Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Turen–Lumajang dan Tabanan Bali

JAKARTA, Iki Radio — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani bencana longsor yang melanda sejumlah titik Jalan Nasional Turen–Batas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta ruas jalan di Tabanan, Bali. Penanganan darurat ini dilakukan menyusul curah hujan lebat yang memicu longsor dan banjir lahar dingin Gunung Semeru dalam beberapa hari terakhir.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya kementeriannya merupakan elemen krusial dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. Kecepatan respons sangat dibutuhkan demi memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap infrastruktur dan layanan dasar di tengah situasi darurat.

"Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani," ujar Dody dalam rilis resminya pada Selasa, 3 November 2026.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, Kementerian PU mengerahkan tim penanganan beserta alat berat guna membersihkan material longsoran di lokasi terdampak yang berada di antara KM 13 hingga KM 33. Berkat langkah tanggap darurat tersebut, ruas jalan Turen–Lumajang kini telah kembali fungsional.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan pengguna jalan, tim BBPJN juga memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, Kementerian PU telah menyiapkan langkah lanjutan berupa usulan penanganan permanen pada Tahun Anggaran (TA) 2027.

Di samping masalah longsor, hujan lebat di Lumajang turut memicu banjir lahar dingin Gunung Semeru. Berdasarkan identifikasi awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, tercatat adanya kerusakan pada tanggul beton pengendali banjir (proyek VDRRSL S4 KD 3), pengikisan (*scouring*) pada tiga bangunan *sabo dam*, serta kerusakan tanggul sungai di bawah jembatan gantung. Personel bersama alat berat telah disiagakan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali dan Sungai Regoyo. Inventarisasi lanjutan terus dilakukan guna memetakan tingkat kerusakan secara menyeluruh.


Penanganan Longsor di Tabanan, Bali

Selain di Jawa Timur, Kementerian PU juga bergerak menangani longsor badan jalan pada ruas Banjar Taman Tanda–Mengwitani KM 39+100 di Desa Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Longsor yang terjadi pada Senin malam, 2 November 2026 tersebut dipicu oleh luapan air saluran eksisting akibat ketidakmampuan menampung debit air yang tinggi.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan alih fungsi lahan di sekitar lokasi, yang menyebabkan aliran air melimpas ke jalan nasional dan membuat lereng badan jalan jenuh air hingga akhirnya longsor.

Sebagai penanganan darurat, BBPJN Jatim–Bali telah memasang rambu peringatan, *sandbag* (karung pasir), dan terpal guna mencegah longsor susulan agar tidak meluas. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah desa setempat untuk menambah kapasitas saluran drainase. Selanjutnya, Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bali akan melaksanakan survei guna menyusun desain penanganan permanen.

Melalui berbagai langkah responsif ini, Kementerian PU terus berkomitmen menjaga konektivitas wilayah serta mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan baik. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, mengingat potensi longsor susulan masih mengintai di wilayah bermedan rawan.

close
Pasang Iklan Disini