MALANG, Iki Radio — Keputusan seorang pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Jawa Timur, Wulida Agustyn, untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya mendadak jadi sorotan publik.
Wulida yang juga dikenal sebagai seorang model mengungkapkan pengunduran dirinya melalui akun Threads pribadinya, `@wulydaagustyn_`, pada Senin (2/11/2026). Dalam pernyataannya, ia mengaku memilih meninggalkan instansi tempatnya mengabdi lantaran merasa nilai dan prinsip yang diyakininya sudah tidak lagi sejalan dengan lingkungan kerja.
"Hal yang tidak pernah kuduga. Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tindakan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tulisnya, Selasa (3/11/2026).
Tak sekadar persoalan prinsip, pegawai di Bidang Perencanaan dan Keuangan Dishub Malang ini juga menyiratkan adanya dugaan perlakuan tak pantas yang diterimanya selama menjalankan tugas.
"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan harga diri. Saya tidak takut melepas jabatan, tetapi saya takut jika harus terus menerus mendapatkan hal yang tidak pantas," tegasnya.
"Seragam bisa dijadwalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh dihilangkan. Sebab pengabdian sejati bukan sekedar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertaruhkan," tambah Agustyn.
Sorot Tren Pengunduran Diri Aparat demi Prinsip
Keputusan Wulida Agustyn mengundurkan diri seolah menambah deretan figur publik di lingkup instansi pemerintahan yang memilih hengkang demi mempertahankan integritas.
Sebelumnya, langkah serupa diambil oleh AKBP Netty Rosdiana Siagian yang mundur dari Korps Bhayangkara. Mantan Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenim) Ditreskrimum Polda Metro Jaya tersebut mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun Instagram `@netty_diana` pada Minggu (1/11/2026), terhitung sejak 1 September 2026.
Netty menyatakan bahwa keputusannya meninggalkan kepolisian didasari oleh kondisi yang menurutnya tak lagi selaras dengan nurani.
"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini. Sebab pengabdian sejati bukan sekadar tentang di mana kita berdiri, melainkan tentang nilai apa yang tetap kita pertahankan," tegas Netty kala itu.









