Iki Terbaru/Paling Greeess

Sigit Budiarto Resmi Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Madiun: "Miskin Struktur, Kaya Fungsi" Menjadi Target Utama

Iki Radio - Teka-teki mengenai pengisian kursi jabatan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Madiun akhirnya terjawab. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, resmi melantik Sigit Budiarto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif di Pendopo Muda Graha, Rabu (29/4/2026).

Prosesi pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda administratif rutin, namun juga sarat akan makna filosofis dan simbolis yang mencuri perhatian publik.

Ada pemandangan berbeda dalam pelantikan kali ini. Sigit Budiarto mengucap sumpah jabatan di atas hamparan karpet hitam yang ditaburi bunga melati segar. Dalam budaya Jawa, perpaduan ini bukan sekadar estetika.

Warna hitam melambangkan kewibawaan, otoritas, dan kedalaman berpikir seorang pemimpin dalam menghadapi kompleksitas masalah.

Sementara itu, taburan melati menyimbolkan kemurnian niat dan integritas dalam melayani masyarakat.

Perpaduan ini menjadi pengingat bagi Sekda baru bahwa kepemimpinan yang ideal adalah kombinasi antara kecakapan manajerial (otot) dan kemurnian jiwa (hati).

Sementara di halaman Pendopo Muda Graha tampak penuh oleh puluhan karangan bunga dari berbagai instansi, dinas, pejabat vertikal, hingga pelaku usaha. Menariknya, selain papan bunga konvensional, beberapa kolega mengirimkan ucapan selamat dalam bentuk bibit pohon, sebagai simbol harapan akan pertumbuhan dan keberlanjutan pembangunan di bawah administrasi yang baru.

Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa terpilihnya Sigit Budiarto telah melalui prosedur ketat sesuai regulasi Kemendagri. Bupati mengibaratkan peran Sekda layaknya seorang "Dirigen" atau Direktur Utama dalam sebuah orkestra pemerintahan.

"Pak Sekda harus menjadi teladan. Apa yang dikatakan tidak boleh sembarangan, karena akan menjadi teladan bagi seluruh ASN di Kabupaten Madiun," tegas Bupati Hari Wuryanto.

Bupati juga memuji rekam jejak Sigit yang dinilai inovatif, terutama saat membawa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) meraih penghargaan tingkat kementerian.

Usai dilantik, Sigit Budiarto menyatakan akan langsung "tancap gas". Fokus utamanya adalah mewujudkan visi Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).

Ia mengusung jargon birokrasi "Miskin Struktur, Kaya Fungsi" melalui rencana penggabungan (merger) dinas-dinas yang memiliki tugas bersinggungan demi efisiensi anggaran.

Namun, tantangan besar sudah menanti. Sigit mengungkapkan bahwa pembangunan fisik di Kabupaten Madiun saat ini sedang melambat akibat dampak geopolitik global di Selat Hormuz.

Hal ini memicu lonjakan harga aspal dan beton yang menyebabkan banyak proyek gagal lelang karena harga pasar melampaui Standar Harga Satuan (SHS).

"Kami akan segera berkoordinasi dengan BPK mengenai penyesuaian SHS agar proyek infrastruktur bisa kembali berjalan namun tetap akuntabel," pungkas Sigit.

Selain fokus pada infrastruktur dan efisiensi, Sigit juga akan memprioritaskan pengisian kekosongan jabatan di sejumlah OPD dan peningkatan tipe BPBD untuk memperkuat tata kelola pemerintahan Kabupaten Madiun ke depan.(ir)

 

Slamet Rijadi, S.Sos., M.Pd Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun

 


Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun

Slamet Rijadi, S.Sos., M.Pd

Mengucapkan

Selamat & Sukses

Atas Pelantikan

Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si

Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun

 


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun

Mengucapkan selamat dan sukses

Pelantikan Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si

Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun

Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Kabupaten Madiun

 


Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Madiun

Mengucapkan

Selamat dan Sukses

Atas Pelantikan

Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si

Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun

Sigit Budiarto, Dari Anak Petani Hingga Puncak Karir Birokrasi

Iki Rasio - Estafet kepemimpinan administrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun resmi memasuki babak baru. 



Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Sigit Budiarto, kini resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun.


Perjalanan karir Sigit Budiarto dikenal penuh dengan dedikasi dan inovasi. 


Pria kelahiran 14 Juni 1975 yang merupakan putra seorang petani dari Dusun Notopuro, Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng ini, telah malang melintang di berbagai posisi, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun.


Sebelum menjabat sebagai Sekda, lulusan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang ini telah mengukir prestasi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sigit pernah menjabat sebagai Kabag Mutasi, di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang sekarang bernama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). 


Karirnya terus meningkat hingga diberi amanah menjadi Sekretaris BKD.


Selanjutnya, Sigit didaulat untuk memimpin Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri).


Disinilah sosok Sigit mulai banyak dikenal dengan berbagai inovasi yang ditelurkan. Saat itu, Sigit sukses meluncurkan buku Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2020-2021, yang menjadi kompas bagi kepala daerah dalam menentukan kebijakan politik dan sosial.


Kemudian, sosok yang juga aktif di berbagai organisasi sosial dan budaya ini, dipercaya Pemkab Madiun memimpin Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).


Di bawah nakhodanya, Dispendukcapil Kabupaten Madiun bertransformasi ke arah digital. 


Dengan semangat "Dispendukcapil Go Digital", ia berhasil membawa Kabupaten Madiun meraih peringkat ke-7 terbaik di Jawa Timur dan masuk dalam 30 besar nasional.


Beberapa inovasi layanan kependudukan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berhasil ia cetuskan.


