Iki Terbaru/Paling Greeess

Petani Tembakau Lumajang Tatap Masa Depan Cerah dengan Gudang Pengering Baru

Iki Radio - Senyum petani tembakau varietas white burley di Lumajang semakin merekah. Harapan mereka akan panen yang lebih bernilai kini makin dekat, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengalokasikan Rp891 juta untuk membangun 54 unit gudang pengering tembakau.

Program yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 ini menyasar 31 kelompok tani di tujuh kecamatan penghasil tembakau. Kehadiran gudang pengering bukan hanya sekadar bangunan, melainkan fasilitas vital yang menentukan kualitas pascapanen.

“Dengan adanya gudang ini, petani bisa menjaga kadar kering tembakau lebih optimal. Kualitas meningkat, daya saing di pasar pun lebih tinggi,” ujar Kepala Bidang Perkebunan DKPP Lumajang, Mamiworo.

Setiap gudang berukuran 14 x 8,4 meter dengan kapasitas setara panen 1 hektare atau sekitar 7.500 pohon. Bangunan diperkirakan mampu digunakan hingga lima tahun, dengan biaya pembangunan Rp16,5 juta per unit. Selain sarana fisik, Pemkab juga melengkapi bantuan dengan sosialisasi dan pendampingan teknis.

Menurut Mamiworo, penyaluran bantuan dilakukan secara selektif melalui verifikasi lahan, data kelompok tani aktif, serta rekomendasi dari PT Alliance One Indonesia (AOI). Sinergi ini diharapkan membuat program lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi petani.

Bagi petani, gudang pengering ibarat ruang penyelamat. Selama ini, banyak hasil panen kehilangan nilai jual karena proses pengeringan tidak maksimal. Dengan fasilitas baru, petani lebih percaya diri menghadapi pasar, baik lokal maupun industri rokok nasional.

“Selain bermanfaat jangka pendek, kami ingin fasilitas ini menjadi ruang belajar. Petani tidak hanya mengeringkan tembakau, tapi juga meningkatkan keterampilan mengelola hasil panen,” tambah Mamiworo.

Pemkab Lumajang menilai keberadaan gudang pengering adalah bagian dari strategi besar membangun kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Dari hulu hingga hilir, dukungan diberikan agar hasil pertanian tembakau tidak hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu membawa kemajuan ekonomi desa.

Presiden Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam dan Erick Thohir Menpora

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto melantik Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) dan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Rabu (17/9/2025).

Djamari dan Erick Thohir dilantik bersama menteri dan wakil menteri lainnya serta pimpinan lembaga negara hasil perombakan (reshuffle) ke-3 Kabinet Merah Putih.

Jajaran menteri dan wakil menteri lainnya itu mulai dari Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut), Farida Farichah sebagai Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) dan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Presiden juga melantik Mohammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Ahmad Dofiri Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian, Nanik Sudaryati Deyang Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan Sarah Sadiqa sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kebijakan itu ditetapkan oleh Presiden Prabowo dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024—2029 pada 8 September 2025.

Keputusan Presiden Nomor 97b Tahun 20205 tentang Pemberhentian Kepala Komunikasi Kepresidenan, Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, serta pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan, Kepala Staf Kepresidenan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi kepolisian.

Serta Keputusan Presiden Nomor 152 TPA tentang Pemberhentian dari Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya serta Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di lingkungan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dikutip dari Antara, Prosesi pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan sekitar pukul 15.00 Wib itu dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Bahwa saya, akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya, kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," demikian sumpah jabatan yang diucapkan para pejabat baru tersebut.

Selepas pengambilan sumpah, masing-masing dari pejabat yang baru dilantik itu lanjut menandatangani berita acara pelantikan, bersama Presiden Prabowo.

Kemudian, Presiden Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang baru dilantik tersebut, diikuti oleh jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan lembaga negara.

