Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Artis. Show all posts
Showing posts with label Artis. Show all posts

21 Oktober : Meggy Z, Sosok Pedangdut Senior Pelantun "Sakit Gigi" Meninggal Dunia

MADIUN, Iki Radio — Tanggal 21 Oktober menjadi momen emosional bagi para pecinta musik dangdut tanah air. Hari ini menandai peringatan kepergian sang legenda, Meggy Zakaria, atau yang lebih akrab disapa Meggy Z, yang menghembuskan napas terakhirnya pada 21 Oktober 2009 silam.

Seniman serba bisa kelahiran 24 Agustus 1945 tersebut wafat pada usia 64 tahun di Rumah Sakit Margonda, Depok, akibat penyakit jantung. Kepergian pelantun tembang Sakit Gigi ini didampingi oleh istri tercintanya, Zainabun, serta anak-anaknya sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Cilangkap, Jakarta Timur.

Dedikasi dan Kejayaan di Dunia Dangdut

Meggy Z dikenal memiliki loyalitas yang sangat tinggi terhadap perkembangan musik dangdut Indonesia. Kiprahnya di industri musik tanah air melahirkan puluhan album solo, duet, hingga kompilasi. Sejak era 1980-an hingga 2000-an, lagu-lagunya seperti Benang Biru, Senyum Membawa Luka, Anggur Merah, Gubuk Bambu, hingga Jatuh Bangun berhasil mendominasi tangga lagu nasional.

Kehebatannya terbukti lewat deretan penghargaan bergengsi yang diraihnya. Pada ajang Anugerah Dangdut TPI 1997, Meggy Z dinobatkan sebagai Penyanyi Rekaman Dangdut Terbaik. 

Ia juga menyabet penghargaan Lagu Dangdut Terbaik lewat lagu Benang Biru pada tahun 1998, serta meraih gelar Penyanyi Pria Favorit melalui lagu Permisi pada tahun 2002.

Karya-karyanya pun melintas batas generasi. Lagu Jatuh Bangun, misalnya, tak hanya dipopulerkan kembali oleh sesama pedangdut seperti Kristina, tetapi juga dibawakan ulang dengan aransemen musik rock oleh grup band Tiket sebagai bentuk penghormatan atas karya almarhum.

Eksistensi di Layar Lebar dan Sinetron

Selain piawai bernyanyi, Meggy Z juga mengukir jejak kuat di dunia seni peran. Perjalanan aktingnya terbilang unik; ia sering dipercaya memerankan karakter antagonis dalam deretan film layar lebar pada era 1970-an, sebelum akhirnya lebih banyak memerankan karakter protagonis pada era 2000-an.

Debut sinetronnya dimulai lewat Bulan Berkaca, yang kemudian berlanjut ke berbagai judul populer lainnya seperti Jadi Pocong, Duk Duk Mong, hingga Kampung Dangdut. Karakter dan gaya beraktingnya yang khas membuat sosoknya kian dicintai oleh masyarakat luas.

Meski kini sang maestro telah tiada, dedikasi dan karya-karya legendaris Meggy Z akan selalu hidup dan mewarnai sejarah musik serta industri hiburan Indonesia.

Kris Dayanti Raih Medali Emas dan Perak Wushu di Singapore New Kungfu Games 2026

SINGAPURA, Iki Radio — Penyanyi papan atas Tanah Air, Kris Dayanti, kembali mengukir prestasi membanggakan. Tidak dari panggung hiburan, melainkan dari arena olahraga martial arts. Di usianya yang menginjak 51 tahun, sosok yang kini juga dikenal sebagai nenek dua cucu ini sukses menyabet medali emas dan perak pada ajang Singapore New Kungfu Games 2026 yang digelar di Our Tampines Hub, Singapura, Minggu (18/10/2026).

Momen membanggakan tersebut dibagikan langsung oleh istri Raul Lemos ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @krisdayantilemos, Senin (20/10/2026). Dalam postingan tersebut, ia menampilkan deretan foto saat berlaga di gelanggang pertandingan.

