Iki Terbaru/Paling Greeess

BPBD dan Warga Bersihkan Longsor di Desa Pranten Batang

Iki Radio - Bencana tanah longsor sempat memutus akses utama warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Longsor terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak memasuki musim hujan.

Kepala BPBD Batang Wawan Nurdiansyah (kiri) meninjau tanah longsor di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Muhammad Fajeri mengatakan, longsor terjadi di ruas jalan Desa Rejosari–Sigemplong. Kejadian ini merupakan rangkaian dari guguran material yang sebelumnya telah terjadi sejak akhir November 2025.

“Pada akhir November terjadi guguran kecil dan belum menutup jalan. Namun di akhir Desember terjadi longsor susulan yang lebih besar hingga menutup akses jalan sepenuhnya,” katanya saat dikonfirmasi di BPBD Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9/1/2026).

Dijelaskannya, sejak November 2025, Bupati Batang telah menetapkan status siaga darurat bencana menyusul meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es di sejumlah wilayah.

“Akibat longsor tersebut, akses vital warga Desa Pranten sempat lumpuh. Jalan yang tertutup material longsor merupakan jalur utama aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat. Jalur ini menjadi akses anak-anak menuju sekolah serta jalur ekonomi warga untuk membawa hasil bumi ke kota,” jelasnya.

Selama akses tertutup, warga terpaksa memutar jalan sejauh 10 hingga 15 kilometer. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Sebagai langkah penanggulangan, BPBD Batang bersama Pemerintah Desa Pranten bersama masyarakat dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) melakukan kerja bakti membersihkan material longsor,” terangnya.

BPBD Batang juga memberikan pendampingan dan edukasi terkait kesiapsiagaan bencana kepada perangkat desa.

“Kami juga mengaktifkan kembali perangkat komunikasi HT untuk memudahkan koordinasi antara desa, BPBD, kecamatan, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD Batang menyalurkan bantuan logistik dan peralatan penunjang, di antaranya sembako untuk konsumsi selama kerja bakti dan piket posko, terpal untuk penanganan darurat longsor, serta velbed dan matras bagi petugas di posko siaga desa.

Fajeri menambahkan, setelah proses pembersihan rampung, akses jalan Rejosari–Sigemplong kini telah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

“BPBD Batang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan segera melaporkan kepada pihak terkait jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah,” pungkasnya. 

 

Presiden Prabowo Takjub Lihat 7 Medali SEA Games milik Martina Ayu

Iki Radio - Pandangan Presiden Prabowo Subianto terpaku pada lima buah medali emas dan dua buah medali perak yang tergantung di leher atlet triatlon, Martina Ayu Pratiwi, saat memberikan bonus secara simbolis di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Pandangan Presiden Prabowo Subianto terpaku pada lima buah medali emas dan dua buah medali perak yang tergantung
di leher atlet triatlon, Martina Ayu Pratiwi, saat memberikan bonus secara simbolis
di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Sesaat setelah memberikan bonus secara simbolis, Prabowo memegang medali-medali itu.

Ia berbincang sembari menghitung, sementara 7 atlet lainnya yang berdiri di depan ikut bertepuk tangan bangga.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, yang berdiri di hadapan Prabowo ikut menjelaskan prestasi yang disabet Martina dalam ajang olahraga SEA Games 2025 di Thailand beberapa waktu lalu.

Adapun lima medali emas yang didapat Martina terdiri dari 1 medali dari sektor perorangan, dan 4 medali dari sektor beregu.

Total bonus yang ia dapatkan mencapai Rp 3,4 miliar.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku bangga dengan para atlet yang sudah mau berjuang.

"Saya bangga dengan kalian, saya hormat dengan hati saya yang paling dalam atas nama seluruh rakyat Indonesia, untuk punya putra-putri yang begitu semangat," kata Prabowo.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir mengatakan, peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 1 miliar.

Ia menyebutkan, bonus tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah karena biasanya peraih medali emas mendapat bonus Rp 500 juta.

"Kementerian Pemuda dan Olahraga langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet bapak dan juga pelatih langsung melalui Bank BRI total dananya Rp 465,2 miliar," kata Erick.

Sementara, peraih medali perak sektor tunggal mendapat bonus Rp 315 juta, sedangkan atlet peraih medali perunggu sektor tunggal mendapatkan bonus Rp 157 juta.

Di sektor beregu, atlet peraih medali emas mendapat bonus Rp 500 juta per orang, peraih medali perak Rp 220,5 juta per orang, dan peraih medali perunggu mendapat bonus Rp 110,25 juta.