Gelar Operasi Pasar ke Desa-desa, Pemkab Banyuwangi Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

Iki Radio - Operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan terus digeber Pemkab Banyuwangi. Bahkan jangkauannya menyasar hingga ke desa-desa.

"Pemkab bekerjasama dengan Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, dan pelaku usaha do Banyuwangi rutin menggelar operasi pasar. Hal ini agar menjaga harga bahan-bahan pokok di masyarakat. Lokasinya kita gilir di tiap kecamatan atau desa," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Seperti operasi pasar yang digelar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, disambut antusiasme warga yang berbondong-bondong datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Rabu (17/9/2025).

Operasi pasar murah itu diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi bersama Perum Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, dan pelaku usaha lainnya. Operasi pasar ini digelar tiga hari, mulai 15-17 September di Balai Desa Gintangan.

Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menyampaikan operasi pasar rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan. 

“Kami ingin harga tetap stabil,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan dua pola. Operasi pasar mandiri bekerja sama dengan Bulog digelar setiap hari, sementara operasi gabungan bersama Bank Indonesia Jember dilakukan bulanan antara 3-4 hari.

Beragam bahan pokok disediakan, mulai telur dengan pasokan harian 450 kilogram selama tiga hari hingga beras medium sebanyak tiga ton per hari seharga 67.500 tiap 5 kilogram.

Komoditas lain juga dijual, termasuk beras premium dengan pasokan 500 kilogram selama tiga hari dijual seharga Rp74.000 per 5 kilogram, serta beras SPHP yang mencapai 990 kilogram, dengan harga Rp 57.500 tiap lima kilogramnya.

Selain itu, tersedia minyak goreng sebanyak 272 liter, 45 dos mi instan, tepung 40 kilogram, gula pasir hingga 80 kilogram, serta gas elpiji 3 kg selama tiga hari.

“Masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga lebih terjangkau lewat operasi pasar yang kami gelar ini,” tambah Nanin. (*)

Tenggelamkan “Fish Bank” Bareng Nelayan, Bupati Ipuk Dukung Upaya Konservasi Ekosistem Laut

Iki Radio - Bupati Ipuk Fiestiandani bersama-sama nelayan pesisir Pantai Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari melakukan penenggelaman “fish bank” ke dalam laut, Senin (15/9/2025). Penenggelaman Fish Bank ini sebagai upaya konservasi ekosistem laut hingga meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Fish Bank merupakan rumah buatan bagi ikan yang berfungsi seperti terumbu karang untuk tempat berkumpul dan berkembangbiaknya ikan. Ada tiga unit fishbank yang ditenggelamkan dari total 80 unit di Pesisir Pantai  Desa Patoman. Fish bank tersebut diletakkan di zona inti dengan kedalaman 9-12 meter di dalam laut.

Program penenggelaman fish bank ini merupakan hasil kolaborasi Sinergi Foundation, Fish Bank Indonesia bersama Pemkab Banyuwangi.

“ini adalah bentuk kolaborasi yang baik untuk konservasi laut. Program ini selaras dengan program dalam RPJMN Presiden dan juga RPJMD Banyuwangi untuk strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan,” kata Ipuk.

“Kami sangat mendukung program ini karena langsung dikelola dan bermanfaat bagi nelayan,” imbuhnya.

Fish bank merupakan teknologi sederhana yang memiliki banyak manfaat dalam menjaga ekosistem laut. Dari perspektif ekologi, ini menjadi upaya menjaga siklus berkelanjutan dari kehidupan laut. Dari perspektif sosial menguatkan gotong royong karena dalam membuat dan mengelolanya membutuhkan kerjasama nelayan.

“Dari perspektif ekonomi, fish bank meningkatkan kesejahteraan nelayan karena ikan-ikan terjaga keberlanjutannya. Dan dari perspektif pariwisata juga bisa menjadi destinasi hingga pusat edukasi,” kata Ipuk.

“Semoga para nelayan bisa mengelola, memonitoring hingga mengevaluasi penggunaan Fish Bank agar program ini berdampak oada kesejahteraan nelayan,” harap Ipuk.

