan Status, Tapi Lifestyle!

Iki Radio - Selebgram Tasya Farasya jadi sorotan usai menyinggung soal status janda. Pernyataan itu jadi perbincangan karena Tasya Farasya belum resmi bercerai dari suaminya, Ahmad Assegaf.

Seperti diketahui, selebgram Tasya Farasya telah resmi menggugat cerai suaminya, Ahmad Assegaf pada (12/09/2025). Tasya menggugat cerai suaminya lantaran masalah ketidakpercayaan.

Tak hanya itu, ibu dua anak itu juga mengaku tak dinafkahi lahir dan batin secara layak selama 7 tahun menikah. Kini, proses perceraian itu tengah bergulir di pengadilan.

Kendati belum resmi cerai dari Ahmad Assegaf, baru-baru ini Tasya Farasya singgung soal status janda. Hal itu disampaikan Tasya melalui akun Threadsnya @tasyafarasya dilansir pada Rabu (01/10/2025).

Di unggahan itu, Tasya awalnya mengunggah foto dirinya. Seperti biasa, di foto itu, Tasya tampil cantik memukau dengan make up on point.

Tak hanya itu, putri Ala Alatas itu juga tampak memakai kaos hitam polos dan bawahan warna senada. Tak lupa, ia juga memakai beragam aksesories mewah seperti gelang, anting hingga cincin.

Bersamaan foto cantik tersebut, kembaran Tasyi Athasyia ini tampak membubuhkan caption yang mencuri perhatian. Dalam caption itu Tasya mengatakan bahwa janda bukanlah status melainkan lifestyle (gaya hidup).

"Selamat pagi janda itu bukan status, tapi lifestyle," tulis Tasya Farasya.

Tak hanya itu, Tasya juga memperlihatkan momen kebersamaanya dengan sultan Dubai. Terlihat, Tasya dan sultan Dubai itu begitu akrab. Ia bahkan meminta agar sultan itu menyebut dirinya sebagai 'janda hot'. Benar saja, hal itu langsung dituruti oleh sosok sultan tersebut.

"Tasya farasya janda hot huda beauty approved ang ang ang," tulisnya.

Mengetahui, Tasya Farasya singgung soal status janda, netizen langsung ramai berkomentar. Banyak yang pro dan kontra dengan pendapat Tasya tersebut.

"Kok ngomongnya gitu. “Janda lifestyle ?” Pleaseee… Tasya jgn menyuarakan hal hal absurd. Paham, bukan gak blh janda. Apalagi yg salah disini suaminya tp.. kalo sampe jd menyerukan “Janda lifestyle” 1-2 org bisa aja ke ter-influence sm omongan kamu, padahal mungkin tdnya masih bs diperbaiki. Huhu," tulis akun @mar***.

"Kalo kaum jomblo Presidennya Raline Shah, team janda Presidennya Tasya Farasya," tulis akun @kei***.

"Kelaaassss memong," tambah akun @te***.

Seperti diketahui, kuasa hukum Tasya, Mohammad Fattah Riphat menyebut, kliennya tak mendapatkan nafkah lahir maupun batin secara layak selama menikah. Oleh karena itu, Tasya menuntut nafkah senilai Rp 100 pada Ahmad.

"Memang Ibu Tasya juga merasakan bahwa tidak mendapatkan nafkah lahir dan batin secara layak selama ini," ungkap Mohammad Fattah, dikutip dari Mantra News, Rabu 924/9/2025) dilansir Banjarmasinpost.co.id.

"Pada gugatan kami mengajukan nafkah senilai 100 rupiah. Karena mengingat bahwa selama ini Ibu Tasya pun juga merasa tidak ada nafkah selama menikah," ujarnya.

Tak hanya itu, kuasa hukum Tasya yang lain, Sangun Ragahdo juga menyebut Tasya dan Ahmad telah cerai secara agama pada (10/09/2025). Keduanya juga disebut sudah pisah rumah sebelum gugatan cerai diajukan.

