Iki Terbaru/Paling Greeess

Sarasehan Budaya Perkuat Peran Paguyuban Panatacara Yogyakarta di Sleman

Iki Radio - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Paguyuban Panatacara Yogyakarta (PPY) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Sleman (Kundha Kabudayan) menggelar Sarasehan Budaya bertema Busana Mataraman.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Kalurahan Tridadi dan diikuti oleh perwakilan dari 17 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPY se-Kabupaten Sleman.

Lurah Tridadi, Sri Hartati, menyambut baik pelaksanaan sarasehan budaya ini dan menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya Kalurahan Tridadi sebagai tuan rumah kegiatan.

"Keberagaman kesenian tradisional, termasuk seni olah wicara melalui PPY, menjadi wadah penting bagi pelaku seni dalam melestarikan budaya di tengah derasnya arus informasi," ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat untuk menjadikan Tridadi sebagai Kalurahan Rintisan Budaya di Kabupaten Sleman.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan rencana kebijakan penyelarasan induk kelompok pelaku kebudayaan. Kebijakan ini akan dituangkan dalam Surat Keputusan Petunjuk Teknis Pendaftaran Induk Kelompok Masyarakat Pelaku Kebudayaan.

“Semua induk kelompok harus memiliki cabang di setiap kapanewon, agar tidak terpecah dan dapat terdata dengan baik,” tegasnya.

Arif juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengusulkan dana hibah untuk kelompok kebudayaan tingkat kabupaten, yang diharapkan dapat disetujui oleh Bupati Sleman.

Ketua DPD PPY Sleman, Agus Wiranto, menyambut baik inisiatif pemerintah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa saat ini PPY Sleman telah memiliki 116 anggota terdaftar yang tersebar di 17 kapanewon.

Namun, Agus juga menyebut bahwa pendanaan masih menjadi kendala utama.

"Kegiatan kebudayaan tidak dapat dibiayai dari APBD, melainkan dari Dana Keistimewaan. Kami berharap dana hibah dari kabupaten bisa disetujui agar kualitas PPY terus meningkat," ujarnya.

Dalam sesi materi, Agus memaparkan makna mendalam di balik Busana Mataraman, yang terdiri dari elemen-elemen khas seperti blangkon, surjan, keris, dan kain jarik. Ia menekankan pentingnya pemahaman ini bagi setiap panatacara.

"Busana Mataraman adalah cara berpakaian praja Mataram, penuh makna dan filosofi. Seorang panatacara harus memahaminya agar tidak salah kostum dalam menjalankan tugasnya," pungkas Agus.

Acara Sarasehan Budaya PPY Sleman ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, membahas berbagai isu seputar kebijakan kebudayaan dan pelestarian tradisi, khususnya yang berkaitan dengan busana adat Jawa.

 

Pasar Murah Disperindag Balangan Hadirkan Bahan Pokok Terjangkau di Desa Piyait

Iki Radio - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkaudi Desa Piyait, Kecamatan Awayan, pada Senin (22/9/2025). 

Pasar murah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Staf Kemetrologian dan Stabilitas Harga Kabupaten Balangan, Muhammad Iqbal Afriadi, menyampaikan kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-71 dari rangkaian pasar murah di seluruh wilayah Balangan.

"Untuk menjaga pemerataan, kami membatasi pembelian. Misalnya minyak goreng maksimal dua liter per orang, serta telur dan tepung terigu satu kilogram per orang," ujar Muhammad Iqbal Afriadi.

Ia berharap program pasar murah dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik di Desa Piyait maupun di seluruh Kabupaten Balangan.

Sementara itu, Kepala Desa Piyait, Abu Bakar, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Disperindag yang rutin menyelenggarakan pasar murah di berbagai desa.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Masyarakat sangat terbantu, dan kami berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan kembali di desa kami maupun di seluruh Kabupaten Balangan," tandas Abu Bakar.

Lantik Sekda di Tempat Pengolahan Sampah, Bupati Ipuk: ASN Itu Melayani Bukan Dilayani

Iki Radio - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik Sekretaris Daerah (Sekda), Guntur Priambodo, di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Desa Balak, Kecamatan Songgon, Senin (22/9/2025). Ini merupakan moment unik karena baru pertama kalinya pelantikan pejabat dilakukan di tempat pengolahan sampah.