Founder Sinergi Foundation sekaligus pencetus Fish Bank Indonesia Eri Sudewo mengatakan, penenggelaman Fish Bank di Desa Patoman merupakan bagian dari kolaborasi pihaknya dengan nelayan Banyuwangi yang telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu.

“Saat 5-6 tahun lalu saya ke Banyuwangi, ternyata fish bank sudah dikerjakan oleh pemerintah daerah di Pantai Bangsring (Desa Bagsring). Sehingga kami optimis ini juga akan sukses dijalankan di tempat lainnya di Banyuwangi,” kata Eri.

Awalnya, kata Eri, program  fish bank dilaksanakan di pantai Desa Bomo dan Desa Badean. Ternyata berhasil dan juga meningkatkan kesejahteraan nelayan. Bahkan kini Desa Bomo juga berkembang menjadi desa wisata.

“Ke depan kami juga akan menjadikan Banyuwangi sebagai Fish Bank Centre di Indonesia dengan pemasangan fish bank sepanjang 100 kilometer di sepanjang pesisirnya,” imbuh Eri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Benteng Samudra Desa Bomo Aan Mutowif mengatakan pemasangan fish bank sukses meningkatkan populasi ikan endemik seperti kakap merah dan kerapu. Adanya fish bank, hasil tangkapan ikan nelayan tidak lagi tergantung pada musim. Saat ini di Pantai Bomo ada 150 fish bank yang sudah ditenggelamkan.

“Kelebihan adanya fish bank meskipun tidak sedang musim barat (banyak ikan) ikan tetap ada, sekali melaut nelayan bisa dapat 5-10 kg. Sedangkan kalau sedang musim barat satu orang bisa dapat 6-12 kg ikan,” ujarnya.

Menangkap ikan juga makin efisien, biasanya sekali menangkap ikan dengan kapal, bahan bakar yang dihabiskan sebanyak 3-4 liter. Sekarang dengan satu liter bahan bakar, bisa digunakan untuk berangkat menangkap ikan dengan kapal 3-4 kali.

“Karena ikan sudah banyak di sekitar fish bank jadi nelayan tidak perlu jauh-jauh lagi melaut,” pungkasnya. (*)

Tingkatkan Literasi, Indramayu Gelar Ragam Kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan 2025

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), memanfaatkan momentum peringatan Hari Kunjung.

Perpustakaan sebagai strategi penting untuk menumbuhkan budaya baca dan memperkuat literasi masyarakat secara berkelanjutan.

Peringatan yang jatuh setiap 14 September itu digelar dengan berbagai kegiatan spesial pada Senin (15/9/2025). 

Kepala Dispusip Kabupaten Indramayu, Sudalim Gymnastiar, menyatakan, peringatan tahun ini merupakan kesempatan berharga untuk mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda dengan dunia perpustakaan.

Ia menekankan bahwa melalui kebiasaan membaca, ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan individu dapat meningkat, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indramayu yang lebih unggul.

Beragam kegiatan pun digelar untuk memeriahkan hari istimewa tersebut.

Rangkaian acara tersebut antara lain menyelenggarakan bazar buku yang berkolaborasi dengan berbagai penerbit, pemutaran audio-visual edukatif yang ditujukan untuk anak-anak, serta kehadiran Duta Baca yang berinteraksi langsung dengan para pengunjung.

Salah satu highlight acara adalah program Dongeng Keliling Anak Literat (Dongkal) yang sukses diikuti oleh puluhan siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Di sisi lain, Duta Baca Kabupaten Indramayu tahun 2024, Krisyadi Dwi Sukma, memberikan penekanan pada aspek literasi yang terintegrasi dengan kemajuan teknologi.

Menurutnya, motivasi untuk membangun digitalisasi di Indramayu dapat dimulai dengan mengajak masyarakat untuk datang dan memanfaatkan layanan di Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Ia menjelaskan, bahwa peran perpustakaan saat ini telah berevolusi, tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca buku konvensional, melainkan juga berfungsi sebagai pusat pelibatan masyarakat dalam gerakan literasi digital.

