Iki Terbaru/Paling Greeess

Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Semangat Gotong Royong Sambut HUT ke-242

Iki Radio - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi berbagai kegiatan yang digelar di tingkat kecamatan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Rangkaian kegiatan tersebut dinilai mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Menurut Agung, keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan positif menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan Kota Pekanbaru yang lebih maju dan harmonis.

"Melalui kegiatan yang dilaksanakan di setiap kecamatan, saya melihat tumbuhnya semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ini tentu menjadi hal yang sangat membanggakan," kata dia usai menghadiri kegiatan Masak Besar Kecamatan Sukajadi, Minggu (14/6/2026).

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah program yang dilaksanakan Kecamatan Sukajadi. Selain mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa syukur.

Dalam kegiatan itu, masyarakat bergotong royong memasak bersama sebagai simbol kebersamaan. Hidangan yang disiapkan kemudian dinikmati bersama dan dibagikan kepada anak yatim serta kaum duafa.

"Seluruh warga Sukajadi berkumpul untuk memasak bersama, menikmati kebersamaan, dan berbagi kepada sekitar 200 anak yatim serta kaum duafa. Ini merupakan bentuk rasa syukur yang patut diapresiasi," ujar Agung.

Atas inisiatif tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan apresiasi kepada Kecamatan Sukajadi yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Agung menilai berbagai kegiatan yang dilaksanakan di seluruh kecamatan memiliki nilai positif karena mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota.

"Semua kegiatan di kecamatan menarik. Yang paling penting adalah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yakni meningkatkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan," kata dia.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tumbuh dalam peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

BPBD Lumajang Minta Warga Tetap Waspada, Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga

Iki Radio - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengajak masyarakat untuk terus mengedepankan kesiapsiagaan dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Semeru yang masih berstatus Level III (Siaga).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan dampak terhadap masyarakat maupun permukiman akibat aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dijaga sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Menurutnya, aktivitas Gunung Semeru yang sempat disertai awan panas guguran (APG) pada Sabtu malam (13/6/2026) menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana secara terukur dan tidak berlebihan.

“Kesadaran masyarakat untuk mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengutamakan informasi resmi,” ujar Isnugroho di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (14/6/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan 14 Juni 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru masih terekam melalui sejumlah kegempaan vulkanik. Status gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tetap berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang tidak berubah.

Isnugroho menjelaskan setiap informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Semeru selalu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta berbagai unsur terkait guna memastikan kondisi lapangan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Selain melakukan pemantauan, BPBD juga terus memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, literasi kebencanaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Pemahaman mengenai potensi risiko, jalur evakuasi, dan langkah mitigasi akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Saat ini masyarakat diimbau tetap mematuhi rekomendasi PVMBG, antara lain tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sesuai radius yang telah ditetapkan, tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak kawah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar pada aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Isnugroho menegaskan masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga dengan mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan.

Melalui penguatan kesiapsiagaan, kepatuhan terhadap rekomendasi kebencanaan, serta pemanfaatan informasi resmi sebagai rujukan utama, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi risiko sekaligus memperkuat budaya tangguh bencana di Kabupaten Lumajang.

Sekolah Rakyat Banyuwangi Berstandar Internasional Hampir Rampung, Progres Sudah 75 Persen

Iki Radio - Pemerintah pusat telah membangun Sekolah Rakyat di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 75 persen. 

Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Banyuwangi ini berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Saat ini sekolah rakyat di Banyuwangi sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin, dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.  

"Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak," ujar kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Sekolah tersebut berdiri di atas lahan 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi dan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional. Kawasan pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, SMA masing-masing dua lantai, asrama putra-putri tiap jenjang, serta rusun guru. Kemudian ada gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur. Lengkap dengan kantin SD, kantin SMP, kantin SMA, dan guest house.

Selain itu, tersedia lapangan lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, Green House, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, parkir mobil, parkir motor, gerbang dan signage.

"Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak," ujar Ipuk.

Manajemen Konstruksi proyek, Johansyah, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni mendatang.