Proses pelantikan digelar di halaman gedung pengolahan sampah. Berbaur dengan aroma kurang sedap tak membuat proses pelantikan terganggu. Prosesi itu tetap berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Selain dihadiri oleh seluruh pejabat Pemkab Banyuwangi, pelantikan juga dihadiri puluhan pegawai TPS3R sebagai tamu. Mereka turut mengikuti prosesi mulai awal hingga akhir.

"Ini bagian dari sebuah pelantikan yang “istimewa”. Karena selain tempatnya, juga dihadiri oleh para karyawan dari TPS3R Balak," kata Ipuk.

Pemilihan TPS3R sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Dengan cara itu, Ipuk mengingatkan agar para pejabat di lingkup pemkab sesering mungkin turun ke lapangan.

"Bahwa tugas pemerintah daerah itu tidak hanya merancang kebijakan. Tetapi juga harus mampu menyelesaikan secara konkret permasalahan yang ada di masyarakat dengan turun langsung ke lapangan," imbuh Ipuk.

Kepada Guntur, Ipuk mengingatkan tugas sekda adalah pusat dari kendali birokrasi. Maka, dia meminta agar sekda mampu mengendalikan birokrasi juga bisa menghubungkan visi kepala daerah dengan eksekusinya dalam program-program kerja.

Ipuk turut menjabarkan berbagai hal pokok yang harus dicapai untuk membawa Banyuwangi sebagai daerah yang berdaya saing. Tugas-tugas itu antara lain menurunkan angka kemiskinan, menciptakan inovasi yang berdampak, hingga mendorong sumber daya manusia yang unggul.

"Kepada sekda yang baru, saya titipkan amanah, saya minta membangun birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Saya minta kepada semua pejabat untuk turun ke lapangan, lihat kondisi di bawah," ucapnya.

Sementara Guntur menyatakan siap untuk mengemban berbagai tugas dari Bupati Banyuwangi. Termasuk untuk mendukung visi-misi kepala daerah dalam program-program pemerintah.

"Tugas-tugas pokok dari sekda adalah menyambungkan, menghubungkan, mengkoordinasikan, mengkarakterasi program kerja di OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," katanya.

Guntur merupakan salah satu ASN berpengalaman di Lingkungan Pemkab Banyuwangi. Sebelum dilantik menjadi Sekda, Guntur pernah menjabat sebagai Plh Sekda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas PU Pengairan Pengairan, dan sejumlah jabatan lainnya. 

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, mekanisme pengangkatan sekda telah melalui tahapan sesuai PP 11 Tahun 2017, sebagaimana diubah dengan PP 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS. 

Seluruh proses pelaksanaan di bawah pengawasan Deputi Pengawasan dan Pengendalian Badan Kepegawaian Negara. 

Pemkab Banyuwangi juga telah membuka pendaftaran jabatan Sekda melalui website resmi asn karir di bkn.go.id, dan telah menyosialisasikan ke BKPP lingkungan Pemprov Jatim. 

"Mulai dari dibukanya seleksi terbuka selama 15 hari kalender, dan perpanjangan seleksi terbuka sebanyak 15 hari kalender tidak ada PNS yang mendaftar," kata Ilzam.  

Karena tidak ada yang mendaftar selanjutnya Menpan RB telah memberikan pertimbangan pengisian Sekda melalui mekanisme mutasi/rotasi dengan uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemkab Banyuwangi, termasuk usia di atas 58 tahun.

Hasil uji kompetensi JPT Pratama telah mendapatkan Rekomendasi dari Kepala BKN sebagai dasar, untuk penetapan dan pengangkatan JPT Pratama Sekda dari Pejabat yang terpilih.

Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian berdasarkan persetujuan Gubernur Jatim melalui surat tertanggal 22 September 2025 tentang Koordinasi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Banyuwangi, selanjutnya menetapkan dan melantik Sekda Banyuwangi melalui mekanisme rotasi dan mutasi. (*)

Pidato Presiden di PBB Jadi Kebanggaan Nasional dan Momentum Bersejarah

Iki Radio - Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang akan dilakukan di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, 23 September 2025 menjadi kebanggaan nasional dan momentum bersejarah yang membuktikan bahwa Indonesia merupakan bagian dari negara-negara besar serta berpengaruh dunia.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (KPM Kemkomdigi) Fifi Aleyda Yahya mengatakan pidato Presiden Prabowo di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bukti peran Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan keadilan dan inklusivitas dalam tata kelola dunia. (Foto: Untung Sutomo/KPM Kemkomdigi)


Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (KPM Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, dalam keterangannya di Jakarta, pada Senin (22/9/2025).

