Bencana Banjir dan Longsor Terjang Nepal: 21 Orang Tewas, Ribuan Warga Dievakuasi

Iki Radio — Hujan deras yang mengguyur Nepal selama beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan tanah longsor di berbagai wilayah, termasuk kawasan ibu kota Kathmandu. Hingga Senin (28/9/2026), bencana ini dilaporkan telah menelan sedikitnya 21 korban jiwa, lima orang hilang, dan lima lainnya mengalami luka-luka.


Mengutip laporan SANA, Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyatakan bahwa seluruh korban luka saat ini tengah menjalani perawatan medis. Sementara itu, tim gabungan terus memfokuskan upaya pada penanganan darurat di lapangan.

"Operasi pencarian, penyelamatan, dan penyediaan tempat penampungan sementara terus dilakukan," ujar PM Balendra Shah.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa ancaman bencana belum berakhir mengingat hujan deras dan angin kencang masih berpotensi melanda sejumlah kawasan. Pemerintah mengimbau warga yang bermukim di dekat bantaran sungai maupun area perbukitan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan yang tidak mendesak.

 

Sistem Tekanan Rendah Teluk Benggala

Berdasarkan keterangan Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal, intensitas hujan lebat yang terjadi sepanjang 24–27 September 2026 dipicu oleh sistem tekanan rendah di atas Teluk Benggala.

Dampak langsung bencana ini dirasakan oleh sedikitnya 747 keluarga. Sebagai langkah antisipasi, sekitar 2.000 warga yang berada di zona merah banjir dan longsor telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

 

Lumpuhnya Infrastruktur dan Pasokan Listrik

Bencana ini melumpuhkan akses transportasi akibat kerusakan parah pada ruas jalan dan infrastruktur vital lainnya. Sektor energi Nepal turut terpukul hebat setelah banjir mengganggu penyaluran pasokan listrik sebesar 1.013,2 megawatt pada jaringan transmisi nasional.

Selain itu, sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas total 318 megawatt terpaksa dihentikan operasinya akibat robohnya menara-menara transmisi diterjang banjir.

 

Rangkaian Cuaca Ekstrem

Gelombang cuaca ekstrem ini terjadi hanya selang satu bulan dari bencana serupa pada 26 Agustus lalu, di mana banjir bandang meluapkan koridor Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Kala itu, dampak parah melanda wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, hingga kawasan hilir.

Bencana pada Agustus tersebut mencatatkan kerusakan masif pada permukiman, jembatan, dan fasilitas PLTA. Kementerian Luar Negeri Nepal mencatat hingga 29 Agustus, sebanyak 626 jenazah telah ditemukan, sementara sekitar 2.400 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

 

close
Pasang Iklan Disini