Menurutnya, total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar, terdiri atas 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan 9 rombel SMA.

"Sampai hari ini progresnya sudah 77 persen. Bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang sekarang untuk masing-masing pekerjaan ini kurang lebih progresnya di 75 sampai 80 persen. Target kami bulan ini selesai," kata Johan. (*)

Kementerian PU Tuntaskan 51,56 Km Jalur Pansela di Tulungagung

Iki Radio - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) berhasil menyelesaikan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sepanjang 51,56 kilometer (km).

Salah satu ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. (Foto: Humas Kemen PU)


Pekerjaan pamungkas pada ruas Brumbun–Sine Lot 1A sepanjang 9,53 km dan Lot 1B sepanjang 3,88 km rampung pada akhir Mei 2026, setelah sebelumnya sempat menghadapi tantangan teknis berupa penanganan longsor di beberapa titik.

Dengan selesainya ruas Brumbun–Sine, Tulungagung kini menjadi kabupaten kedua di Jawa Timur yang seluruh jalur Pansela-nya telah tersambung penuh setelah Kabupaten Pacitan. Ruas ini membentang dan terhubung dari perbatasan Kabupaten Trenggalek di sisi barat hingga Kabupaten Blitar di sisi timur.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa pembangunan Pansela merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan konektivitas, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Pulau Jawa.

"Pansela diharapkan menjadi jalur alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Di saat yang sama, keberadaan jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir," ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).

Terhubungnya Pansela di koridor Tulungagung secara langsung mempermudah akses wisatawan menuju berbagai destinasi pesisir unggulan. Beberapa di antaranya adalah Pantai Sine yang terkenal dengan panorama teluk dan aktivitas nelayannya, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, Pantai Brumbun, hingga objek wisata alam Kedung Tumpang.

Sebagai informasi, JLS di Provinsi Jawa Timur dikenal memiliki bentang alam yang eksotis, mulai dari perbukitan, tebing karst, hingga panorama langsung ke Samudra Hindia. Secara keseluruhan, koridor Pansela di Jawa Timur memanjang dari ruas Panggul, Sendangbiru, Jarit, Puger, hingga Glenmore dengan total panjang mencapai 628,39 km.

Secara nasional, Kementerian PU terus memacu pembangunan Jalan Pansela Jawa yang ditargetkan tersambung sepanjang lebih dari 1.500 km melintasi lima provinsi, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Aksesibilitas yang semakin prima ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan serta menghidupkan usaha masyarakat lokal di sektor kuliner, jasa wisata, perdagangan, dan perikanan.

Dekranas Bangun Ekosistem Informasi Terpadu bagi Perajin Indonesia

Iki Radio - Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada produk yang dipasarkan, kualitas komunikasi menjadi faktor penting dalam menentukan daya jangkau sebuah organisasi. Menyadari hal itu, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mulai memperkuat tata kelola komunikasi digital melalui standardisasi pembuatan konten hingga penguatan platform informasi resmi terpadu.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian saat membuka Sosialisasi Standardisasi Pembuatan Konten Dekranas di Rumah Kriya Asri, Kamis (11/6/2026) 


Langkah tersebut menjadi salah satu strategi Dekranas untuk memperluas promosi produk kerajinan Indonesia sekaligus memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik memiliki kualitas, akurasi, dan standar yang seragam.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian mengatakan media sosial dan platform digital kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, organisasi yang ingin menjangkau publik secara luas harus mampu menghadirkan informasi yang kredibel, menarik, dan mudah dipahami.

“Tidak ada satu orang pun saat ini yang tidak memanfaatkan perangkat digital untuk memperoleh informasi. Karena itu publikasi melalui media sosial menjadi sangat penting untuk memperkenalkan berbagai kegiatan dan program Dekranas,” ujar Tri saat membuka Sosialisasi Standardisasi Pembuatan Konten Dekranas di Rumah Kriya Asri, Kamis (11/6/2026).

Menurut Tri, peran media saat ini semakin strategis dalam membentuk opini publik dan menjadi sarana kontrol sosial. Di tengah melimpahnya informasi dari berbagai kanal digital, organisasi dituntut mampu menyampaikan informasi yang berbasis data dan memiliki standar komunikasi yang jelas.