"Ada perhitungan sendiri untuk beregunya termasuk pelatih," kata Erick.



Pecahkan rekor dunia, Rizki Juniansyah naik pangkat dari Letda ke Kapten

Iki Radio - Lifter Indonesia Letda Rizki Juniansyah, berhasil memecahkan dua rekor dunia dalam kategori angkat besi 79 kilogram pada final SEA Games 2025 di Sekolah Olahraga Chonburi, Thailand. Rizki memecahkan rekor setelah meraih medali emas.

Presiden Prabowo Subianto pun salut dengan torehan Rizki. Setelah memecahkan rekor di Olimpiade 2024, perwira pertama TNI AL itu mengukir rekor kembali di ajang SEA Games Thailand.

Atas torehan luar biasa itu, Prabowo mendapat laporan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto jika pangkat Rizki dinaikkan dua tingkat. 

"Kenaikan pangkat dua tingkat dari letnan dua langsung kapten," kata Prabowo saat berpidato dalam acara Pemberian Penghargaan Atlet SEA Games ke-33 Thailand Tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Prabowo setuju dengan keputusan Jenderal Agus yang memberi apresiasi kepada Rizki, karena dua kali memecahkan rekor dunia. 

"Rizki mengangkat nama kehormatan bangsa Indonesia di kancah dunia," ucap Prabowo.

Bagi Rizki, capaian itu jelas sangat fenomenal. Pasalnya, ia bergabung di TNI AL berpangkat letda setelah tampil di Olimpiade. Dalam hitungan bulan, ia kini sudah berpangkat kapten.

Dia pun langsung memanggil Rizki dengan pangkat barunya. "Kapten Rizki," ujar Prabowo disambut tepuk tangan ratusan atlet, pelatih, dan ketua federasi olahraga yang atletnya meraih medali.

Sebelumnya, Prabowo menyerahkan bonus kepada para atlet peraih medali pada ASEAN Games Thailand di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis. 

Prabowo pun menyerahkan seremoni hadiah kepada perwakilan atlet peraih emas, perak, dan perunggu.

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang berjuang pada SEA Games 2025. 

"Terima kasih kepada saudara yang berhasil menjaga kehormatan bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurut dia, sektor olahraga menggambarkan kekuatan sebuah negara. Prabowo menyebut, kalau olahraganya lemah dan gampang kalah hal itu menandakan Indonesia lemah.

Karena itu, ia bangga, kontingen Indonesia bisa meraih peringkat kedua SEA Games 2025. Apalagi, torehan itu yang pertama kalinya didapat Indonesia sejak 1995 di luar status tuan rumah. 

"Saya sangat bangga dengan suadara," kata Prabowo.

Setiap atlet yang mendapatkan medali emas diganjar bonus Rp 1 miliar. Kontingen Indonesia secara total mendapatkan 333 medali. Torehan itu terdiri 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. 

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menerima semua atlet peraih medali SEA Games di Istana.

Erick mengaku, bangga bisa menghadirkan para pejuang bangsa yang berjibaku mengharumkan Indonesia di Asia Tenggara. 

"Ini sejak tahun 1995, kita pertama kalinya di peringkat kedua, di luar tuan rumah. Kalau tuan rumah biasanya juara Pak (Presiden Prabowo)," kata Erick.

Terharu Kisah Abdurrahman PPPK yang Tunaikan Nazar Lari 52 Km, Bupati Ipuk: Cermin Dedikasi ASN

Iki Radio - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku terharu pada Abdurrahman, seorang tukang kebun dan penjaga sekolah, SDN 3 Sepanjang Glenmore, yang menunaikan nazar dengan lari sejauh 52 kilometer, dari GOR Tawangalun Banyuwangi menuju rumahnya di Kecamatan Glenmore, usai menerima SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

Abdurrahman yang akrab disapa Cak Dur merupakan salah satu dari 4.888 tenaga honorer, yang resmi diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu oleh Pemkab Banyuwangi dan statusnya kini menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Pria berusia 45 tahun tersebut menunaikan nazar dengan berlari sejauh 52 kilometer, pada siang hari yang dia tempuh selama 7 jam, usai menerima SK Pengangkatan dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada 28 Desember 2025 lalu. 

"Dari Cak Dur kita belajar tentang dedikasi seorang ASN. Beliau telah bersabar dengan pengabdiannya yang belasan tahun. Nazar yang dipilih juga bukanlah hal yang mudah. Ini bentuk dedikasi seorang ASN," kata Ipuk saat bertemu Abdurrahman di SDN 3 Sepanjang, Kecamatan Glenmore. 