”Kesempatan itu jelas jadi simbol kebanggaan nasional, momentum bersejarah sekaligus keberhasilan diplomasi. Urutan pidato Presiden Prabowo setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump jelas menunjukkan kepemimpinan Indonesia sangat didengar di panggung global,” kata Dirjen KPM.

Fifi mengatakan, Presiden Prabowo membuktikan peran penting Indonesia sebagai pemimpin negara-negara berkembang di bagian Selatan atau Global South.

Indonesia tidak sekadar dipandang sebagai juru bicara kepentingan negara berkembang, tetapi juga konsisten menyuarakan keadilan dan inklusivitas dalam tata kelola dunia.

“Indonesia hadir bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi memperjuangkan kepentingan dunia yang lebih luas mulai dari perdamaian dunia, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan sistem ekonomi internasional yang lebih adil,” tuturnya.

Menurut Fifi, kesempatan tersebut juga menjadi  ajang pembuktian bahwa Indonesia selalu menjadi bagian dari solusi. Tidak hanya tampil sebagai negara yang menyuarakan masalah tetapi juga sebagai pemecah berbagai permasalahan dunia saat ini.

Sekedar informasi, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, pada Selasa, 23 September 2025, pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.

Japin Carita Tutup Festival Budaya Banua Aruh Nagara Dipa 2025

Iki Radio - Pertunjukan seni teater tradisi Japin Carita bertajuk “Ada Satu Kesah Jembatan Bakubung” yang dibawakan Sanggar Tanaharum Hulu Sungai Utara (HSU) menjadi hiburan penutup Festival Budaya Banua Aruh Nagara Dipa se-Banua Enam 2025, di Aula Dr KH Idham Chalid Amuntai, Sabtu (20/9/2025).


Festival yang digelar pada 19–20 September 2025, resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) HSU Adi Lesmana.

Penutupan turut dirangkai dengan pengumuman pemenang berbagai lomba yang menampilkan kekayaan budaya lokal, antara lain lomba menyanyi solo berbahasa Banjar, lomba cipta dan baca puisi berbahasa Banjar, serta lomba seni teater tradisi Japin Carita.

Adi Lesmana menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya festival tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pelestarian budaya dan kesenian Banjar.

“Melalui kegiatan ini, mari kita buktikan bahwa budaya membuat kita bersatu. Kebudayaan adalah cermin peradaban sekaligus penopang kemajuan bangsa,” kata Adi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus melestarikan budaya Banjar, sekaligus memperkenalkannya hingga ke kancah nasional maupun internasional.

Festival Budaya Banua Aruh Nagara Dipa ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten HSU dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal, khususnya bahasa Banjar yang merupakan identitas masyarakat Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU Rahman Heriadi menambahkan, kegiatan ini merupakan event tahun kedua yang diselenggarakan Disdikbud dengan melibatkan peserta dari kabupaten/kota se-Banua Enam.

“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan untuk terus melestarikan budaya Banjar dapat terkabul,” ujar dia.

Adapun dalam cabang lomba teater tradisi Japin Carita, Teater Sanggam Balangan dari Kabupaten Balangan dinobatkan sebagai Penyaji Terbaik I, Sanggar Seni Kalua Kabupaten Tabalong Terbaik II, dan Sanggar Seni Pandan Arum Alabio Terbaik III.

Selain itu, Fahmi Wahid terpilih sebagai Sutradara Terbaik, Aluh Srikandi sebagai Penulis Naskah Terbaik, Utuh Palilak sebagai Aktor Terbaik, dan Mamanya Jamilah sebagai Aktris Terbaik.

Acara penutupan festival turut dihadiri para penggiat seni, Asisten I Bupati HSU Khairussalim, anggota DPRD HSU, Kabid Kebudayaan Disdikbud HSU, serta undangan lainnya.