Ia menilai standardisasi konten menjadi kebutuhan mendesak karena selama ini masih terdapat perbedaan kualitas dokumentasi dan penyajian informasi dari berbagai bidang maupun mitra Dekranas.

“Kadang yang diterima hanya foto tanpa keterangan yang memadai. Bahkan ada dokumentasi yang belum menggambarkan substansi kegiatan secara utuh. Padahal publik membutuhkan informasi yang lengkap dan mudah dipahami,” katanya.

Melalui standardisasi tersebut, setiap bidang di lingkungan Dekranas diharapkan memiliki pedoman yang sama dalam menyiapkan berita, foto, video, maupun materi publikasi lainnya. Dengan demikian proses penyebarluasan informasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan profesional.

Selain memperkuat kualitas konten, Dekranas juga tengah mempercepat transformasi digital melalui pengembangan website resmi yang lebih modern dan terintegrasi. Platform tersebut diharapkan menjadi pusat informasi mengenai program kerja, kegiatan, serta promosi produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Tri menilai keberadaan website dan media sosial yang dikelola secara profesional akan memperkuat peran Dekranas sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan nasional.

Menurutnya, Dekranas memiliki posisi penting untuk menghubungkan berbagai program kementerian dan lembaga dengan para perajin di seluruh daerah. Melalui komunikasi yang lebih terstruktur, berbagai program pembinaan, pendampingan, maupun promosi produk kerajinan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

“Kita harus memanfaatkan ruang digital untuk menyebarluaskan informasi mengenai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kerajinan. Dengan begitu semakin banyak perajin yang dapat memperoleh manfaat dari berbagai program pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pengurus dan mitra Dekranas untuk aktif berbagi informasi terkait program yang berpotensi mendukung pengembangan kerajinan nasional. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat Dekranas bekerja bersama berbagai kementerian dan lembaga dalam memperluas pembinaan terhadap pelaku usaha kerajinan.

Melalui penguatan standar konten, pengembangan website, serta optimalisasi media sosial, Dekranas berharap promosi kriya dan wastra Indonesia dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing produk kerajinan nasional di pasar domestik maupun global.

“Semoga Dekranas terus maju dan semakin berperan dalam membantu pemerintah memajukan kerajinan nasional,” kata Tri.

Ancaman Siber Berbasis AI Meningkat, Literasi Digital Jadi Benteng Pertahanan Utama

Iki Radio - Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor. 

Alexander Sabar dalam diskusi publik bertema Komunikasi Digital dan Etika AI: Tantangan Menghadapi Ancaman Siber di Universitas Jayabaya, Jakarta.


Namun, di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru berupa ancaman siber yang semakin kompleks, mulai dari penyebaran disinformasi, konten deepfake, hingga berbagai bentuk kejahatan digital yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan negara.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Dirjen Wasdigi Kemkomdigi), Alexander Sabar, mengatakan, ruang digital kini telah menjadi ruang publik utama masyarakat Indonesia. Karena itu, keamanan dan tata kelola ruang digital menjadi isu strategis yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Jika pada abad ke-20 ruang publik utama ada di alun-alun dan ruang fisik lainnya, maka pada abad ke-21 ruang publik terbesar di Indonesia ada pada ruang digital,” ujar Alexander Sabar dalam diskusi publik bertema Komunikasi Digital dan Etika AI: Tantangan Menghadapi Ancaman Siber di Universitas Jayabaya, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pemanfaatan AI harus dibarengi dengan kesiapan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko yang muncul. Teknologi yang dirancang untuk membantu aktivitas manusia juga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan, manipulasi informasi, maupun serangan siber.

Karena itu, Alexander menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara tiga fondasi utama keamanan digital, yaitu manusia (people), tata kelola (process), dan teknologi (technology).

“Insiden keamanan siber terjadi bukan karena lemahnya teknologi tapi karena manusia. Teknologi hanya alat, efektivitas ditentukan oleh manusia dan tata kelolanya,” katanya.

