Kemenhaj Siapkan 50 Personel Pemvisaan Haji 2027, Dirjen Pelayanan Haji: Kesalahan Kecil Berdampak Fatal

JAKARTA, Iki Radio — Memasuki tahapan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kesiapan sumber daya manusia demi menunjang kelancaran proses administrasi keberangkatan jemaah Indonesia. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembekalan kepada 50 Tenaga Pendukung (Tepung) Penyelesaian Dokumen dan Pemvisaan Haji yang mulai menjalankan tugasnya pekan ini di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Senin (2/11/2026).

Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, menegaskan pentingnya peran vital para tenaga pendukung tersebut. Menurutnya, kelengkapan dan kesesuaian data merupakan syarat mendasar yang menentukan diterbitkannya visa jemaah.

"Jemaah haji walaupun sudah istitaah dan mampu membayar biaya haji, kalau data dokumennya tidak lengkap, visanya tidak keluar, maka tidak bisa berangkat haji. Dan itu ada di tangan kalian," tegas Ian dalam arahannya.

Ian mengingatkan agar setiap data—seperti nama, tanggal lahir, dan penulisan angka—diperiksa secara teliti. Kesalahan kecil dalam proses penginputan data dapat berakibat fatal pada tahapan selanjutnya. Oleh karena itu, ia menekankan lima prinsip kerja utama yang wajib dipegang teguh oleh seluruh personel: ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur, kepedulian antarsesama, kebersamaan, dan menjaga kebugaran fisik (kesamaptaan).

"Di tempat inilah akan lahir dokumen, akan lahir visa yang menjadi bekal jemaah haji berangkat ke Tanah Suci. Karena itu, kalian harus bangga dengan pekerjaan ini," tambah Ian mengapresiasi semangat para petugas.

Proses administrasi dan verifikasi dokumen ini menjadi landasan utama sebelum diajukan dalam proses pemvisaan. Setelah visa terbit, jemaah akan memperoleh kartu Nusuk sesuai aturan otoritas Arab Saudi. Kartu ini berfungsi sebagai identitas resmi dan akses utama jemaah selama beribadah di Tanah Suci.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Nurchalis, yang didampingi Kasubdit Dokumen Khoirun Naim, turut memberikan motivasi dan arahan terkait etos kerja. Ia menitikberatkan pentingnya sikap proaktif, inisiatif, dan komunikasi tim yang lancar.

"Ada tiga pesan yang ingin saya sampaikan. Pertama, kalau kalian tidak mengupayakan, kalian tidak akan mendapatkan hasilnya. Kedua, kalau kalian tidak melangkah, kalian akan tetap berada di tempat. Ketiga, apabila kamu tidak pernah bertanya, maka kamu tidak akan tahu," ujar Nurchalis mengakhiri pembekalan.

 

close
Pasang Iklan Disini