Iki Terbaru/Paling Greeess

Sadar Umur Rahasia Tuhan, Dewi Perssik Tak Mau Lewatkan Momen Berbagi Daging Kurban

Iki Radio - Pedangdut Dewi Perssik mengungkap alasan dirinya turun langsung membagikan daging kurban kepada warga saat momen Idul Adha.

Pedangdut Dewi Perssik turut terlibat langsung dalam proses pemotongan daging hewan kurban di kediamannya kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).(FOTO : Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah).

Menurut wanita yang akrab disapa Depe itu, momen berbagi seperti ini menjadi kesempatan berharga yang belum tentu bisa kembali dirasakan di tahun berikutnya.

“Ini kan momen. Belum tentu tahun depan saya masih ada dan masih diberi kesempatan untuk berbagi,” kata Dewi Perssik di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).

Tak ingin hanya menyerahkan proses pembagian kepada warga sekitar, Depe memilih melihat langsung antusias warga yang rela mengantre demi mendapatkan daging kurban.

Sebab, bertemu langsung dengan masyarakat membuat dirinya semakin bersyukur atas rezeki dan kesehatan yang diberikan Tuhan.

“Kalau ngelihat mereka sampai ngantre, terus bisa lihat muka-mukanya betapa mereka senang. Saya merasa sama Allah dikasih rezeki, dipermudah, dikasih sehat, ya harus berbagi,” ujarnya.

“Kalau melihat orang-orang di luar sana banyak yang susah, ya Allah terima kasih aku masih dikasih sehat. Jadi aku merasa bersyukur atas apa yang aku dapat saat ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dewi Perssik juga mengungkap hikmah Idul Adha tahun ini baginya adalah belajar untuk lebih banyak bersyukur dan peduli terhadap sesama.

“Ternyata di luar sana banyak yang lebih susah dari aku, banyak yang masih membutuhkan secara ekonomi dan kebahagiaan. Jadi harus banyak-banyak bersyukur sama Allah. Senang aku masih bisa berbagi,” tutup Dewi Perssik.

Kirab Prajurit Patang Puluhan Kawal Minyak Jamas Menuju Kadilangu

Iki Radio - Puncak tradisi Grebeg Besar Demak menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berjajar dan berdesakan di pinggir jalan, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga makan sunan Kalijaga, kurang lebih 3 km.

Puncak tradisi Grebeg Besar Demak menyedot perhatian masyarakat. Ribuan masyarakat berjajar dan berdesakan di pinggir jalan, mulai dari Pendopo Kabupaten hingga makan sunan Kalijaga, kurang lebih 3 km. 


Mereka rela berjubel dengan penonton lain untuk menyaksikan prosesi sakral iringan prajurit patang puluhan yang mengawal perjalanan minyak jamas sebagai uborampe penyucian pusaka kanjeng Sunan kali jaga, Rabu (27/5/2026).

Sebelum kirab menuju kadilangu, diawali dengan penyerahan bokor berisi kembang setaman sebagai uborampe penjamasan oleh Bupati Demak, Eisti'anah selaku Adipati Bintoro kepada Ki Lurah Tamtomo. Selanjutnya, bokor tersebut dibawa menuju Kadilangu dengan pengawalan 40 prajurit pilihan.

Bupati Demak Eisti'anah bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat di lingkup Pemkab Demak mengenakan pakaian adat Jawa dan menaiki dokar atau andong hias yang menuju Kadilangu sambil menyapa masyarakat yang memadati sepanjang jalan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini menyampaikan, iring-iringan Prajurit Patang Puluhan merupakan gabungan antara budaya dan religi.

“Iring-iringan Prajurit Patang Puluhan ini adalah sebuah budaya yang kita perkenalkan kepada generasi sekarang agar mereka mengenal sejarah tentang Wali Songo, Masjid Agung, Kadilangu, serta gerbang besar tempat para Wali Songo dahulu mensyiarkan agama Islam pertama kali di Pulau Jawa,” jelas Endah.

Lanjutnya, relegi karena setelah melakukan iring-iringan ini, dilakukan prosesi ziarah ke makam Sunan Kalijaga. Selain itu terdapat pula tradisi penjamasan Kutang Ontokusumo dan Keris Kyai Crubuk yang dilakukan oleh pihak Kadilangu.

