Iki Radio - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas daerah melalui kebijakan efisiensi penggunaan energi.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa
penghematan energi harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan sebagai
bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dinamika global.
Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi
Kewaspadaan Dini di Daerah di Aula BKD Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada
Kamis (9/4/2026).
“Pemerintah daerah harus tetap siap dan adaptif.
Efisiensi energi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas,”
ujarnya.
Sebagai implementasi kebijakan, Pemkab Lumajang mendorong
penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik di lingkungan
pemerintahan. Upaya ini bertujuan memastikan pemanfaatan energi lebih efektif
dan tepat guna.
Selain itu, kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap
hari Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN) juga diterapkan sebagai bagian dari
strategi efisiensi.
“Kami terus mendorong budaya kerja yang efisien, termasuk
melalui WFH, agar penggunaan energi bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh
elemen masyarakat dalam mendukung penghematan energi. Kesadaran bersama dinilai
menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan penggunaan sumber
daya.
Pemkab Lumajang terus mengoptimalkan koordinasi dan
pemantauan agar kebijakan yang diterapkan berjalan efektif serta memberikan
manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan langkah yang terarah dan kolaboratif, pemerintah
daerah optimistis stabilitas daerah dapat terjaga, sementara pelayanan publik
tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan.












