Iki Radio — Muhammad Sarmuji resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Upacara serah terima jabatan (sertijab) digelar di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/10/2026), sehari setelah pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Pelantikan Sarmuji didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.
Dalam sambutannya saat sertijab, Sarmuji menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan serta memperkuat berbagai fondasi dan capaian yang telah dibangun oleh pendahulunya. Ia menganggap Agus Gumiwang tidak hanya sebagai pendahulu di kementerian, melainkan juga seniornya di Partai Golkar.
"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan serah terima jabatan dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita ke saya. Mudah-mudahan dengan kedekatan kami transisi ini berjalan mulus, ada bagi pengalaman, dan saya tetap berharap ada masukan, saran, nasehat dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita," kata Sarmuji.
Sarmuji menekankan bahwa sektor industri memegang peranan krusial sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jajaran Kemenperin untuk optimis dalam melihat setiap potensi pengembangan industri nasional.
"Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Jangan berpikir kendalanya terlebih dahulu, mari kita berpikir opportunity-nya terlebih dahulu," ujarnya.
Tak hanya itu, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini juga meminta jajarannya menciptakan lingkungan kerja yang terbuka dan komunikatif. Ia mewanti-wanti agar tidak ada perlakuan atau pelayanan berlebihan kepadanya agar tidak membentang sekat komunikasi internal.
"Jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Nanti penghormatan yang berlebih, pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua," tegas Sarmuji.
Sebelum dipercaya memimpin Kementerian Perindustrian,
Sarmuji memiliki rekam jejak panjang di parlemen. Ia menjabat sebagai Anggota
DPR RI selama tiga periode sejak 2014 dan pernah bertugas di Komisi IX, Badan
Anggaran, hingga Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, perdagangan,
perindustrian, BUMN, dan koperasi.