“Bentuk syukur setiap orang berbeda-beda. Bisa saja Cak Dur memilih nazar yang lebih mudah. Tapi dia memilih jalan yang lebih lebih sulit, lari sejauh 52 kilometer pada siang hari di tengah teriknya matahari.,” kata Ipuk yang turut menyerahkan surat perintah tugas (SPT) pada Abdurrahman.

Ipuk berharap dengan resmi menjadi ASN, Pak Dur semakin semangat menjalankan pekerjaannya. "Semoga Cak Dur tambah semangat bekerja," kata Ipuk.

Ipuk mengatakan PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari ASN daerah. Ia berharap seluruh ASN dapat saling berkolaborasi meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan.

“Khususnya di SDN 3 Sepanjang, semua ASN bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan sesuai bidang tugasnya masing-masing,” tambahnya

Kepada Ipuk, Abdurrahman mengungkapkan memang hobi lari. Dia sering ikut event lari di sejumlah kota seperti Bali, Jember dan Surabaya. Dalam kesempatan itu Ipuk juga menghadiahkan sepatu lari pada Abdurrahman. 

Sementara Abdurrahman berterima kasih kepada Bupati Ipuk yang telah mengangkat ia beserta rekan-rekan honorer se-Banyuwangi sebagai PPPK Banyuwangi. Ia sendiri sangat senang karena pengabdiannya selama 17 tahun berbuah manis dengan pengangkatan sebagai ASN.

“Terima kasih Ibu Bupati yang telah mengangkat kami. Saya tidak menyangka bisa dapat SK. Memang ini yang diharapkan dari dulu,” ujarnya.

Cak Dur menceritakan, ia mendapat kabar akan mendapat SK Pengangkatan, Jumat 26 Desember 2025. Karena rasa senang yang sangat besar, malam sebelum penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ia pun mengucap sebuah nazar akan berlari dari Kota Banyuwangi ke rumahnya di Kecamatan Glenmore sejauh 52 KM usai menerima SK.

“Akhirnya nazar itu saya laksanakan tepat setelah mendapatkan SK dari ibu Bupati di hari Minggu, 28 Desember. Setelah memegang SK, saya langsung ganti sepatu dengan sepatu lari dan start dari GOR Tawangalun menuju Glenmore,” ungkapnya.

Berbekal tas yang dipinjam dari temannya, ia berlari menyusuri jalanan yang ramai. Teriknya sinar matahari siang tidak menyurutkan langkahnya untuk menyelesaikan nadzar yang sudah terucap.

“Paling sulit di jalan Sumbersari-Pandan. Jalannya naik turun, banyak tanjakkan. Saya hampir pingsan, tapi ingat dengan nazar, semangat kembali tumbuh. Meski kaki sempat kram tapi saya tahan sampai finish,” tambah Cak Dur.

Ia makin semangat karena di sepanjang jalan banyak warga yang memberikan semangat. Ia juga sempat istirahat untuk menunaikan sholat Duhur. Total 7 jam waktu yang dihabiskan Cak Dur untuk berlari dari GOR Tawangalun–ke rumahnya di area SDN 3 Sepanjang Glenmore.

Cak Dur mengaku kerap mengikuti berbagai event lari di berbagai kota. Puluhan medali sudah menjadi koleksinya dari berbagai event baik di Banyuwangi, Jember, Surabaya dan Bali.

"Pernah ikut maraton juga, jadi finisher. Inshaallah Bulan Januari ini juga saya akan ikut event lari Banyuwangi,” katanya. (*)

Wapres Turun Langsung Lihat Banjir Balangan

Iki Radio - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau kondisi warga terdampak banjir bandang di Desa Ju'uh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026).

Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Balangan. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung dampak bencana serta upaya pemulihan pascabencana

Dalam kunjungannya Wakil Presiden menyambangi sekolah dasar yang terdampak banjir serta meninjau sejumlah rumah warga. Ia juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar pascabencana.

Wapres meminta Pemerintah Kabupaten Balangan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan pascabanjir dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Koordinasikan langsung dengan pemerintah pusat agar proses pemulihan pascabanjir bisa segera dituntaskan,” ujar Gibran.

Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah banjir bandang yang melanda wilayah tersebut dan berharap upaya pemulihan segera dirasakan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan tim Wakil Presiden, khususnya terkait penyaluran bantuan pada masa transisi pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Balangan juga menyiapkan langkah jangka pendek dan jangka panjang, termasuk perbaikan rumah warga serta rencana relokasi permukiman ke lokasi yang lebih aman guna meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

Hadi menegaskan dukungan Wakil Presiden terhadap rencana relokasi tersebut serta dorongan agar pemerintah pusat memberikan dukungan kebijakan dalam pemulihan pascabencana banjir bandang di Balangan.

Komnas KIPI Tegaskan Keamanan PCV untuk Imunisasi Pneumonia

Iki Radio - Vaksin Pulmeera, salah satu merek Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) untuk program imunisasi pneumonia telah melalui seluruh tahapan uji keamanan sesuai standar internasional. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penggunaan Vaksin Pulmeera dalam Pelaksanaan Imunisasi PCV, Kamis (8/1/2026).

Anggota Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, menjelaskan bahwa seluruh vaksin PCV, termasuk Pulmeera, memiliki profil keamanan yang relatif sama karena dikembangkan dan diuji melalui proses ilmiah yang ketat sebelum digunakan secara luas.  

"Penentuan keamanan vaksin tidak dilakukan secara singkat. Mulai dari uji praklinis pada hewan coba hingga uji klinis fase 1, 2, dan 3 pada manusia, prosesnya bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap kejadian medis yang muncul setelah imunisasi disebut sebagai KIPI, namun tidak seluruhnya disebabkan oleh vaksin. 

Oleh karena itu, sistem surveilans KIPI diterapkan secara berjenjang untuk mendeteksi, melaporkan, menginvestigasi, dan menganalisis setiap kejadian secara objektif dan berbasis bukti ilmiah.  

"KIPI dapat bersifat serius maupun non-serius. KIPI serius antara lain menyebabkan rawat inap, kondisi mengancam jiwa, atau menimbulkan keresahan masyarakat. Semua kejadian tersebut wajib dilaporkan dan dikaji kausalitasnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya observasi selama 15–30 menit pascaimunisasi guna mendeteksi reaksi cepat seperti anafilaksis, serta pencatatan nomor batch vaksin untuk mendukung proses investigasi apabila diperlukan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan Kemenkes, Endang Budi Hastuti menegaskan urgensi imunisasi PCV sebagai upaya pencegahan pneumonia. Indonesia masih termasuk dalam 10 negara dengan jumlah kematian balita tertinggi akibat pneumonia, dengan sekitar 14 persen kematian balita disebabkan oleh penyakit ini.

Data menunjukkan bahwa setiap jam terdapat 2–3 balita meninggal dunia akibat pneumonia, dengan beban pembiayaan perawatan yang mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya. 

Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia di bawah 12 bulan, sehingga perlindungan melalui imunisasi sejak dini menjadi sangat krusial.

Vaksin Pulmera telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan digunakan sebagai bagian dari pengadaan vaksin PCV nasional. Penggunaan Pulmera juga telah melalui kajian dan mendapatkan rekomendasi dari Komite Imunisasi Nasional (KIN). 

“Pulmeera dapat digunakan sesuai jadwal imunisasi PCV yang berlaku dan dapat saling melengkapi dengan merek PCV lain, seperti Prevenar,” jelasnya.

Pulmeera merupakan vaksin PCV13 yang diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan dosis lanjutan pada usia 12 bulan. Apabila terjadi keterlambatan, imunisasi kejar tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan usia anak.

Tata Cara Sama, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Secara teknis, tidak terdapat perbedaan tata laksana antara Pulmera dan PCV merek lainnya. Vaksin diberikan secara intramuskular dengan dosis 0,5 ml, disimpan pada suhu 2–8 derajat Celsius, serta dilaporkan melalui sistem pencatatan imunisasi nasional. 

“Ini hanya perbedaan merek. Tata cara pemberian, dosis, jadwal, hingga pelaporan tetap sama. Masyarakat dan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Melalui penguatan imunisasi PCV, pemerintah berharap angka kesakitan dan kematian balita akibat pneumonia dapat terus ditekan, sejalan dengan komitmen melindungi generasi masa depan Indonesia.

 

Pemkab Sergai Dukung Penguatan Profesionalisme Pers

Iki Radio - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bersiap menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih ketua dan kepengurusan baru periode mendatang.

Pengurus PWI Sergai audiensi dengan Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan di Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (8/1/2026)

Hal tersebut disampaikan pengurus PWI Sergai saat audiensi dengan Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan di Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (8/1/2026).

Darma Wijaya menyambut baik rencana pelaksanaan Konfercab PWI Sergai dan berharap proses pemilihan dapat berjalan lancar, demokratis, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu mendorong profesionalisme wartawan di daerah.