Diantaranya LELADI SESAMI (Layanan keliling administrasi kependudukan pada hari Sabtu dan Minggu),  MASMEDI (Layanan kilat 15 menit jadi), dan SENOPATI (Sistem online pelayanan kependudukan terintegrasi).


Dan yang baru di lounching pada 27 April 2026 lalu, adalah inovasi SARAPAN PECEL (Sistem Administrasi Kependudukan Terdepan di Pedesaan, Pelayanan Efektif Cepat dan Langsung Terlayani). Sebuah inovasi yang mendekatkan pelayanan hingga ke tingkat desa secara efektif dan langsung.


Perjalanan menuju kursi Sekda diawali saat ia ditunjuk sebagai Plt. Sekda pada 1 Desember 2025. 


Tak lama berselang, pada 15 Desember 2025, Bupati Madiun Hari Wuryanto melantiknya sebagai Penjabat (Pj) Sekda di Pendopo Muda Graha. 


Kini, setelah dinyatakan lolos seleksi definitif, Sigit memikul tanggung jawab penuh untuk mengkoordinasikan seluruh OPD dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Madiun BERSAHAJA (Bersih, Sehat dan Sejahtera)


Selain dikenal sebagai birokrat tulen, Sigit juga dikenal aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Diantaranya ia tercatat sebagai jajaran pengurus di PCNU Kabupaten Madiun, dan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Madiun.


Pelantikan Sigit Budiarto diharapkan mampu membawa angin segar bagi birokrasi Kabupaten Madiun, terutama dalam mempercepat transformasi digital dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bumi Kampung Pesilat.


Dari sini kita belajar, bahwa inovasi bukan sekadar tren, melainkan solusi nyata untuk melayani masyarakat dengan lebih baik dan cepat.


Selamat Bertugas, Mengemban Amanah, untuk Kabupaten Madiun Bersahaja.(Red/ir)


Tragedi Bekasi Jadi Alarm, Pemerintah Perkuat Sistem Perlintasan Kereta

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh serta mempercepat perbaikan sistem keselamatan perlintasan kereta api, menyusul kecelakaan yang terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, pada Selasa (28/4/2026).

“Saya datang ke rumah sakit di Bekasi. Kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang terjadi. Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita akan segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai. Pemerintah berkomitmen melakukan penataan secara menyeluruh guna meningkatkan keselamatan.  “Secara umum, masih banyak perlintasan kereta api yang belum dijaga dengan baik. Ini akan segera kita atasi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Presiden menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi untuk mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. “Pemerintah daerah Bekasi telah mengusulkan pembangunan flyover karena kepadatan lalu lintas yang tinggi. Saya sudah menyetujui pembangunan tersebut dan akan segera direalisasikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengungkapkan terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang memerlukan penanganan. Pemerintah telah menginstruksikan percepatan perbaikan melalui berbagai skema, termasuk pembangunan flyover maupun peningkatan sistem pengamanan di lokasi perlintasan.  “Kita akan segera menyelesaikan persoalan ini. Saya sudah perintahkan agar seluruh perlintasan diperbaiki, baik melalui pembangunan pos jaga maupun flyover,” lanjutnya.

Terkait kondisi korban, Presiden menyampaikan bahwa sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis yang baik, bahkan sejumlah korban sudah diperbolehkan pulang.  “Sebagian sudah kembali ke rumah, dan seluruhnya telah ditangani dengan baik,” ujarnya.

Presiden juga memastikan pemerintah akan memberikan kompensasi kepada para korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Semua akan mendapatkan kompensasi,” tutupnya.

 

Tekan Pemborosan Pangan, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Ajak Ibu Rumah Tangga Jadi Garda Terdepan

Iki Radio - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Selamatkan Pangan 2026 yang bertempat di Lembah Wilis pada Selasa (28/4/2026). 

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam menekan angka pemborosan pangan yang kian mengkhawatirkan

Dalam arahannya, Erni Hari Wuryanto menyoroti fakta memprihatinkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi 5 besar negara dengan tingkat pemborosan pangan tertinggi di dunia. 

Ia menegaskan bahwa setiap butir nasi atau sisa makanan yang terbuang adalah bentuk ketidakpedulian terhadap sesama yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

"Membuang makanan berarti kita menutup mata terhadap saudara kita yang kelaparan. Mari hentikan budaya boros pangan ini sekarang juga," tegas Erni di hadapan para peserta.

Ia juga menginstruksikan kepada seluruh kader PKK agar tidak sekadar menjadikan gerakan ini sebagai slogan belaka. 

Menurutnya, ibu rumah tangga memiliki peran sentral dalam mengatur pola konsumsi keluarga.

"Ibu-ibu PKK punya peran kunci. Terapkan pola hidup bijak pangan dalam keluarga sebagai wujud aksi nyata, bukan hanya teori," tambahnya.

Suasana acara semakin semarak dengan sesi demo memasak kreatif. Dalam sesi ini, para peserta diajak melihat langsung proses pengolahan bahan-bahan yang biasanya dianggap sampah menjadi camilan bernilai ekonomi tinggi. 

Beberapa inovasi yang dipraktikkan antara lain kulit semangka yang ternyata dapat diolah menjadi permen manis dan acar segar, dan sisa ketela pohon, dikreasikan menjadi keripik krispi yang gurih.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat menyaksikan transformasi "limbah dapur" tersebut menjadi sajian yang menggugah selera. 

Melalui sentuhan kreativitas ini, masyarakat diharapkan sadar bahwa langkah kecil dari dapur rumah tangga merupakan kunci besar bagi ketahanan pangan masa depan Kabupaten Madiun.(ir)


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun

 


Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Drs. Mujono M.Si

Mengucapkan Selamat dan Sukses Atas Pelantikan

Bapak Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si

Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun

close
Pasang Iklan Disini