Iki Radio — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus menerapkan sistem berbasis prestasi (merit system) dalam pembinaan karier prajurit, dan meninggalkan pola lama yang hanya mengandalkan senioritas maupun loyalitas kelompok.
![]() |
| Presiden Prabowo menyampaikan amanat dalam upacara HUT ke 81 TNI (Youtube Setpres) |
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan amanat dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI yang berlangsung di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
"Sekali lagi saya tekankan, TNI yang hebat adalah TNI yang mengutamakan prestasi. Sistem yang berlaku di TNI harus sistem prestasi, bukan sistem sekadar senioritas, apalagi sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas perangkatan, dan sebagainya," ujar Prabowo di hadapan para prajurit.
Presiden menekankan bahwa TNI masa kini dituntut menjadi
kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, adaptif, serta mumpuni
dalam menguasai teknologi modern. Menurutnya, penguasaan teknologi dan keahlian
hanya dapat dicapai jika organisasi TNI memberikan ruang utama bagi prajurit
berprestasi.
Sinergi dan Penguatan Wilayah Strategis
Dalam amanatnya, Kepala Negara juga meminta seluruh prajurit TNI untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dengan kementerian, lembaga pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah—mulai dari tingkat gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga tokoh adat dan kepala suku.
Sinergi ini dinilai vital untuk mempercepat program-program pembangunan nasional sekaligus membantu mengatasi kesulitan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, Presiden mengingatkan besarnya tanggung jawab yang diemban oleh TNI.
"Kita harus ingat, bangsa Indonesia luasnya adalah
seperti Eropa. Di Eropa terdiri dari 30 negara lebih, mereka punya 30 angkatan
perang, 30 angkatan udara, 30 angkatan laut. Kita satu TNI. Tugas Saudara
berat, tapi saya yakin Saudara mampu," tutur Prabowo.
Kesejahteraan Prajurit dan Kemanunggalan dengan Rakyat
Di akhir amanatnya, Presiden Prabowo memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan perhatian penuh terhadap kesejahteraan prajurit, termasuk aspek pelayanan kesehatan, kehidupan keluarga, hingga pendidikan bagi anak-anak prajurit.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar TNI tetap menjaga kemanunggalan dengan masyarakat dan tidak melupakan jati dirinya sebagai tentara rakyat.
"TNI sebagai tentara rakyat, tingkat kehidupan TNI
tidak boleh terlalu jauh dari tingkat kehidupan rakyat kita seluruhnya,"
tegasnya.








