Tampil Tanpa Beban, Nurisa Dian Ashrifah Menyumbang Emas Kelima Indonesia di Asian Games 2026

Iki Radio — Atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, tampil mengejutkan dengan merebut medali emas pada nomor compound perorangan putri Asian Games 2026. Keberhasilan atlet yang akrab disapa Hani ini sekaligus menjadi medali emas kelima bagi kontingen Indonesia, memastikan melampaui target awal empat emas yang ditetapkan pemerintah.

Hani mengaku tidak memikul beban berat maupun mematok target tinggi sejak awal kompetisi. Fokus utamanya hanya menjaga kenyamanan dan konsistensi di setiap lembaran tembakan.

"Dari awal saya tidak berekspektasi. Yang penting enak nembaknya. Sebenarnya dari kualifikasi saya cuma mencoba untuk menembak dengan nyaman. Hasilnya mengikuti. Ternyata di sesi kedua saya bisa menaikkan skor dan akhirnya peringkat delapan," ungkap Hani seusai laga.

Langkah Hani menuju podium tertinggi terbilang dramatis. Usai lolos dari kualifikasi, ia menembus perempat final dan langsung berhadapan dengan wakil India, Chikitha Taniparthi—pemanah unggulan yang sebelumnya telah mengoleksi dua emas di nomor beregu putri dan beregu campuran.

Mampu menumbangkan Chikitha, Hani melanjutkan kejutan di semifinal dengan menundukkan pemanah Korea Selatan, Kang Yeon Seo. Dalam laga semifinal tersebut, perubahan cuaca dan angin sempat menguji mentalitas bertandingnya.

"Dia kemarin mainnya bagus, perfect score terus. Jadi saya tidak berekspektasi. Ya sudah, nembak saja. Dari tadi belum ada angin, bahkan dari kemarin belum ada angin. Baru hari ini panas, matahari datang, kemudian angin. Saya sempat agak panik, lawan juga panik. Tapi alhamdulillah saya bisa menang, selisihnya empat poin," terangnya.

Puncaknya terjadi pada partai final saat Hani berhadapan dengan atlet Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Melalui pertarungan ketat, Hani menutup laga dengan kemenangan tipis 139-137. Ia tak menampik adanya faktor keberuntungan terkait kondisi angin saat penentuan tembakan.

"Saya benar-benar enggak kebayang sampai final. Yang penting dari awal saya nembak bagus saja. Iya, ini semesta sepertinya mendukung. Pas saya nembak anginnya enggak terlalu kencang, tapi pas Filipina nembak, lumayan kencang," ujar Hani.

Pemanah muda ini menyebut pencapaiannya sebagai kejutan terbesar dalam kariernya setelah berhasil menumbangkan para pemanah unggulan dunia dari India dan Korea Selatan.

"Ini plot twist banget dalam hidup saya. Saya lawan India dan Korea yang sudah menguasai panahan dan atlet top. Ternyata saya bisa," tutupnya.

close
Pasang Iklan Disini