GRESIK-MADIUN, Iki Radio — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jawa Timur terus memanaskan mesin organisasinya menyongsong Pemilu 2029. Dua DPC PKB, yakni Kabupaten Gresik dan Kabupaten Madiun, secara resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan baru periode 2026–2031 dengan fokus strategi utama pada perangkulan pemilih muda serta penguatan ikrar khidmat hingga tingkat akar rumput.
Didominasi Anak Muda, PKB Gresik Targetkan 16 Kursi DPRD
pada Pemilu 2029
DPC PKB Kabupaten Gresik menargetkan perolehan 16 kursi DPRD pada Pemilu 2029, naik dari raihan 14 kursi pada pemilu sebelumnya. Target optimistis ini diusung seiring dilantiknya pengurus baru DPC dan DPAC PKB Gresik periode 2026–2031 pada Minggu (1/11/2026) malam.
Pengukuhan jajaran kepengurusan yang didominasi generasi muda ini dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid. Pria yang akrab disapa Gus Jazil tersebut menekankan pentingnya pendekatan khusus untuk menggaet pemilih muda yang diproyeksikan mencapai 60% hingga 70% dari total suara secara nasional pada Pemilu 2029.
"Partai politik hari ini mau tidak mau harus bersama anak muda. Kalau tidak, akan ketinggalan," tegas Gus Jazil.
Dukungan senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Jawa Timur, Thoriqul Haq, yang menilai dominasi kalangan muda menjadi modal penting untuk memperluas basis dukungan masyarakat.
Ketua DPC PKB Gresik, M. Syahrul Munir, menyatakan
seluruh kader siap merealisasikan target 16 kursi tersebut melalui penyusunan
serta pelaksanaaan rencana kerja dan program strategis organisasi.
DPC PKB Kabupaten Madiun Tegaskan Ikrar Khidmat dan Hadir
Solutif bagi Masyarakat
Sementara itu, DPC PKB Kabupaten Madiun periode 2026–2031 yang dikukuhkan di Sun Hotel Kota Madiun, Sabtu (31/10/2026), menetapkan penguatan konsolidasi hingga level ranting serta peningkatan khidmat kepada masyarakat sebagai prioritas utama.
Pengukuhan yang dihadiri Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), menetapkan Muhtarom sebagai Ketua Dewan Syuro dan Purnomo Hadi (Dokter Pur) sebagai Ketua Dewan Tanfidz, didampingi Nuryanto (Sekretaris) dan Wahyu Widayat (Bendahara).
Dokter Pur menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum "ikrar khidmat" agar kader tidak sekadar aktif menjelang pemilu saja.
"PKB harus bermanfaat. Jangan menjadi partai yang hanya datang saat pemilu. Datang saat petani susah pupuk, saat peternak membutuhkan pakan, dan saat anak muda membutuhkan pekerjaan," tegas Dokter Pur.
Gus Halim dalam arahannya mengingatkan bahwa sejarah PKB
tidak lepas dari Nahdlatul Ulama (NU), sehingga perjuangan politik harus tetap
berakar pada nilai-nilai keumatan serta bersinergi kuat dengan ulama dan
pemerintah daerah demi pembangunan Kabupaten Madiun.