Bagi Kris Dayanti, mendalami wushu memberikan warna dan tantangan baru dalam hidupnya setelah bertahun-tahun bergelut di dunia seni suara.

“Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar dan mengekspresikan diri melalui musik. Wushu memberi saya kesempatan lain untuk belajar, berkembang, dan menantang diri sendiri dengan cara yang berbeda,” ungkapnya.

Ia menilai, meski berada di ranah yang berbeda, musik dan olahraga bela diri wushu memiliki keterkaitan erat dalam membangun karakter.

“Menurut saya, musik dan wushu sama-sama menjunjung nilai-nilai disiplin, kesabaran, dan dedikasi,” lanjutnya.

Meski berhasil membawa pulang dua medali sekaligus di ajang internasional tersebut, Kris Dayanti tak lantas cepat berpuas diri. Ia menegaskan komitmennya untuk terus belajar dan mengasah kemampuannya.

“Masih banyak hal yang harus saya pelajari, dan saya bersyukur atas setiap kesempatan untuk terus berkembang,” tulis Kris Dayanti.

Pencapaian luar biasa ini tak lepas dari gemblengan tangan dingin para pelatihnya di Yayasan Inti Bayangan, termasuk pasangan mantan atlet wushu legendaris Indonesia, Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi.

“Terima kasih banyak kepada pelatih @yayasanintibayangan, @alinskha, @hulaefi, dan @lindswell_k,” tuturnya menutup sapaan di media sosial.

Dangdut Makin Digandrungi Gen Z, Ayu Ting Ting Bagikan Pengalaman Seru di Synchronize Fest 2026

JAKARTA, Iki Radio — Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting mengaku terkejut saat tampil di panggung Synchronize Fest 2026 pada Sabtu (17/10/2026). Pelantun lagu Alamat Palsu ini tidak menyangka penonton yang didominasi oleh Generasi Z (Gen Z) sangat familiar dan ikut bernyanyi bersama membawakan lagu-lagunya.

Bagi Ayu, pengalaman ini terasa baru. Pasalnya, penonton konser dangdut biasanya didominasi oleh kalangan generasi yang lebih matang.

"Aku agak sempat kaget juga sih, maksudnya di situ rata-rata yang nonton anak-anak muda semua kan. Dan alhamdulillah mereka semuanya hafal lagu aku," ujar Ayu seperti diberitakan detikPop pada Senin (19/10/2026).

Ayu merasa senang sekaligus terkesan karena lagu-lagunya yang telah dirilis beberapa tahun lalu masih diingat dan dinyanyikan dengan antusias oleh para pemuda. Ia mengenang bagaimana perjuangan mempopulerkan musik dangdut di kalangan anak muda pada masa lalu tidaklah mudah.

"Sedangkan kalau dari dulu kan saya ngerasain perjuangan yang namanya kita angkat dangdut tuh agak lumayan berat untuk kaum-kaum muda. Jarang anak-anak sekolah gitu, pasti kan anggap dangdut kayak, 'Ih apa sih dangdut?'. Tapi sekarang, mereka semuanya ramai-ramai bisa nyanyi lagu dangdut," jelasnya.

Melihat antusiasme ini, Ayu berharap dangdut dapat terus berkembang dan dikenal secara global, sebagaimana musik K-Pop dari Korea Selatan yang sukses mencuri perhatian dunia.

"Kalau kita sih penginnya dangdut bisa sama kayak K-Pop ya, bisa diterima sama semua negara pastinya, bisa bawa nama dangdut lebih besar lagi. Pastinya kita sebagai penyanyi dangdut pengin ngebawa dangdut lebih bagus lagi ke depannya, kalau bisa sampai ke mancanegara," ungkapnya.

Tren Dangdut Meningkat di Platform Digital

Fenomena naik daunnya dangdut di kalangan generasi muda juga sejalan dengan data digital. Pada Juni 2026 lalu, Google merilis Google Doodle edisi khusus dangdut yang menyoroti tingginya minat masyarakat terhadap genre musik khas Indonesia ini.

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, mengungkapkan bahwa pencarian terkait dangdut mengalami peningkatan signifikan di Google Search. Pencarian untuk genre Popdut tercatat naik sebesar 30 persen, sementara Disco Dangdut naik 20 persen.