Suasana Kirab berlangsung meriah, Selain barisan prajurit, iring-iringan juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya yaitu hadirnya Pentas Adiluhung.

Kirab itu juga menampilkan Prajurit Pati Unus dan Pandanarum dari MA Al-Irsyad gajah, Rebana Tanbihun Wonosalam, Walisongo pamade, Tari Tongkek sanggar Tari lestari budaya, Parade Keris Sapujagad, Drumband Mts Nurul Huda dempet, Parade keris oleh SMA N 1 Demak dan Barongan Kademangan.

“Hal yang menarik dari iring-iringan Prajurit Patang Puluhan tahun ini adalah hadirnya Pentas Adiluhung. Pentas Adiluhung sendiri merupakan sebuah budaya, seni, dan tradisi yang diperkenalkan khususnya kepada generasi sekarang. Di dalamnya terdapat berbagai macam keris, tongtek, dan beragam unsur budaya lainnya,”imbuhnya.


Daya tarik wisata

Kirab prajurit patang puluhan sudah menjadi ikon grebeg besar Demak, yang rutin di lakukan saat 10 dzulhijah. Yang merupakan wisata budaya seni dan religi yang terus dijaga dan di kenal masyarakat luas.

Mereka yang datang untuk menyaksikan prosesi penjamasan tersebut tidak hanya warga Demak saja, dari berbagai daerah, bahkan mereka sudah ada yang datang dari hari selasa untuk menyaksikan iringan tumpeng songo dan mengikuti pengajian akbar dan sholat idul adha di Masjid Agung Demak. Seperti yang di lakukan Rakhim dari Jakarta.

"Saya sudah datang dari hari selasa kemarin beserta kerabat, dan bermalam di masjid Agung demak. Ya kita niatkan ngalab barokah atau mencari berkah dari Allah di idul adha ini" Kata Rakhim.

Menurutnya, dirinya sering datang ke demak jika bulan idul adha, sekalis bersilaturahmi dengan saudara yang berdomisili di Demak.

Ayu Ting Ting Ceritakan Kedekatan dengan Kevin Gusnadi, Respon Bilqis Ternyata Begini

Iki Radio - Pedangdut sekaligus presenter Ayu Ting Ting dikabarkan sedang dekat dengan seorang pria bernama Muhammad Kevin Gusnadi. Kabar tersebut beredar setelah adanya foto yang menampilkan Ayu Ting Ting dan Kevin diduga di bioskop.

Saat ditemui awak media pada Rabu (27/5/2026), Ayu akhirnya buka suara terkait hubungan yang tengah dijalaninya dengan Kevin. Ibu satu anak itu mengakui bahwa saat ini mereka memang sedang menjalin hubungan yang dekat layaknya seorang teman.

"Oh, kemarin kan memang ada acara di rumah, acara si Kaisar. Jadi ya Alhamdulillah dianya bisa datang. Kenalan ya namanya teman," ujar Ayu Ting Ting di kawasan Depok, Jawa Barat pada Rabu (27/5/2026).

Ia pun menegaskan bahwa saat ini hubungannya dengan sosok Kevin itu hanya sebatas teman dekat saja.

"Sejauh ini sih enggak jauh-jauh mas, di sini-sini saja. Masih berteman dekat saja, jalanin saja," katanya.

Ayu juga mengungkapkan bahwa orang-orang terdekatnya memberikan dukungan penuh terhadap hubungan yang sedang ia jalani. Menurutnya, sahabat dan keluarga hanya berharap dirinya bisa menemukan kebahagiaan terbaik setelah perjalanan cintanya yang selama ini kerap menjadi perhatian publik.

"Teman-teman juga semuanya support, pasti mereka doain yang terbaik buat saya," ujar Ayu Ting Ting.

Pelantun lagu Alamat Palsu itu pun meminta doa terbaik untuk hubungan yang sedang ia jalani.

"Ya doain saja yang terbaik," katanya.

Meski namanya kerap dikaitkan dengan berbagai pria, Ayu memilih untuk tidak terlalu memikirkan omongan publik. Ia kini lebih fokus menikmati proses mengenal seseorang tanpa tekanan untuk segera menikah ataupun menetapkan status hubungan.

