Iki Radio — Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Kedatangannya berlangsung di tengah kabar pelantikan pejabat baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pratikno mengonfirmasi bahwa kehadirannya di Istana adalah untuk memenuhi undangan pelantikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
"Iya, ini saya diundang untuk pelantikan, apa, Wantimpres ya," ujar Pratikno kepada wartawan saat ditemui di Istana.
Meski demikian, mantan Menko PMK tersebut belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai posisi atau detail Keputusan Presiden (Keppres) terkait penunjukannya.
"Nanti kita lihat, saya belum memperoleh salinan
Keppres," tambahnya.
Langkah Usai Reshuffle Kabinet
Pratikno menjadi salah satu pejabat yang terdampak perombakan (reshuffle) kabinet yang diumumkan sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026). Posisi Menko PMK yang sebelumnya ia jabat kini diisi oleh Sugiono, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
Kendati mengalami pergantian posisi, Pratikno menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas amanah yang sempat diberikan kepadanya untuk memimpin sektor pembangunan manusia.
"Yang memang menjadi bidang saya, di bidang pembangunan manusia. Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas kepercayaan dan mandat yang diberikan," tutur Pratikno.
Pasca-pelantikan ini, Pratikno diproyeksikan resmi
mengemban tugas di Wantimpres—lembaga pemerintah nonstructural yang bertugas
memberikan nasihat serta pertimbangan langsung kepada Presiden dalam
menjalankan roda pemerintahan.
Rekam Jejak Akademisi dan Pemerintahan
Penunjukan Pratikno ke dalam jajaran Wantimpres menambah panjang rekam jejaknya di birokrasi dan pemerintahan. Sebelum dipercaya menjadi Menko PMK di kabinet Presiden Prabowo, Pratikno dikenal luas sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama dua periode (10 tahun) di bawah kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Sebelum masuk ke lingkaran inti pemerintahan pusat, sosok berkacamata ini mengawali kariernya di dunia akademik. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) serta pengajar dan Direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik UGM.
Selain itu, Pratikno juga tercatat memiliki pengalaman
strategis dalam politik nasional, di antaranya sebagai moderator Debat Capres
2009, anggota Tim Seleksi KPU dan Bawaslu, serta anggota tim ahli dan tim
sinkronisasi program pasangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.