“PWI harus tetap solid dan kompak. Pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang objektif dan berimbang,” ujar dia.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan insan pers, khususnya PWI, guna menciptakan iklim informasi yang sehat dan konstruktif di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Adlin Tambunan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Konfercab PWI Sergai. Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung tertib dan menjadi momentum penguatan soliditas organisasi.

“Pemerintah Kabupaten Sergai mendukung penuh Konfercab PWI Sergai. Harapannya, organisasi tetap solid dan mampu menjaga kebersamaan demi kemajuan pers daerah,” kata Adlin Tambunan.

Sementara itu, Sekretaris PWI Sergai Sugiono menyampaikan bahwa Konfercab diharapkan menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran wartawan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Konfercab PWI Sergai kami harapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi serta penguatan peran wartawan dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kabupaten Sergai,” terang dia.

 

Perkuat Upaya Perlindungan Kesehatan Anak, Kemenkes RI Hadirkan Vaksin Pulmera

Iki Radio - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat upaya perlindungan kesehatan anak dengan menghadirkan vaksin Pulmera sebagai salah satu merek Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program imunisasi nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional menekan angka kematian balita akibat pneumonia, penyakit infeksi paru yang hingga kini masih menjadi ancaman serius.

Pneumonia menyumbang sekitar 14 persen kematian balita di Indonesia, atau setara dengan dua hingga tiga balita meninggal setiap jam.

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia dalam 10 besar negara dengan kematian balita akibat pneumonia tertinggi di dunia, sehingga penguatan pencegahan melalui imunisasi PCV menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

Ketua Tim Kerja Imunisasi Khusus dan Tambahan Kementerian Kesehatan, dr. Endang Budi Hastuti, MKM, menjelaskan bahwa bakteri Pneumococcus merupakan penyebab utama pneumonia pada anak dan dapat dicegah secara efektif melalui imunisasi. 

"Imunisasi PCV sangat krusial, terutama pada anak usia dini, karena dapat mencegah infeksi berat yang berisiko menyebabkan kematian,” jelasnya dalam sosialisasi secara daring Penggunaan Vaksin Pulmera dalam Pelaksanaan Imunisasi PCV yang diikuti Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota serta Kepala Puskesmas, Kamis (8/1/2026).  

Kehadiran vaksin Pulmeera melengkapi pilihan vaksin PCV yang sebelumnya telah digunakan pemerintah, seperti Prevenar dan Valenina.

Vaksin ini telah memperoleh izin edar dari Badan POM dan dipastikan memiliki keamanan serta efektivitas yang setara dalam memberikan perlindungan bagi bayi dan balita.

Selain menambah ketersediaan vaksin, Pulmeera juga memberikan fleksibilitas bagi orang tua. Berdasarkan kajian Komite Imunisasi Nasional (KIN), vaksin PCV bersifat interchangeable, sehingga Pulmera dapat digunakan untuk melanjutkan dosis PCV dari merek lain yang telah diberikan sebelumnya.

Endang menegaskan bahwa anak yang terlambat mendapatkan imunisasi PCV tetap dapat dikejar sesuai ketentuan usia.

Anak yang belum mendapatkan PCV pada usia 2 dan 3 bulan masih dapat diberikan dua dosis dengan interval empat minggu, kemudian dilanjutkan dosis ketiga minimal pada usia 12 bulan dengan jarak minimal delapan minggu dari dosis kedua.

Sementara itu, anak di atas usia 12 bulan yang belum pernah menerima PCV masih dapat diberikan dua dosis imunisasi dengan interval minimal delapan minggu, selama belum berusia 24 bulan. 

Bagi anak yang belum mendapatkan dosis lanjutan (dosis ketiga) pada usia 12 bulan, imunisasi tersebut masih dapat diberikan hingga usia 24 bulan.

"Adapun anak di atas usia 24 bulan hingga sebelum 5 tahun yang belum pernah menerima imunisasi PCV tetap dapat memperoleh satu dosis PCV sebagai perlindungan terhadap pneumonia," tambah Endang.

Vaksin PCV, termasuk Pulmera, diberikan melalui suntikan intramuskular di area paha dengan dosis 0,5 mililiter. Dengan semakin luasnya akses dan kejelasan panduan imunisasi kejar, pemerintah berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan terlindungi hanya karena keterlambatan jadwal imunisasi.

Melalui penguatan imunisasi PCV, Kemenkes mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal sejak dini demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat menuju Generasi Emas 2045. 

 

close
Pasang Iklan Disini