Prabowo Ikuti Jejak Sang Ayah, Sampaikan Pesan Indonesia di Sidang Umum PBB

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

Kehadiran Presiden Prabowo menjadi momen bersejarah, mengulang jejak perjuangan diplomasi ayahnya, almarhum Sumitro Djojohadikusumo.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai kehadiran Presiden Prabowo di forum PBB melanjutkan tradisi keluarga pejuang diplomasi. “Kami rakyat Indonesia berharap, sebagaimana almarhum Sumitro, Presiden Prabowo dapat terus memperjuangkan upaya dunia untuk memperkokoh multilateralisme,” ujar Dino Patti Djalal melalui keterangan pers yang diterima pada Sabtu, (20/9/2025).

Pada periode 1948–1949, Sumitro memimpin delegasi Indonesia di PBB pada masa yang menentukan perjalanan sejarah bangsa. Salah satu kiprah monumental adalah memorandum yang dikirim dari Kantor Perwakilan RI di PBB kepada Pejabat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Robert A. Lovett.

Memorandum tersebut, yang kemudian dimuat The New York Times pada 21 Desember 1948, mengecam agresi militer Belanda sebagai ancaman terhadap upaya menjaga ketertiban dunia. Agresi itu dinilai melanggar Perjanjian Renville serta merusak legitimasi PBB.

Selain itu, Sumitro aktif menggalang dukungan dari negara-negara Asia. Pada pertemuan di India pada Januari 1949, ia berhasil menyatukan solidaritas untuk menghentikan agresi Belanda sekaligus menuntut pembebasan para pemimpin Republik. Upaya diplomatik itu berujung pada pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada Desember 1949.

Dino menilai, pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB akan memberi angin segar di tengah merosotnya semangat multilateralisme global. “Multilateralisme di mana-mana kini sedang dalam kondisi terpuruk,” ujar mantan Wakil Menlu 2014 tersebut. 

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hamdan Hamedan, menekankan makna strategis kehadiran Presiden Prabowo. Ia dijadwalkan berbicara di urutan ketiga, setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat. “Pada saat ruangan penuh, atensi dunia tertuju, dan pesan yang disampaikan dapat membentuk nada serta arah diskusi utama dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB,” kata Hamdan di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Setelah 10 tahun absen, Presiden Indonesia kembali tampil di panggung utama dunia. Pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa besar yang aktif memperjuangkan diplomasi internasional. “Ini merupakan penampilan langsung Presiden Indonesia di forum UNGA setelah lebih dari satu dekade. Momentum ini menegaskan peran Indonesia di garis depan diplomasi internasional sekaligus komitmen terhadap penguatan multilateralisme,” pungkas Hamdan.

Top

Festival Budaya MEC 2025 Angkat Tradisi Topeng, Dongkrak Wisata dan Ekonomi Kreatif Sumenep

Iki Radio - Ribuan masyarakat memadati kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep pada penyelenggaraan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025, Sabtu malam (20/9/2025). Festival budaya terbesar di Madura ini tampil memukau dengan mengusung tema “Topeng”, ikon budaya Sumenep yang sarat makna dan filosofi.

Acara tahunan ini tak hanya disambut hangat warga lokal, tetapi juga menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah. Mulai anak-anak hingga orang tua larut dalam suasana penuh warna, menegaskan MEC sebagai ruang kebersamaan sekaligus ajang pelestarian identitas budaya Madura di kancah nasional.

Gelaran MEC 2025 menghadirkan 103 peserta dari berbagai kategori, meliputi pelajar, umum, hingga grand show. Mereka datang dari beragam daerah, termasuk Sumenep, Pamekasan, Sampang, Surabaya, Malang, Jember, Bondowoso, Lamongan, dan Banyuwangi.

Setiap peserta menampilkan atraksi unik dengan balutan kostum dan koreografi yang mencerminkan kearifan lokal dan kekayaan tradisi topeng Madura. Penonton dimanjakan dengan parade seni yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat pesan kultural.

Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) M. Hariri menegaskan bahwa MEC menjadi wadah penting untuk merawat nilai-nilai budaya Madura. “Kami berharap melalui acara ini, generasi muda Madura semakin mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur mereka,” ujarnya di sela festival.

