Iki Radio — Pada tanggal 12 Oktober 2026, Provinsi Jawa Timur resmi menginjak usia ke-81 tahun.
Peringatan hari jadi yang berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2007 ini menjadi momen penting untuk mengenang perjalanan panjang wilayah Jawa Timur, mulai dari zaman prasejarah, era kerajaan megah, hingga berdiri sebagai pembentuk sejarah Indonesia modern.
Secara historis, Provinsi Jawa Timur dibentuk pertama kali pada 19 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dengan Raden Mas Tumenggung Ario (R.M.T.A.) Soerjo yang ditunjuk sebagai gubernur pertamanya.
Pusat Peradaban Purba dan Kejayaan Kerajaan Nusantara
Jawa Timur bukan sekadar wilayah administratif, melainkan tanah pemukiman awal manusia purba di Nusantara. Jejak ini dibuktikan melalui penemuan fosil penting dunia seperti Pithecanthropus mojokertensis di Mojokerto, Pithecanthropus erectus di Ngawi, serta Homo wajakensis di Tulungagung.
Memasuki era abad pertengahan, kawasan ini berkembang menjadi pusat gravitasi politik dan budaya Tanah Air. Dimulai dari Kerajaan Kanjuruhan di Malang pada abad ke-8 (Prasasti Dinoyo 760 M), dinamika pemerintahan kian menguat saat Mpu Sindok memindahkan pusat kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada era 929–947 M sekaligus mendirikan Kerajaan Medang.
Setelahnya, berdiri jajaran kerajaan besar seperti Kahuripan, Daha, Janggala, dan Singasari. Puncak kejayaan Jawa Timur terjadi pada era Kerajaan Majapahit (1293–1527 M) di bawah pimpinan Raja Hayam Wuruk, yang berhasil menyatukan wilayah Nusantara. Struktur pemerintahan lokal dari Kraton (pusat), Watek (daerah), hingga Wanua (desa) turut meletakkan fondasi tata kelola wilayah yang dinamis.
Masa Kolonial hingga Era Kemerdekaan
Tantangan besar menerpa Jawa Timur saat penguasaan kolonial Belanda dimulai dari pesisir utara dan Madura pada 1743, hingga kontrol penuh usai Perang Diponegoro pada 1830. Pemerintah Hindia Belanda kemudian membentuk Provincient van Oost Java pada tahun 1929.
Di era pendudukan Jepang (1942–1945), perlawanan gigih terus dilancarkan rakyat, salah satunya pemberontakan PETA di Blitar yang dipimpin oleh Supriyadi.
Pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945, Jawa Timur kembali menjadi benteng pertahanan Republik. Kota Surabaya memuncaki panggung sejarah lewat Pertempuran 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Meski sempat diguncang peristiwa pemberontakan PKI Madiun pada 1948, Jawa Timur terus bangkit dan memperkuat diri.
Jawa Timur Modern
Secara hukum, keberadaan Provinsi Jawa Timur diperkuat kembali melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950. Kini, di usianya yang ke-81, Jawa Timur tumbuh menjadi salah satu pilar ekonomi dan budaya terbesar di Indonesia yang menaungi 29 kabupaten dan 9 kota.








