MADIUN, Iki Radio – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali menyalurkan bantuan kain seragam gratis beserta ongkos jahit kepada ribuan siswa tingkat SD dan SMP. Program tahunan ini menyasar total 5.368 siswa penerima manfaat, yang terdiri dari 2.242 siswa SD dan 3.126 siswa SMP.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di SMPN 3 Madiun pada Senin (2/10/2026). Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Agus Purwowidagdo, menyatakan bahwa proses pendistribusian kain ke sekolah-sekolah ditargetkan rampung dalam waktu singkat.
"Dalam satu dua hari ini, kain sudah terbagi ke sekolah. Harapannya, pekan depan sudah bisa dipakai semua," ujar Agus usai acara penyerahan.
Untuk merealisasikan program ini, Pemkot Madiun mengalokasikan anggaran pengadaan kain seragam sebesar Rp 1,8 miliar pada APBD 2026. Selain itu, disiapkan pula anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk subsidi ongkos jahit, di mana setiap siswa menerima bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu yang ditransfer langsung melalui rekening Bank Jatim.
Menanggapi keterlambatan pengadaan seragam pada tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Madiun berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Agus menegaskan bahwa pada tahun anggaran 2027, Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) akan direalisasikan lebih awal, yakni sekitar bulan Juni hingga Juli. Hal ini dilakukan agar bantuan seragam dapat diterima siswa tepat saat masuk tahun ajaran baru.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, berharap bantuan ini dapat mendongkrak semangat belajar siswa serta meningkatkan angka kehadiran di sekolah.
"Harapannya, siswa lebih semangat sekolah. Orang tuanya juga tambah semangat," ungkap Bagus.
Bagus juga menekankan bahwa pemberian subsidi ongkos jahit tidak hanya bertujuan agar seragam dapat segera diproses dan dipakai, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk memberdayakan para pelaku UMKM lokal. Pemkot Madiun mengimbau agar orang tua menggunakan jasa penjahit di wilayah setempat.
"Ya harus pakai penjahit lokal. Mesakne (kasihan)," pungkasnya.








