SURAKARTA, Iki Radio — Suasana bahagia dan haru menyelimuti Auditorium G.P.H. Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Wisuda Periode IX Tahun 2026, Sabtu (31/10/2026). Dalam prosesi tersebut, satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya sukses menjalani wisuda secara bersamaan.
Ketiga wisudawan tersebut adalah Dr. Wara Pratitis Sabar Suprayogi, S.Pt., M.P., beserta kedua buah hatinya, Salma Aulia Rahma, M.Pt., dan Ihsan Hafidz Salim, S.T. Keberhasilan mereka meraih gelar akademik tertinggi di jenjang masing-masing pada hari yang sama menjadi catatan sejarah yang sangat istimewa.
Pada kelulusan kali ini, Dr. Wara merampungkan studi S-3 dan resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian minat Peternakan. Putri sulungnya, Salma, menuntaskan pendidikan Magister (S-2) Peternakan, sementara putra bungsunya, Ihsan, berhasil menyandang gelar Sarjana (S-1) Teknik Kimia.
Keteladanan Nyata dan Garap Tugas Akhir Bersama
Sebagai seorang dosen di lingkungan UNS dan ibu dari empat anak, Dr. Wara membuktikan bahwa pendidikan tinggi bisa dicapai meski usia telah melewati 50 tahun. Ia meyakini bahwa motivasi terbaik untuk anak-anak adalah melalui pembuktian dan keteladanan nyata dalam keseharian.
"Anak-anak melihat sendiri bagaimana saya membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan pendidikan. Saya lebih banyak memberikan motivasi melalui contoh daripada sekadar menyuruh mereka melanjutkan sekolah," ungkap Dr. Wara.
Uniknya, proses pengerjaan tugas akhir mereka bertiga berlangsung beriringan di kediaman pribadi. Dr. Wara fokus merampungkan naskah disertasi di lantai bawah rumah, sedangkan kedua anaknya menyelesaikan tesis dan skripsi di lantai atas.
Saling Menopang dan Prestasi Membanggakan
Rasa syukur mendalam juga dirasakan oleh sang putri, Salma Aulia Rahma. Kelulusannya ini diraih setelah sebelumnya sempat menunda fokus studi S-2 demi mendampingi suaminya menuntaskan jenjang magister manajemen terlebih dahulu. Salma, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Indonesia Membangun Surakarta, berencana melanjutkan studinya ke jenjang doktoral.
Sementara itu, Ihsan Hafidz Salim memberikan warna tersendiri dalam tradisi keilmuan keluarga. Berbeda dengan ibu dan kakaknya yang berfokus di bidang peternakan, Ihsan memilih rumpun rekayasa di Teknik Kimia dan berhasil lulus tepat waktu selama empat tahun dengan predikat cum laude.
"Saya merasa sangat senang karena tidak pernah membayangkan bisa wisuda bersama keluarga sendiri. Apalagi, kami bertiga sama-sama hadir sebagai wisudawan," ujar Ihsan dengan bangga.
Kisah inspiratif keluarga Dr. Wara ini menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu tidak terbatas oleh usia maupun kesibukan, serta dapat dicapai secara harmonis berkat kedisiplinan dan dukungan penuh dalam keluarga.








