Iki Radio - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Isimu, guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Selasa (24/3/2026).
Kunjungan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, itu turut dihadiri oleh jajaran anggota Komisi II.
Rombongan melakukan pemantauan lapangan secara langsung, meliputi kondisi antrean kendaraan, ketersediaan stok, hingga mekanisme distribusi yang dijalankan oleh pengelola SPBU dan PT Pertamina (Persero).
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menyatakan kondisi ketersediaan BBM di SPBU Isimu masih dalam kategori aman dan terkendali.
Tidak ditemukan lonjakan antrean signifikan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan kami di lapangan, ketersediaan BBM masih cukup dan tidak ada lonjakan antrean yang signifikan. Harga juga masih stabil, belum ada kenaikan meskipun di tengah dinamika global,” ujar Ridwan Monoarfa saat ditemui di lokasi kunjungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan menyoroti langkah strategis yang diambil Pertamina dengan menyisihkan 2.000 liter dari total 8.000 liter pasokan BBM harian.
Alokasi khusus tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) guna mendukung produktivitas petani di daerah itu.
“Kami mengapresiasi langkah Pertamina yang tetap mengalokasikan sekitar 25 persen dari total distribusi untuk sektor pertanian. Ini sangat penting agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi tersebut menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara masyarakat, khususnya para sopir dan pengguna BBM, dengan pihak Pertamina.
Menurutnya, akses pelaporan yang mudah dan transparan dapat menjadi instrumen penting untuk mencegah terjadinya antrean panjang yang kerap dipicu oleh miskomunikasi terkait jadwal distribusi.
Dengan kondisi pasokan yang stabil dan harga yang terjaga saat ini, diharapkan seluruh aktivitas masyarakat Gorontalo dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan akibat kelangkaan BBM.























