MADIUN, Iki Radio — Nama Ine Sinthya Anggriana sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta musik dangdut tanah air. Penyanyi kelahiran Cianjur, 15 Agustus 1971 ini merupakan salah satu sosok pencetak hitsmaker era 90-an yang memiliki karakter vokal khas—sendu sekaligus manja—sehingga sangat mudah dikenali oleh masyarakat luas.
Selain berkarier solo, wajah Ine Sinthya yang kerap disebut memiliki kemiripan dengan vokalis grup musik dunia ABBA, Anni-Frid Lyngstad, juga dikenal aktif dalam grup musik terkemuka. Ia merupakan bagian dari Manis Manja Group bersama Yulia Citra, Kitty Nurbaiti, dan Murni Chania. Tak hanya itu, Ine juga tergabung dalam supergrup D'Duta (Delapan Diva Dangdut Wanita) yang diisi oleh sederet nama besar seperti Evie Tamala, Iis Dahlia, Ikke Nurjanah, Erie Suzan, Kristina, Cici Paramida, dan Iyeth Bustami.
Konsistensi Berkarya Tiga Dekade
Sejak awal kemunculannya, Ine Sinthya dikenal sebagai
salah satu pedangdut yang paling produktif. Berbagai bentuk album dan tunggal (single) telah ia
lahirkan, baik secara solo, duet, trio, hingga grup. Lagu-lagu populernya seperti
“Lima Menit Lagi”, “Memori Daun Pisang”,
“Cinta Bukan Sayur Asem”,
“Aduh Buyung”, “Gaun Merah Jambu”,
hingga “Prasangka” tetap
dinikmati dan diputar di berbagai stasiun radio hingga saat ini.
Keberhasilannya di industri musik tercermin dari deretan penghargaan yang pernah diraih. Nama Ine beberapa kali masuk dalam nominasi penyanyi dangdut wanita terbaik, sementara Manis Manja Group yang ia pimpin berulang kali menyabet penghargaan sebagai Grup Dangdut Terbaik dan Terpopuler.
Tak hanya berhenti di dunia tarik suara, Ine juga
melebarkan sayapnya ke dunia seni peran dan televisi. Ia tercatat pernah
membintangi beberapa judul sinetron, di antaranya Prasangka (1997), Cinta Bukan Sayur Asem
(2003), Kampung Dangdut
(2006), serta FTV Cinderella Gaul. Ia juga
pernah dipercaya menjadi juri dalam ajang pencarian bakat Kontes Dangdut TPI
(KDI).
Perjalanan Kehidupan Pribadi
Di balik kesuksesan kariernya, kehidupan pribadi mantan istri Andri Syahrial Sambas ini sempat menjadi perhatian publik. Dari pernikahan tersebut, Ine dikaruniai dua orang anak, yaitu Agi Syahrain dan Sherin Anasya Syaharani.
Pasangan ini sempat menghadapi permasalahan rumah tangga hingga Ine mengajukan gugatan cerai pada Mei 2007 di Pengadilan Agama Cianjur. Meski sempat mengajukan gugatan, Ine sempat memilih mencabutnya pada sidang pertama demi pertimbangan keluarga dan anak-anak. Namun pada tahun 2010, Ine dan Andri akhirnya resmi berpisah.
Kendati diterpa gelombang kehidupan pribadi, Ine Sinthya
terus membuktikan eksistensinya di panggung musik Indonesia. Hingga kini,
dedikasi dan konsistensinya menjadikannya sebagai salah satu legenda hidup
musik dangdut Indonesia yang inspiratif.
