Selain itu, pencarian kata kunci hiburan seperti Dangdut Cafe melonjak hingga 90 persen, dan Konser Dangdut naik 30 persen. Antusiasme publik juga terlihat dari pencarian ekspresi dan lirik, seperti "penyanyi Goyang Dombret" dan "lirik lagu Inul Daratista" yang melonjak lebih dari 100 persen.

 

 

Ingat Ine Sinthya ? Suara Manja Khas Dangdut Indonesia, Pelopor Manis Manja Group

MADIUN, Iki Radio — Nama Ine Sinthya Anggriana sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta musik dangdut tanah air. Penyanyi kelahiran Cianjur, 15 Agustus 1971 ini merupakan salah satu sosok pencetak hitsmaker era 90-an yang memiliki karakter vokal khas—sendu sekaligus manja—sehingga sangat mudah dikenali oleh masyarakat luas.

Selain berkarier solo, wajah Ine Sinthya yang kerap disebut memiliki kemiripan dengan vokalis grup musik dunia ABBA, Anni-Frid Lyngstad, juga dikenal aktif dalam grup musik terkemuka. Ia merupakan bagian dari Manis Manja Group bersama Yulia Citra, Kitty Nurbaiti, dan Murni Chania. Tak hanya itu, Ine juga tergabung dalam supergrup D'Duta (Delapan Diva Dangdut Wanita) yang diisi oleh sederet nama besar seperti Evie Tamala, Iis Dahlia, Ikke Nurjanah, Erie Suzan, Kristina, Cici Paramida, dan Iyeth Bustami.

Konsistensi Berkarya Tiga Dekade

Sejak awal kemunculannya, Ine Sinthya dikenal sebagai salah satu pedangdut yang paling produktif. Berbagai bentuk album dan tunggal (single) telah ia lahirkan, baik secara solo, duet, trio, hingga grup. Lagu-lagu populernya seperti “Lima Menit Lagi”, “Memori Daun Pisang”, “Cinta Bukan Sayur Asem”, “Aduh Buyung”, “Gaun Merah Jambu”, hingga “Prasangka” tetap dinikmati dan diputar di berbagai stasiun radio hingga saat ini.

Keberhasilannya di industri musik tercermin dari deretan penghargaan yang pernah diraih. Nama Ine beberapa kali masuk dalam nominasi penyanyi dangdut wanita terbaik, sementara Manis Manja Group yang ia pimpin berulang kali menyabet penghargaan sebagai Grup Dangdut Terbaik dan Terpopuler.

Tak hanya berhenti di dunia tarik suara, Ine juga melebarkan sayapnya ke dunia seni peran dan televisi. Ia tercatat pernah membintangi beberapa judul sinetron, di antaranya Prasangka (1997), Cinta Bukan Sayur Asem (2003), Kampung Dangdut (2006), serta FTV Cinderella Gaul. Ia juga pernah dipercaya menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Kontes Dangdut TPI (KDI).

Perjalanan Kehidupan Pribadi

Di balik kesuksesan kariernya, kehidupan pribadi mantan istri Andri Syahrial Sambas ini sempat menjadi perhatian publik. Dari pernikahan tersebut, Ine dikaruniai dua orang anak, yaitu Agi Syahrain dan Sherin Anasya Syaharani.

Pasangan ini sempat menghadapi permasalahan rumah tangga hingga Ine mengajukan gugatan cerai pada Mei 2007 di Pengadilan Agama Cianjur. Meski sempat mengajukan gugatan, Ine sempat memilih mencabutnya pada sidang pertama demi pertimbangan keluarga dan anak-anak. Namun pada tahun 2010, Ine dan Andri akhirnya resmi berpisah.

Kendati diterpa gelombang kehidupan pribadi, Ine Sinthya terus membuktikan eksistensinya di panggung musik Indonesia. Hingga kini, dedikasi dan konsistensinya menjadikannya sebagai salah satu legenda hidup musik dangdut Indonesia yang inspiratif.