Ia menambahkan, suksesnya penyelenggaraan MEC tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkan budaya Madura kepada wisatawan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat jati diri masyarakat sekaligus meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumenep

Selain suguhan budaya, festival juga menghidupkan perekonomian lokal. Kehadiran ribuan pengunjung memberi peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku pariwisata untuk memperluas pasar.

“MEC 2025 dengan sukses penyelenggaraannya diharapkan mampu membuat tradisi ini hidup, berkembang, dan dikenal luas, bahkan hingga tingkat internasional,” pungkas Hariri.

Dengan kemeriahan dan partisipasi luas, MEC 2025 kembali membuktikan Sumenep sebagai pusat budaya Madura, serta destinasi wisata yang kaya nilai tradisi sekaligus berdaya tarik modern. (Yasik/Fer)

Momen Pasha Ungu Nikmati Semangkuk Bakso Bareng Keluarga,Tak Gengsi Makan Ngemper di Pinggir Jalan

Iki Radio - Anggota DPR sekaligus penyanyi Pasha Ungu ramai jadi sorotan belakangan ini.

Belum lama ini, Pasha Ungu membagikan unggahan tak biasa di Instagram pribadinya.

Pasha Ungu mengunggah sejumlah potret saat dirinya dan keluarga sedang menikmati makan bakso di pinggir jalan.

"siapa disini yang kalo lagi dijalan trus liat ada mas2 gerobak bakso bakwan malang langsung pengen berenti..?? pedes apa ngga?? pangsit goreng??" tulis Pasha Ungu seperti dikutip pada Sabtu (20/9/2025).

Di momen tersebut, tampak ia menikmati semangkuk bakso bersama sang istri, Adelia Wilhelmina.

Ada juga kedua anaknya yang terlihat lahap menyantap bakso.

Momen sederhana itu langsung mendapat sorotan warganet.

Banyak yang menilai, potret tersebut memperlihatkan sisi sederhana dan merakyat dari Pasha Ungu.

Alih-alih makan di restoran mewah, Pasha Ungu dan keluarganya justru memilih menikmati bakso di pinggir jalan. 

Mereka bahkan menikmatinya sembari duduk santai di trotoar.

Pada foto tersebut, Pasha Ungu tampil santai mengenakan kaos putih polos dan peci putih.

Penampilan Adelia Wilhelmina juga tak kalah sederhana.

Ia dengan santai menyantap bakso sambil mengobrol dengan anak-anak mereka.

Momen ini tak hanya menunjukkan kesederhanaan, tetapi juga memperlihatkan kedekatan emosional dalam keluarga kecil Pasha Ungu.

Ini bukan kali pertama Pasha Ungu menunjukkan kesederhanaannya.

Beberapa waktu lalu, Pasha Ungu juga sempat menikmati makan di warung tenda pinggir jalan bersama putrinya.

Unggahan Pasha Ungu makan bakso di pinggir jalan itu sontak dibanjiri komentar dari warganet.

Tak sedikit warganet memuji kesederhanaan Pasha Ungu.


Bahkan, ada seorang warganet yang mengaku pernah bertemu Pasha Ungu dan memuji sikapnya saat terjebak macet.

"Tetep sederhana ya Aa’ merakyatt sekaliiii" tulis akun dandygeek**

"Ini dia wakil rakyat kita nihh .. waktu dulu gw pernah liat om @pashaungu_vm di cinere pagi2 kondisi gerimis diper3n macet becek tapi om @pashaungu_vm gak ragu2 langsung turun deri mobilnya untuk mengurai kemacetan ... Respect bgt sama om @pashaungu_vm ... Sehat selalu om orang baik, humbel " tulis akun moul_daw**

Pertamina Janjikan Transparansi dalam Skema Impor BBM Tambahan

Iki Radio - Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan, Pertamina akan transparan dan terbuka (open book) dalam mengimpor BBM tambahan untuk SPBU-SPBU swasta.

"Dengan demikian, baik dari kualitas, baik dari joint surveyor, bersama-sama kita melihat, dari saat pengiriman, termasuk juga dari sisi harga kita akan terbuka, sama-sama dengan SPBU swasta. Kita akan open book supaya transparan, dan tentunya kita berharap agar supaya harga di masyarakat tidak ada kenaikan," kata Simon A. Mantiri, melalui keterangan resmi, Jumat (19/9/2025).

