Iki Radio — Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menggelar bursa kerja atau Job Fair 2026 di Pendopo Ronggo Djumeno pada Selasa (19/5/2026).
Acara ini langsung diserbu oleh ribuan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi hari demi berburu pekerjaan impian.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Area pendopo dipadati oleh para pelamar yang kompak mengenakan pakaian formal kemeja putih dan celana hitam.
Berdasarkan data dari panitia penyelenggara, total pendaftar yang tercatat hingga hari pelaksanaan mencapai 4.500 orang. Dari jumlah tersebut 2.000 peserta merupakan warga asli Kabupaten Madiun, dan 1.500 peserta datang dari berbagai wilayah di luar Kabupaten Madiun.
Job Fair kali ini berhasil menggandeng 60 perusahaan berskala lokal maupun nasional. Untuk memaksimalkan jangkauan, panitia membagi sistem kehadiran perusahaan menjadi dua metode. Yakni hadir langsung di lokasi Job Fair (On-site di Pendopo) sebanyak 32 perusahaan, dan secara daring (online) sebanyak 32 perusahaan.
Perusahaan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari wilayah Madiun Raya, melainkan juga dari luar kota seperti Pasuruan, bahkan hingga pulau Kalimantan.
Secara total, ada 15.000 lowongan pekerjaan dengan berbagai formasi yang siap diperebutkan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan yang terlibat memang sedang melakukan ekspansi besar-besaran sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja baru.
"Ada perusahaan yang membutuhkan 200 tenaga kerja, 300 tenaga kerja, bahkan ada yang sampai membutuhkan 2.000 tenaga kerja sekaligus," ujar Bupati saat meninjau stand perusahaan.
Menurutnya, Job Fair ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjembatani kebutuhan industri dengan para pencari kerja, khususnya para lulusan baru (fresh graduate).
Pemkab Madiun sendiri memiliki target makro untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara bertahap.
Dari posisi saat ini yang berada di kisaran 4 persen, pemerintah menargetkan angka tersebut bisa ditekan ke angka 3 persen, dengan target jangka panjang menyentuh 1 persen.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tren ketenagakerjaan di Kabupaten Madiun menunjukkan performa yang positif.
Angka pengangguran terbuka turun menjadi 3,22 persen di tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 yang sempat menyentuh 4,32 persen.
Jumlah pencari kerja yang belum mendapat pekerjaan berkurang sebanyak 4,575 orang (dari 19.285 orang pada 2024 menjadi 14.710 orang pada 2025).
Melihat ketertiban dan semangat para peserta sepanjang acara, Bupati Madiun mengaku sangat mengapresiasi keseriusan generasi muda daerah.
“Alhamdulillah, antusiasme anak-anak luar biasa. Mereka
hadir tertib dan menunjukkan keseriusan untuk bekerja,” pungkasnya.(ir)
.jpeg)
.jpeg)