 

Dunia Hiburan Berduka, Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

JAKARTA, Iki Radio — Kabar duka kembali menyelimuti industri perfilman dan hiburan Tanah Air. Aktor senior Yadi Mulyadi, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Yadi Timo, meninggal dunia pada usia 66 tahun pada Jumat (16/10/2026).

Kabar kepergian sang aktor pertama kali dibagikan oleh penulis skenario Joko Nugroho melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Yadi Timo.

"RIP YADI TIMO. Subuh baru saja beranjak, hari baru saja dimulai. Terhenyak membaca khabar, satu teman baik pergi," tulis Joko Nugroho dalam unggahannya, Jumat (16/10/2026).

Kenangan dan Sosok Yadi Timo di Mata Rekan Kerja

Dalam unggahan belasungkawanya, Joko Nugroho mengenang sosok Yadi Timo bukan sekadar sebagai aktor senior, melainkan sebagai kakak kelas, teman baik, hingga sosok kritikus yang pedas namun penuh dukungan.

Joko menceritakan bagaimana Yadi sering memberikan kritik tajam sekaligus apresiasi terhadap hasil karyanya, serta menunjukkan sikap loyalitas yang luar biasa antarsesama insan seni.

"Lo bikin cerita apa sih Jok? Bikinlah yang pantes buat gue mainin," kenang Joko menirukan ucapan Yadi. Namun, setelah melihat hasilnya, Yadi tetap memuji dengan gayanya yang khas: "Gue nggak pernah ngajarin lo bikin se keren ini, darimana lo belajar?"

Joko juga mengenang momen solidaritas tinggi dari Yadi Timo ketika pengerjaan suatu proyek mengalami pergantian sutradara, hingga momen kebersamaan mereka di awal karier saat Yadi membagikan honor syutingnya secara sukarela agar rekan-rekannya bisa merasakan hasil kerja keras di lokasi.


Perjalanan Karier dan Warisan Karya

Yadi Timo dikenal sebagai salah satu aktor karakter paling berbakat di Indonesia. Karakter aktingnya yang kuat membuatnya kerap dipercaya memerankan berbagai peran ikonik, mulai dari tokoh antagonis yang licik hingga sosok ayah yang menderita.

Selama masa hidupnya, Yadi Timo telah membintangi puluhan judul film layar lebar dan serial televisi hit, di antaranya:

Film Layar Lebar:

  • Petualangan Sherina
  • Banyu Biru
  • Petualangan 100 Jam
  • Brownies
  • Marley (2022)

Serial Televisi / Sinetron:

  • Lorong Waktu
  • Kisah Sedih di Hari Minggu
  • Jin & Jun
  • Dan berbagai judul sinetron populer lainnya.

Kepergian Yadi Timo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para penggemar karya-karyanya di panggung seni peran Indonesia. Selamat jalan, Yadi Timo.

 

Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Fitur Live Instagram Sarwendah Dibatasi 1 Tahun

JAKARTA, Iki Radio — Buntut dari konflik perselisihan dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, selebritas Sarwendah harus menghadapi konsekuensi di ranah digital. Fitur live (siaran langsung) pada akun Instagram pribadinya dijatuhi sanksi pembatasan hingga satu tahun. Hal ini terjadi setelah akun milik Sarwendah menerima pelaporan massal (mass report) dari pengguna lain.

Sanksi tersebut bermula dari aksi Sarwendah yang mengunggah rekaman video call serta tangkapan layar percakapan (chat) Ruben Onsu dengan pihak lain pada akhir pekan lalu. Berdasarkan pantauan terbaru, unggahan yang sempat memicu kehebohan publik tersebut kini sudah menghilang dari linimasa.

Kondisi tersebut dikonfirmasi langsung oleh tim kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu. Saat ditemui usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (14/10/2026), Chris membenarkan adanya pembatasan yang cukup merugikan kliennya tersebut. Ia menduga kuat ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memobilisasi aksi pelaporan terhadap akun kliennya.

"Kalau enggak salah itu adalah hasil dari report, bahwa ada pihak-pihak yang sengaja report," ujar Chris seperti diberitakan detikcom, Rabu (14/10/2026).