"Ya sudah, maksudnya buka hati buat siapa pun boleh. Doain saja, jalanin saja, nikmati dulu, senang dulu, tidak mau terburu-buru. Saling mengenal satu sama lain dulu," ujar Atu Ting Ting.

Tak hanya itu, Ayu juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlalu memaksakan kehendak ataupun mendahului takdir Tuhan. Baginya, segala sesuatu sudah diatur dan manusia hanya perlu menjalani proses dengan ikhlas.

"Tidak boleh dong, kan semuanya sudah direncanakan sama Yang Maha Kuasa. Jadi ikutin saja alurnya. Enggak boleh kecewa, enggak boleh sedih, jalanin saja," katanya.

Menariknya, putri semata wayang Ayu, Bilqis Khumairah, ternyata memberikan respons positif terkait kedekatan sang bunda dengan Kevin. Ayu bahkan membocorkan bahwa Bilqis tidak keberatan apabila dirinya kembali menikah.

"Bilqis baik-baik saja, 'Boleh deh Bunda menikah,' gitu katanya," ungkap Ayu.

Meski begitu, Ayu kembali meminta doa terbaik dari masyarakat dan enggan berbicara terlalu jauh mengenai kemungkinan hubungan serius dengan Kevin. Ia memilih menjalani semuanya secara perlahan sambil menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.

"Jangan mendahului rencana Tuhan, kan sudah dibilang. Jangan sok tahu deh, doain saja yang terbaik," tuturnya. (*)

Momen Haru Gala Sky Sapa Nisan Vanessa Angel Saat Idul Adha

Iki Radio - Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momen yang emosional bagi keluarga Haji Faisal. Di tengah keriuhan persiapan kurban, keluarga ini tak pernah absen untuk mengunjungi makam almarhum Bibi Andriansyah dan almarhumah Vanessa Angel di Taman Makam Islam Malaka, Jakarta Barat.

Namun, ada satu pemandangan yang menyayat hati sekaligus menghangatkan jiwa saat putra semata wayang mereka, Gala Sky Andriansyah, ikut serta dalam ziarah tersebut pada Rabu (27/5/2026).

Sapaan Polos yang Menggetarkan Hati

Mengenakan kemeja koko bersih, Gala Sky tampak sudah sangat akrab dengan suasana makam kedua orang tuanya. Begitu sampai di depan pusara yang tertutup rumput hijau rapi, bocah kecil itu berdiri dengan tegap.

Tanpa diminta, Gala langsung menyapa nisan kedua orang tuanya dengan suara yang polos dan ceria.

"Hallo Mami Papi," ucapnya sambil melambaikan tangan.

Momen tersebut seketika membuat suasana di sekitar makam menjadi hening. Fujianti Utami (Fuji) dan Fadly Faisal yang mendampingi sang keponakan tampak mengelus kepala kepokakannya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, keluarga Haji Faisal tampak kusyuk membacakan surah yasin di samping pusara Bibi san Vanessa. Sebelum beranjak meninggalkan makam, Gala kembali mencuri perhatian. Pasalnya ia fasih membacakan doa untuk kedua orang tuanya.

Haji Faisal mengungkapkan kalau berziarah sudah menajadi tradisi keluarganya di momen Idul Adha. Baru dilanjutkan dengan melihat prosesi pemotongan hewan kurban.

"Kegiatan kita hari ini pagi tadi habis salat ziarah ke makam biasa, terus habis itu melihat hewan kurban. Setelah itu kita ngumpul sebentar, cerita-cerita di atas rumah," ucap Haji Faisal saat ditemui di kediamannya.

"Yang paling tidak bisa dilewati itu berkumpul. Berkumpul bersama-sama setidaknya ya setengah hari itulah di hari Idul Adha terus makan ketupat, makan bersama-sama itu yang nggak bisa dilewati," terang kakek Gala Sky.

"Kalau nggak ada itu rasanya lebaran itu sepertinya berlalu begitu saja gitu. Tapi kalau ada momen seperti itu itu sudah asyik," tutupnya. (*)

Menkeu Purbaya Kurban Sapi Jenis Crossing Simental Berbobot 868 Kilogram

Iki Radio - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaksanakan ibadah salat Iduladha 1447 Hijriah bersama jajaran pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan masyarakat sekitar di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Momentum Iduladha tahun ini dimaknai Menkeu Purbaya sebagai pengingat pentingnya nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam menjalankan amanah menjaga keuangan negara.

