Diduga Korban Perundungan Teman Sekolah, Siswa SD di Pekalongan Alami Trauma dan Dirawat di Rumah Sakit

PEKALONGAN, Iki Radio — Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berinisial KFN (12), harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Anak laki-laki tersebut diduga mengalami gangguan psikologis berat setelah menjadi korban perundungan atau bullying oleh sejumlah rekan sekolahnya.

ilustrasi (Ai)

Berdasarkan pantauan di Rumah Sakit Djunaid, Pekalongan, KFN tampak duduk di atas dipan perawatan dengan raut wajah murung dan tatapan kosong. Ia juga terlihat ketakutan saat berhadapan dengan orang yang belum dikenal, dan hanya berbicara secara pelan kepada sang ibu, Siti Munawarah.

Siti mengaku sangat khawatir melihat perubahan drastis pada perilaku anaknya. Menurutnya, KFN kini menolak keras untuk pergi ke sekolah dan kondisi mentalnya semakin memburuk.

"Sudah tidak mau sekolah dua minggu lebih, kondisinya semakin berat," ujar Siti Munawarah saat ditemui di rumah sakit, Jumat (30/10/2026).

Siti menduga perubahan perilaku tersebut terjadi karena anaknya memendam rasa takut yang mendalam akibat ancaman atau tekanan dari para pelaku perundungan. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya lantaran keluarga dari para siswa yang diduga terlibat belum menyelesaikan persoalan ini secara tuntas, meski sempat mendatangi kediamannya dan menawarkan penggantian biaya transportasi.

Menghadapi situasi ini, pihak keluarga memilih untuk menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Kami minta keadilan dan semua terserah kepada polisi, yang penting saat ini adalah kondisi anak kami," imbuhnya.

Langkah Penanganan Dinas Terkait

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Nasruddin, menyatakan pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus dugaan perundungan ini dengan mendatangi sekolah serta lingkungan tempat tinggal korban dan terduga pelaku.

"Menurut informasi yang kami terima, ada lima anak yang terlibat dan kemungkinan ada anak-anak lain yang hanya menyaksikan," jelas Nasruddin.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Kesehatan untuk menangani kasus tersebut, dengan prioritas utama memulihkan kondisi psikologis KFN agar bisa kembali belajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Ryan Ardana Putra, mengungkapkan bahwa korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Djunaid sejak Kamis sore guna memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis awal.

"Kemarin sore kita evakuasi ke Rumah Sakit Djunaid, kita fokus terhadap korbannya dulu, sedangkan masalah kasusnya pihak lain yang akan menangani," tutur Ryan.

Tim kesehatan selanjutnya akan melakukan asesmen guna menentukan rumah sakit rujukan yang sesuai dengan kebutuhan perawatan lanjutan KFN. Proses perawatan di rumah sakit diperkirakan akan berlangsung sekitar satu pekan sebelum dilanjutkan dengan rawat jalan dan pemulihan aktivitas sekolah.

 

close
Pasang Iklan Disini