Krisyadi mengatakan,  digitalisasi merupakan lebih dari sekadar migrasi dari media cetak ke format digital. Proses ini juga merupakan bagian integral dari inklusi sosial.

Tujuannya adalah agar generasi muda Indramayu dapat termotivasi untuk memandang perpustakaan sebagai gerbang menuju ilmu pengetahuan dan sekaligus wadah untuk penguatan kompetensi literasi digital mereka.

Dispersip HSU Gelar Pelatihan Tata Boga Berbasis Inklusi Sosial

Iki Radio - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali melaksanakan pelatihan tata boga berbasis inklusi sosial di Desa Sungai Janjam, Kecamatan Babirik, Senin (15/9/2025).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti puluhan ibu rumah tangga dan remaja desa setempat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Materi pelatihan kali ini difokuskan pada pembuatan manisan dari terong, mengingat Kecamatan Babirik merupakan salah satu daerah penghasil hasil perkebunan di Kabupaten HSU, seperti terong, cabai, labu, dan berbagai sayuran lainnya.

Kepala Dispersip HSU, Karyanadi, menjelaskan bahwa program TPBIS hadir untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, pelatihan tata boga dapat menjadi bekal keterampilan baru bagi warga untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

“Tujuan utama kita dalam pelatihan perpustakaan berbasis inklusi ini adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Karyanadi.

Ia menambahkan, kegiatan pelatihan tata boga dilatarbelakangi oleh melimpahnya hasil perkebunan warga yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomis.

“Kita memastikan setelah pelatihan ini berlangsung, para peserta dapat menjalankan usahanya masing-masing maupun kelompok,” ujar dia.

Sementara itu, Bunda Literasi HSU, Murniati Sahrujani menyampaikan apresiasi kepada Dispersip HSU atas upaya nyata dalam menjalankan program TPBIS.

Ia berharap kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar dan pemberdayaan.

“Mari kita jadikan perpustakaan sebagai rumah belajar bagi kita semua, tempat untuk berbagi cerita dan bertukar pikiran. Dan bersama-sama membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan sejahtera,” kata dia.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Babirik, Kepala Desa Sungai Janjam beserta jajaran, serta Kepala Dispersip HSU bersama pengurus.

803 Relawan Kebencanaan se-Indonesia Datang ke Banyuwangi

Iki Radio - Sebanyak 803 relawan kebencanaan dari berbagai wilayah Indonesia hadir di Banyuwangi untuk mengikuti Jambore Ketiga Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Acara yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Timur ini dipusatkan di Pantai Grand Watu Dodol (GWD) Banyuwangi. 

Selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (12-14/9/2025) mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari sosialisasi pendidikan kebencanaan di sekolah terdekat, hingga diskusi tematik soal kebencanaan.

Mereka datang dari berbagai wilayah Indonesia, yang berasal dari 29 provinsi dan mewakili 105 kabupaten/kota. Sebut saja perwakilan dari Lombok Tengah, Purworejo Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Sumedang Jawa Barat, NTB, hingga NTT. 

“Banyuwangi merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini. Terima kasih kepada Pemprov Jatim dan semooga jambore ini menajdi ajang saling belajar bagi daerah dalam antisipasi dan menghadapi bencana,” kata Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono saat menghadiri Jambore FPRB, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, setiap daerah memiliki kerawanan yang berbeda. Karena itu, pengurangan risiko harus dilakukan bersama dan menjadi agenda strategis yang tak bisa ditunda.

Mujiono menekankan, upaya tangguh bencana tak cukup mengandalkan respon darurat atau kebijakan pusat. Membangun sistem berbasis komunitas, kolaborasi lintas sektor, serta budaya sadar bencana masyarakat adalah kunci penting untuk antisipasi bencana.