Seusai pelaksanaan salat Eid, Menkeu Purbaya secara simbolis menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada panitia kurban Masjid Salahuddin DJP untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak.

Sapi yang diserahkan Menkeu Purbaya adalah jenis Crossing Simental dengan berat 868 kg dan berusia kurang lebih sekitar 3 tahun.

"Iduladha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan keadilan sosial. Hewan kurban yang kita salurkan hari ini adalah simbol dari komitmen kita untuk saling berbagi, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar Menkeu.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pegawai Kementerian Keuangan. Beliau menekankan bahwa semangat berkurban memiliki korelasi erat dengan tugas mereka sebagai punggawa keuangan negara yakni mengasah kepekaan sosial agar APBN yang dikelola senantiasa diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan.

Dari data yang diperoleh panitia qurban Kemenkeu Pusat, Kemenkeu pada tahun ini menyalurkan sebanyak 486 hewan kurban yang terdiri dari 262 sapi dan 224 kambing yang dihimpun dari partisipasi mandiri sebanyak 1.790 pegawai di berbagai unit eselon I di seluruh Indonesia.

Untuk pendistribusian daging kurban dipastikan akan dilakukan secara tepat sasaran, bekerja sama dengan lembaga amil zakat resmi dan pengurus masjid setempat, dengan memprioritaskan warga di sekitar kantor Kemenkeu serta masyarakat prasejahtera.

"Semoga ibadah kurban kita tahun ini diterima oleh Allah SWT, dan menjadi berkah serta penyemangat bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia," tutup Menkeu Purbaya.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kab. Madiun

 


"Mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama. Guyub Rukun, untuk Kabupaten Madiun"

Dinas Dukcapil Kab. Madiun


Selamat Idul Adha 1447 H, mari jadikan momen ini untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.


Memahami Makna dan Sejarah Idul Adha Lebih Dalam

Iki Radio - Idul Adha adalah hari raya atau hari besar kedua bagi umat Islam setelah hari raya Idul Fitri. Hari raya Idul Adha jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah atau 70 hari setelah hari raya Idul Fitri.


Seperti halnya Idul Fitri, umat Islam juga akan melaksanakan salat sunnah Idul Adha bersama-sama di masjid atau tanah lapang.


Hari raya Idul Adha merupakan puncak ibadah haji, dimana jutaan umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Mekkah untuk melakukan rangkaian ibadah yang menjadi rukun Islam kelima ini.


Bagi yang belum mampu mengerjakan ibadah haji, maka berkurban menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada-Nya saat hari raya Idul Adha. 


Berkurban menjadi amalan utama Idul Adha dengan cara melakukan penyembelihan hewan kurban. 


Perayaan hari raya Idul Adha saat ini tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim a.s dan putranya, Nabi Ismail a.s. 


Agar bisa memahami makna Idul Adha lebih dalam, mari simak pembahasan di bawah ini sampai tuntas.


Makna dan Sejarah Idul Adha :

Meskipun dirayakan setiap tahun, Idul Adha selalu memberikan makna mendalam bagi umat muslim. 


Ada kisah ketaatan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s yang bisa dijadikan suri tauladan di balik perayaan Idul Adha.


Idul Adha mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan nilai berbagi sekaligus.


Terdapat perintah untuk menyembelih hewan kurban dan melaksanakan ibadah haji yang wajib dilaksanakan bagi Anda yang memiliki kemampuan dari segi finansial maupun fisik.


Perintah untuk berkurban ::

Berkurban saat hari raya Idul Adha merupakan sebuah pengingat kepada manusia bahwa jalan menuju surga membutuhkan pengorbanan dan ketaatan atas perintah-Nya sebagaimana kisah Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s.


Perintah untuk menyembelih hewan kurban saat Idul Adha bermula dari Nabi Ibrahim a.s yang mendapatkan mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail a.s pada tanggal 8 Dzulhijjah. 


Sebagai seorang ayah tentu saja mimpi tersebut membuat Nabi Ibrahim merenung dan memohon petunjuk kepada Allah SWT. 


