Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Menlu Tata Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla dan Pembentukan JTF

JAKARTA, Iki Radio — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Arrmanatha Nassir (Tata), memimpin rapat koordinasi tingkat menteri untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kabut asap di Indonesia.

Pertemuan khusus yang digelar berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto ini dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta perwakilan dari Kementerian Keuangan. Fokus utama rapat adalah menindaklanjuti upaya penanganan praktik bisnis tidak bertanggung jawab yang menjadi salah satu pemicu terjadinya karhutla.

Langkah koordinasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bilateral antara Menlu Tata dan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan pada 27 Oktober lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara telah sepakat untuk membentuk Joint Task Force on Strengthening Business Responsibilities between Indonesia and Singapore (JTF).

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa JTF dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat pertukaran informasi serta membangun rasa saling percaya antara Indonesia dan Singapura dalam penanggulangan karhutla.

"Ke depan, Menlu Arrmanatha juga berharap JTF dapat menjadi wadah untuk menangani persoalan strategis lain dalam memastikan praktik bisnis bertanggung jawab yang melibatkan kedua negara," tulis pernyataan resmi Kemlu RI, Rabu (4/11/2026).

Dalam rapat koordinasi lintas kementerian tersebut, para menteri merumuskan berbagai persiapan teknis pembentukan JTF, mencakup modalitas dan lingkup kerja yang disesuaikan dengan tugas serta kewenangan masing-masing kementerian.

Para menteri yang hadir mempertegas komitmen penuh pemerintah untuk terus bersinergi dalam menindak tegas pelanggaran hukum lingkungan secara berkelanjutan.

"Penanganan karhutla menjadi prioritas utama. Untuk memutus mata rantai praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab, diperlukan sinergi seluruh kementerian dan lembaga terkait serta kerja sama yang baik dengan negara mitra," tegas Menlu Tata.

 

close
Pasang Iklan Disini