Simon  menegaskan, Pertamina tidak memonopoli impor BBM untuk swasta, karena BBM yang diimpor Pertamina saat ini dikhususkan hanya untuk BBM di luar kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Artinya, impor BBM yang masih masuk dalam kuota dapat dilakukan langsung oleh swasta.

"Tidak ada impor satu pintu oleh Pertamina, karena kebijakan importasi itu sesuai seperti sebelumnya adalah melalui badan usaha masing-masing, kecuali penambahan. Jadi, tadi untuk penambahan, sampai akhir tahun ini itu adalah penambahan dari alokasi yang sudah diberikan. Nah, untuk penambahan memang saran dari Kementerian (ESDM, red.) untuk dikolaborasikan dengan Pertamina," sambung Simon.

Simon mengatakan, tidak ada kebijakan impor satu pintu yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk kuota yang telah diberikan kepada pemilik SPBU swasta tiap tahunnya. Untuk tahun 2025, swasta mendapatkan kuota impor BBM 10 persen lebih besar daripada kuota yang diberikan pada tahun 2024.

"Tidak ada kebijakan satu pintu, kecuali untuk penambahan. Untuk penambahan ini kan di luar kuota," ujar Simon.

Simon juga memastikan swasta menerima base fuel atau BBM dengan kadar oktan murni tanpa zat aditif. Dengan demikian, masing-masing dari pemilik SPBU swasta itu dapat lanjut mengolah base fuel tersebut sesuai spesifikasinya masing-masing.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan skema impor BBM tambahan untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta, Shell, Vivo, British Petroleum (BP), Exxon Mobil melalui Pertamina bukan skema satu pintu.

Menurut Bahlil, kebijakan kolaborasi dengan melibatkan perusahaan negara tersebut karena stok impor tambahan yang diperoleh oleh SPBU swasta saat ini sudah menipis, sehingga perlu pengaturan karena BBM merupakan cabang industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Reog Ponorogo dan Ketoprak Hibur Penumpang KA di Stasiun Surabaya Gubeng

Iki Radio - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kereta Api Indonesia ke-80 sekaligus sekaligus melestarikan budaya Nusantara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menggelar Parade Budaya yang menampilkan pertunjukan Seni Reog Ponorogo oleh Group Tresno Budoyo serta pementasan ketoprak dengan lakon “Ande-Ande Lumut” oleh Sanggar Puri Kencono, Sabtu (20/9) sore.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KAI Daop 8 Surabaya untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal dan menghadirkan hiburan edukatif kepada masyarakat.

Berlokasi di area stasiun Surabaya Gubeng, parade budaya diawali dengan atraksi Reog Ponorogo, seni tradisional dari Jawa Timur yang telah mendunia, kemudian dilanjutkan dengan pementasan cerita rakyat “Ande-Ande Lumut” dalam format teater tradisional yang dikemas secara modern.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk mendekatkan masyarakat dengan kebudayaan lokal, sekaligus menciptakan ruang seni maupun budaya.

"Kami ingin mengangkat kekayaan budaya Indonesia agar lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui Parade Budaya dengan tema "Harmoni Budaya Dalam Jejak Kereta Api Lestari" ini kami mengajak masyarakat umum, pecinta seni, dan pelanggan setia kereta api untuk menikmati sajian budaya ini secara gratis," ungkapnya.

Pada atraksi reog ini menampilkan iringan musik khas, tari warok, jathilan, dan barongan dengan busana serta tata rias yang megah dan penuh filosofi.

Sementara itu pertunjukkan "Ande-Ande Lumut" dipilih karena memiliki pesan moral yang kuat tentang kejujuran dan kesetiaan, yang relevan bagi generasi masa kini.

Pementasan ini menghadirkan kolaborasi antara seni tari, drama tradisional, dan musik gamelan, dibawakan secara atraktif namun tetap menjaga pakem budaya Jawa.

"Melalui kegiatan ini, kami ikut berperan aktif dalam mengangkat kearifan lokal, merawat, dan mengenalkan budaya Indonesia kepada publik yang lebih luas, sekaligus menjadi ajang promosi agar masyarakat dapat setia menggunakan moda tranportasi umum kereta api," pungkasnya.

close
Pasang Iklan Disini