Namun, Nabi Ibrahim a.s tetap mendapatkan mimpi yang sama hingga tiga kali.Nabi Ibrahim a.s kemudian membicarakan mimpinya kepada Nabi Ismail a.s. Sebagai sosok yang taat atas perintah Allah SWT, Nabi Ismail a.s tanpa ragu menyuruh sang ayah untuk melaksanakan perintah-Nya. 


Atas keikhlasan dan kesabaran keduanya, Allah SWT lantas mengganti Nabi Ismail a.s dengan seekor domba yang sejak saat itu hingga kini dijadikan sebuah ibadah rutin pada hari tasyrik yang jatuh pada tanggal 10-13 Dzulhijjah setiap tahunnya.


Berkurban memiliki banyak hikmah bagi umat Islam yang meyakini dan melaksanakannya. Melansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama, hewan kurban pada hari kiamat kelak akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh tanpa kekurangan satu anggota tubuh pun seperti saat masih hidup di dunia. 


Semuanya tentu akan mendatangkan pahala dan menjadi penolong di hari akhir. 


Penyembelihan kurban saat Idul Adha juga dapat menanamkan rasa ikhlas dalam berbagi. Penting untuk diingat bahwa nantinya dua pertiga bagian daging kurban merupakan hak orang lain dan sisanya diberikan kepada orang yang berkurban.


Perintah untuk melaksanakan ibadah haji :

Haji merupakan rukun Islam kelima yang hukumnya wajib bagi orang yang memiliki kemampuan fisik dan finansial. Sebab, Anda harus mengorbankan badan dan harta untuk dapat melaksanakannya.


Ibadah haji bermula ketika Nabi Ibrahim AS mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk membangun Ka’bah di Kota Mekkah. Begitu Ka’bah, Nabi Ibrahim a.s diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan memberitahu manusia perihal ibadah haji.


Rangkaian peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim a.s beserta keluarganya oleh Allah dijadikan sebagai dasar lahirnya Kota Makkah dan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Setiap tanggal 8-12 Dzulhijjah jutaan umat muslim melakukan serangkaian ibadah haji sesuai seruan dari Nabi Ibrahim a.s.


Perintah haji juga tercantum dalam Q.S Al-Imran ayat 97 yang berbunyi “... Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana…”.


Pelaksanaan ibadah haji dapat membersihkan jiwa dan hati Anda dari dosa-dosa sebelumnya. Berangkat haji saat Idul Adha juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.


Ketentuan Hewan Kurban Idul Adha :

Perlu diketahui bahwa tidak semua hewan dapat dijadikan sebagai hewan kurban. Menurut syariat Islam, jenis hewan yang diperbolehkan untuk disembelih saat hari raya Idul Adha adalah hewan ternak yang meliputi kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta.


Ada dua kriteria yang harus dipertimbangkan sebelum membeli hewan kurban, yaitu dari segi fisik dan umur seperti berikut:


Fisik

Saat hendak membeli hewan kurban, Anda diharuskan untuk memilih dan memastikan sendiri bahwa hewan tersebut memenuhi ketentuan hewan kurban. 

Sebaiknya pilih hewan yang paling baik dan sehat secara fisik. 


Anda tidak diperkenankan untuk memilih hewan kurban yang cacat atau mengalami kondisi seperti berikut:

Salah satu atau kedua matanya buta

Telinganya terpotong sebagian atau keduanya

Tidak memiliki tanduk

Hewan yang kurus hingga kelihatan tulang rusuknya

Salah satu atau kedua kakinya pincang.


Umur

Hewan kurban untuk Idul Adha juga memiliki kriteria dari segi umur. Jika memilih hewan yang belum sampai umur, maka hewan tersebut tidak sah. 


Namun, Anda masih diperbolehkan untuk berkurban dengan hewan yang melebihi ketentuan umur asalkan tidak terlalu tua.


Masing-masing hewan ternak memiliki kriteria umur sendiri-sendiri. Unta dan sapi yang hendak dijadikan sebagai hewan kurban hendaknya berumur paling tidak lima tahun sampai enam tahun.


Apabila Anda berkurban kambing, maka pilih kambing yang telah berumur dua tahun. 


Sedangkan domba boleh dijadikan sebagai hewan kurban saat umurnya telah mencapai satu tahun atau setidaknya giginya telah lepas sesudah umur enam bulan.(berbagai sumber)

close
Pasang Iklan Disini