Ia menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Kesadaran masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya juga menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital.

“Verifikasi sebelum amplifikasi,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan pakar hukum teknologi informasi Universitas Indonesia, Edmon Makarim. Menurutnya, penggunaan AI dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan, perlu didukung regulasi dan tata kelola yang memadai agar risiko penyalahgunaan dapat diminimalkan.

“Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko diperlukan aturan-aturan teknis. Sesungguhnya hukum yang baru bukan yang baru, tetapi terangkai dari sistem hukum yang telah ada,” jelas Edmon.

Ia menilai pengembangan AI tidak selalu memerlukan undang-undang baru, melainkan dapat dilakukan melalui optimalisasi kerangka hukum yang telah tersedia dengan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Manajemen Humaniora (LMH) Universitas Jayabaya Yulia Muslim Taher menyoroti pentingnya edukasi AI di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pemahaman yang memadai diperlukan agar teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

“Edukasi sosialisasi penggunaan AI untuk mahasiswa ataupun masyarakat diperlukan agar tidak terjadi lagi impact buruk yang terjadi di masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.

Yulia mengingatkan bahwa AI kerap dimanfaatkan untuk memanipulasi data maupun menciptakan informasi menyesatkan yang berpotensi memengaruhi opini publik.

“Memang harus kitanya yang lebih bijak untuk menggunakan,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jayabaya Laila Indriyanti Fitria menilai ruang digital kini juga menjadi salah satu arena yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan ekstremisme dan terorisme.

Menurutnya, penyalahgunaan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk penyebaran ideologi kekerasan, propaganda, hingga pendanaan aktivitas ilegal melalui berbagai platform daring.

“Edukasi terkait ruang digital dan AI menjadi penting, dimulai dari akademisi yang diharapkan mampu menjadi agent of change,” ujar Laila.

Di tengah percepatan transformasi digital nasional, penguatan literasi digital, etika penggunaan AI, dan kesadaran keamanan siber dinilai menjadi fondasi penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus meminimalkan risiko yang menyertainya. 

Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi alat peningkatan produktivitas, tetapi juga mampu mendukung terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Bupati Lumajang: Lawan Hoaks dan Disinformasi, Masyarakat Harus Bijak Gunakan Media Sosial

Iki Radio - Bupati Lumajang Indah Amperawati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif guna mendukung pembangunan daerah, termasuk tidak menyebarkan hoaks dan disinformasi. 

Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Direktur Informasi Publik Ditjen KPM Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, dalam kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia pada Rabu (10/6/2026) di Kabupaten Lumajang.

Saat menghadiri kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema "Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” pada Rabu (10/6/2026) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ia mengatakan teknologi informasi telah membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari perdagangan, politik, ekonomi, hingga sosial budaya.

“Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa media sosial bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga instrumen yang mampu membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah,” kata Indah.

Lanjutnya, penggunaan media sosial yang positif dinilai dapat menjadi kekuatan besar dalam memperkenalkan potensi dan kemajuan daerah kepada masyarakat luas. Kecintaan terhadap Kabupaten Lumajang dapat diwujudkan melalui penyebaran informasi yang baik dan membangun.

“Konten-konten positif mengenai potensi wisata, budaya, pembangunan, maupun aktivitas masyarakat dinilai lebih bermanfaat dibandingkan menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” kata Indah.

Dengan semakin banyak informasi positif yang dipublikasikan, masyarakat luar akan tertarik untuk mengenal dan berkunjung ke Lumajang sehingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Indah mengungkapkan bahwa Lumajang saat ini berhasil menjadi kabupaten dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tertinggi di Jawa Timur. Capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi wisata daerah memiliki daya tarik yang besar di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu destinasi unggulan yang menjadi magnet wisata adalah Tumpak Sewu yang telah dikenal luas karena keindahan alamnya. Popularitas Tumpak Sewu semakin meningkat setelah mendapat perhatian dari sejumlah figur publik dan kreator konten di media sosial.

Informasi yang tersebar melalui berbagai platform digital membuat banyak wisatawan mengetahui destinasi tersebut dan menjadikannya tujuan perjalanan.