"Sebetulnya sebelum Ibu Tasya sejak tanggal 10 September sebelum gugatan ini kami diajukan, telah bercerai secara agama."

"Sudah ditalak oleh tergugat atau suaminya, sehingga secara agama Ibu Tasya sudah tidak sebagai istrinya lagi," beber Sangun. (*)

Bapenda Umumkan Pemutihan Pajak Tahap II Terbaru di Jatim, Ojol Masuk Skema

Iki Radio - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur resmi mengumumkan kebijakan pembebasan pajak daerah (pemutihan) tahap II dalam jumpa pers di Ruang In House Training Kantor Bapenda Jatim, Rabu (1/10/2025). 

Kebijakan ini digelar untuk meringankan beban masyarakat, menjaga penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menertibkan akurasi data kepemilikan kendaraan. 

“Dan yang paling penting adalah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur,” ujar Kabid Pajak Bapenda Jatim, Kresna Bimasakti.

Menurut Kresna, dasar hukum program ini adalah Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/712/013/2025 tentang Pembebasan Pajak Daerah Provinsi Jawa Timur Tahap II, berlaku 1 Oktober sampai 30 November 2025.

Kebijakan pembebasan pajak meliputi: - Bebas sanksi administratif keterlambatan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

- Bebas pengenaan PKB progresif.

- Pembebasan tunggakan PKB tahun 2024 dan sebelumnya untuk sepeda motor roda dua milik wajib pajak yang masuk data P3KE (Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) atau DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).

- Pembebasan tunggakan PKB tahun 2024 dan sebelumnya untuk sepeda motor roda dua yang digunakan untuk kepentingan masyarakat melalui aplikasi transportasi online (ojol).

- Pembebasan tunggakan PKB tahun 2024 dan sebelumnya untuk sepeda motor roda tiga.

Kresna menegaskan mekanisme verifikasi bagi penerima bansos (DTSEN). “DTSEN itu bilamana wajib pajak dapat menunjukkan di aplikasinya. Selama bisa ditunjukkan di loket verifikator, bisa lanjut mendapatkan pembebasan,” jelasnya. 

“Tapi bilamana sementara ini, belum bisa menunjukkan di aplikasi penerima bansos, bisa menghubungi ini Dinas Sosial setempat. Karena yang punya data DTSEN adalah Dinas Sosial Kabupaten/Kota, yang punya akunnya itu,” lanjut Kresna.

Ia juga menyebut skema “satu plus satu” bagi rumah tangga penerima DTSEN: satu kendaraan atas nama penerima, ditambah satu kendaraan lain atas nama anggota keluarga dalam satu KK, sepanjang nama di STNK sesuai KK.

Untuk kategori ojol, Kresna menyebut daftar platform yang termasuk kebijakan ini antara lain Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Shopee, ACI, NUJEK, Zendo, serta tambahan Lalamove dan SI-JEK. 

“Intinya, semua yang beroperasi di Jawa Timur untuk usaha akan kita berikan kebijakan,” pungkasnya.

Dukungan juga datang dari Jasa Raharja. Kepala Kanwil Jasa Raharja Jatim, Tamrin, menyatakan pihaknya membebaskan denda SWDKLLJ tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya untuk semua kendaraan. 

“Untuk tiga segmentasi—roda dua penerima P3KE/DTSEN, roda dua ojol, serta roda tiga—tunggakan SWDKLLJ-nya hanya dipungut satu tahun. Tahun ke-2 dan seterusnya kita gratiskan,” ujarnya.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim, Mulyanto, memastikan kepolisian mendukung penuh pelaksanaan di lapangan. 

“Jika di Samsat atau lokasi pembayaran pajak masyarakat mendapat kendala, silakan sampaikan kepada petugas—baik dari kepolisian, Bapenda, maupun Jasa Raharja,” kata Mulyanto.(pca/s)

close
Pasang Iklan Disini