"Ini adalah satu konsekuensi di mana kedua belah pihak yang saat ini sedang bersengketa merupakan publik figur, ya. Jadi apa pun yang dilakukan oleh seorang publik figur itu pasti memiliki dampak," tambahnya.


Dihapus Paksa Sistem dan Terancam Banned

Secara terpisah, melalui keterangan resminya pada Selasa (13/10/2026), Sarwendah secara terbuka mengklarifikasi bahwa unggahan tersebut bukan sengaja ia hapus sendiri, melainkan diturunkan paksa oleh sistem Instagram.

"Postingan kemarin bukan saya hapus. Sebenarnya postingan itu sudah di-report dari hari pertama saya up ke Instagram saya, sempat bertahan setelah saya ajukan banding, tapi hari ini akhirnya diturunkan Instagram setelah makin banyak di-report," tulis Sarwendah.

Tidak hanya kehilangan unggahan, Sarwendah juga mengungkapkan dampak lanjutan yang diterimanya. "Saya juga kena pembatasan live selama setahun, dan ada peringatan akan di-banned akunnya," sambung Sarwendah.


Langkah Hukum Ditangani Tim Berbeda

Mengenai strategi pemulihan akun maupun manuver hukum spesifik terkait siber/digital, Chris Sam Siwu memilih irit bicara. Ia menjelaskan bahwa wewenang penanganan ranah tersebut telah didelegasikan kepada tim kuasa hukum lain.

"Saya enggak mau statement terlalu jauh, ya, karena nanti itu ranahnya dari rekan sejawat saya, Pablo Benua, ya," tuturnya.

Meski demikian, Chris memastikan bahwa Sarwendah telah memperhitungkan segala risiko serta konsekuensi hukum atas jejak digitalnya selama bersuara di media sosial. Sebagai kuasa hukum, ia menegaskan akan terus mendampingi kliennya.

"Kami sebagai tim lawyer akan terus men-support dan menghormati apa yang telah dilakukan klien kami," tegas Chris.

Lebih lanjut, Chris menyoroti tekanan bertubi-tubi yang dialami Sarwendah sepanjang proses konflik rumah tangga ini. Menurutnya, Sarwendah acap kali menjadi pihak yang dipojokkan oleh narasi-narasi miring netizen, meski sebelumnya telah memilih untuk berdiam diri.

"Klien kami diam saja. Diam saja disudutkan, dibuat narasi-narasi yang tidak baik. Nah, apalagi ketika mungkin namanya manusia, tidak ada manusia yang sempurna, mungkin ada khilaf kata ya itu tidak bisa kita hindari," pungkas Chris membela kliennya.

 

Raline Shah Resmi Mundur dari Jabatan Staf Khusus Menkomdigi

Iki Radio — Aktris sekaligus model Raline Shah secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi). Keputusan ini mengakhiri masa pengabdiannya di Kementerian Komunikasi dan Digital yang telah diemban sejak Januari 2025.

Raline Shah (Foto : Liputan 6)

Pengunduran diri tersebut berlaku efektif mulai Selasa, 13 Oktober 2026.

"Saya sangat bersyukur atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengabdi," ujar Raline dalam siaran pers resmi, Selasa (13/10/2026) malam.

Raline mengungkapkan bahwa pengalamannya menjabat di kementerian memberikan arti tersendiri bagi dirinya. Namun, ia merasa saat ini adalah momen yang tepat untuk mengalihkan fokus pada karier profesionalnya di industri hiburan.

"Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti, dan saya merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan profesional saya," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Raline turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih setinggi-tingginya kepada Menkomdigi Meutya Hafid atas amanah yang dipercayakan kepadanya selama bertugas di pelayanan publik.

Meski telah mengundurkan diri, Raline menegaskan komitmennya untuk membantu proses transisi tanggung jawab dan memastikan berbagai program kerja yang tengah berjalan di lingkungan Kementerian tetap berkelanjutan.

Apresiasi dari Menkomdigi Meutya Hafid

Menanggapi keputusan tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya atas dedikasi serta kontribusi Raline selama masa jabatannya.