Fenomena tersebut membuktikan bahwa media sosial memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi minat dan keputusan masyarakat.

Karena itu, Indah mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mendukung program-program pembangunan pemerintah melalui penyebaran informasi yang positif, akurat, dan bertanggung jawab.

“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga ruang digital yang sehat akan menjadi modal penting untuk memperkuat citra daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lumajang,” katanya.

Perkuat Peran Posyandu ILP dan Literasi Digital, TP PKK Kabupaten Madiun Dorong Perwujudan Generasi Emas 2045

Iki Radio – Dalam upaya memperkuat peran posyandu di tingkat kelurahan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, didampingi Wakil Ketua Fitriya Purnomo Hadi, dan segenap pengurus TP PKK Kabupaten Madiun, melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Mekarsari, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, pada Rabu (10/6/2026).


Posyandu ILP sendiri merupakan inovasi yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer dalam satu wadah. Tujuannya adalah mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat serta melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, remaja, dewasa, hingga lansia.

Dalam kunjungannya, Erni Hari Wuryanto menegaskan bahwa penurunan angka stunting menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Madiun. Hal ini berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) demi mewujudkan Generasi Emas 2045.

“Posyandu adalah garda terdepan bagi putra-putri kita. Melalui pemberian makanan tambahan, kita berharap mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” jelas Erni.

Selain fokus pada gizi anak, Erni juga berpesan kepada para kader posyandu untuk aktif menyosialisasikan pencegahan penyakit, baik menular maupun tidak menular.

“Salah satunya penyakit menular yaitu TBC (Tuberculosis), karena kasusnya saat ini masih terhitung tinggi. Mohon kesehatan lingkungan dan diri untuk selalu dijaga,” harapnya.


Tak hanya meninjau sektor kesehatan, Ketua TP PKK beserta rombongan juga melanjutkan agenda ke SDN Bangunsari 01 Dolopo. Kunjungan ini bertepatan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mendorong penguatan budaya membaca dan literasi digital melalui rangkaian kegiatan BaBe (Bahana Bersahaja) 2026.

“Pesan saya, adik-adik harus gemar membaca, ya. Cita-cita jadi dokter itu juga harus sering baca buku. Karena membaca itu adalah jendela dunia,” ujar Erni di hadapan para siswa.

Senada dengan Ketua TP PKK, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Fitriya Purnomo Hadi, menambahkan betapa pentingnya literasi informasi bagi perkembangan pelajar di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia mengajak siswa untuk membatasi waktu bermain gadget dan mengalihkan energinya untuk membaca.

“Kurangi main game-nya ya. Kalau ingin jadi orang sukses, jadi polwan misalnya, juga harus gemar membaca. Dengan membaca, semua ilmu nanti akan ada di genggamanmu,” tambah Fitriya.

Ia juga mendorong pihak sekolah dan pelajar untuk memaksimalkan pemanfaatan perpustakaan serta pojok baca sebagai ruang tumbuh kebiasaan positif tersebut.

Rangkaian kunjungan ini ditutup dengan peninjauan ke beberapa titik strategis di Kelurahan Bangunsari, diantaranya Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP) untuk mendorong ketahanan pangan keluarga, Bank Sampah dalam pengelolaan lingkungan dan kebersihan warga.

Selain itu rombongan TP PKK Kabupaten Madiun juga meninjau kelas ibu hamil. Disini Ketua TP PKK berdialog dan menyerahkan langsung bingkisan makanan tambahan kepada 9 orang ibu hamil yang hadir.

Tim juga meninjau langsung UMKM Kelurahan Bangunsari, guna melihat potensi ekonomi lokal dan kerajinan warga. Serta pelayanan kesehatan, guna memastikan fasilitas kesehatan setempat siap melayani masyarakat dengan optimal.


Melalui sinergi lintas sektor—mulai dari kesehatan, literasi, hingga ketahanan ekonomi—TP PKK Kabupaten Madiun berkomitmen penuh untuk terus mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera.(ir)

 



close
Pasang Iklan Disini