"Kami mengapresiasi kontribusi Raline selama menjalankan tugasnya di Kementerian dan menghormati keputusannya untuk melanjutkan perjalanan profesionalnya," kata Meutya dalam siaran pers yang sama. "Kami tetap berterima kasih atas dukungan Raline terhadap agenda transformasi digital Indonesia."

Selama kurun waktu menjabat, Raline mencatatkan sejumlah peran penting, di antaranya memperkuat kemitraan global serta mendorong program edukasi dan literasi digital di Tanah Air. Ia juga aktif dalam berbagai inisiatif terkait keamanan digital dan perlindungan anak.

Salah satu fokus kebijakan penting kementerian selama masa tugas Raline adalah pengawalan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang menjadi tonggak utama dalam memperkuat ruang digital yang aman bagi anak-anak di Indonesia.

Mengenal Sosok Uut Permatasari: Dari "Goyang Ngecor" Hingga Puncak Karier Dangdut Indonesia

Iki Radio — Nama Uut Permatasari sudah tidak asing lagi di belantika musik dangdut Tanah Air. Penyanyi kelahiran 7 April 1982 yang memiliki nama asli Utami Suryaningsih ini dikenal luas lewat ciri khasnya, Goyang Ngecor—sebuah gerakan bergoyang dengan mengoperasikan satu kaki sebagai tumpuan sambil berputar bak menancapkan kaki ke tanah.

Kelenturan tubuh Uut saat tampil di atas panggung bukan tanpa alasan. Putri dari Ny. Supatiningsih ini sudah mengasah bakat seni sejak kecil. Selain rajin mengolah vokal hingga sering menjuarai kompetisi nyanyi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten, Uut juga aktif berlatih balet dan tarian tradisional seperti tari Yapong.


Perjalanan Karier dan Puncak Popularitas

Untuk mengejar mimpinya, Uut memutuskan merantau ke Jakarta pada tahun 2002. Perjuangannya tidak langsung mulus; album pertamanya yang bertajuk "Dua Hati Satu Cinta" (2002) kurang berhasil di pasaran.

Namun, kegigihannya membuahkan hasil saat ia merilis album kedua, "Putri Panggung" (2003). Album ini sukses besar dan melejitkan namanya hingga dipercaya menjadi maskot serta presenter acara Laris Manis di SCTV. Karier televisinya kian mengkilap saat ia juga memandu program Digoda di Trans TV.

Tidak hanya di dalam negeri, kepopuleran Uut Permatasari pun menembus panggung internasional. Ia tercatat pernah tampil menghibur penggemar di Malaysia, Hong Kong, hingga Korea Selatan.


Kehidupan Pribadi dan Pasang Surut Karier

Uut mengakhiri masa lajangnya pada usia 32 tahun. Ia resmi dipersunting oleh Kompol Tri Goffarudin Pulungan pada 16 Februari 2015, disusul dengan resepsi pernikahan meriah di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, pada 21 Maret 2015.

Di balik kesuksesannya, Uut juga sempat diterpa gelombang kontroversi. Pada tahun 2007, ia dituduh menyanyikan lagu "Ketahuan" milik grup band Matta tanpa izin. Beruntung, pihak manajemen dan label musik Uut bergerak cepat menyelesaikan hak cipta dengan pencipta lagu sebelum menempuh jalur hukum.


Karya dan Kontribusi Musik

Sepanjang kariernya, Uut telah melahirkan puluhan karya album dan single populer, di antaranya:

Album Populer: Putri Panggung (2003), Lenggak Lenggok (2004), Dewi Malam (2007), dan Takkan Ku Biarkan (2008).

Single Hits: Gak Jelas (2011), Ojek Cinta (2011), Hak E Hak E (2018), Kamu (2019), hingga Ku Puja Puja (2020).

Atas konsistensinya di industri hiburan, Uut juga sempat masuk dalam nominasi ajang penghargaan, salah satunya sebagai Bintang Tamu Teraduhai di YKS Romantic Award 2014.

 

close
Pasang Iklan Disini