“Forum PRB hadir sebagai wadah strategis yang menyatukan berbagai unsur. Semuanya bersatu dalam satu barisan memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan,” kata Wabup.

Forum ini dibuka langsung Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Adhy Karyono. Sekdaprov menilai jambore ini penting dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Menurutnya, penanggulangan bencana harus melibatkan semua pihak agar masyarakat semakin sadar dan berkapasitas menghadapi ancaman bencana.

“Setiap daerah wajib memiliki rencana kontijensi penanggulangan bencana. Mulai dari pemetaan dampak bencana, jumlah penduduk terdampak, hingga ketersediaan sumber daya untuk penyelamatan saat sewaktu-waktu bencana melanda,” kata Sekdaprov.

Sekjen FPRB Jawa Timur, Catur Sudarmanto menambahkan, peserta jambore ini diikuti beragam relawan. Juga diikuti perwakilan disabilitas, termasuk sahabat tuli, sahabat netra, dan sahabat daksa. 

“Jadi semua kelompok masyarakat dari unsur apapun kita ajak bersama-sama. Kita beri ruang yang sama untuk untuk terlibat, berbagi pengalaman, dan memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Salah satu perwakilan relawan asal Lombok Tengah, Provinsi NTB, Hasan Masat mengaku senang bisa ikut andil di Jambore III FPRB yang digelar di Banyuwangi. Karena banyak ilmu serta bertukar pengalaman dari para relawan kebencanaan di berbagai Indonesia.

“Kami dari Lombok Timur ada 6 orang yang ikut. Saya rasa Banyuwangi memiliki banyak hal menarik yang bisa menjadi inspirasi sekaligus bekal bagi kami dan para relawan lainnya untuk mengembangkan kapasitas di daerah masing-masing,” kata Ketua FPRB Lombok Tengah ini. (*)

Aditama - Azizah Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Banjarbaru 2025

Iki Radio - Muhammad Aditama Taufikkurahman dan Azizah Mustika resmi terpilih sebagai pasangan Nanang dan Galuh Banjarbaru 2025.

Gelar prestisius tersebut mereka raih setelah melalui proses penilaian ketat pada Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Banjarbaru yang digelar di Lapangan dr. Murjani, Jumat (12/9/2025).

Ajang tahunan yang mengusung tema “Generasi Emas untuk Banjarbaru Emas” ini berhasil menjadi magnet bagi 125 pemuda-pemudi terbaik kota.

Seleksi berjenjang kemudian memilih 16 finalis terbaik yang terdiri dari 8 pasangan, sebelum akhirnya terpilih satu pasangan sebagai pemenang.

Kompetisi itu dirancang bukan hanya sebagai ajang pencarian bakat, melainkan juga wadah untuk menampilkan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal dan dinamika pembangunan daerah.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, H. Marhain Rahman, menegaskan bahwa peran Nanang dan Galuh melampaui sekadar simbol kecantikan dan ketampanan.

Mereka diharapkan dapat menjadi sosok inspiratif yang membawa ide-ide segar, energi positif, serta menjadi teladan bagi pemuda lainnya.

“Mereka harus kreatif, inovatif, adaptif, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional. Pemerintah kota berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan potensi generasi muda,” tegas Marhain.

Dukungan serupa disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disporabudpar Banjarbaru, Sri Lailana.

Ia berharap pasangan terpilih dapat menjalankan fungsi strategis sebagai duta budaya dan pariwisata.

Tugas utama mereka adalah mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kota Banjarbaru sekaligus menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya yang mulai terkikis.

Festival Tunas Bahasa Ibu Dorong Siswa HSU Lestarikan Bahasa Banjar

Iki Radio - Sebanyak 88 siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU di SD Negeri Banjang 1.

Festival ini memperlombakan lima cabang, yakni Bakisah Bahasa Banjar, Ba Pandung, pidato Bahasa Banjar, menulis cerpen, dan menulis puisi.

Ajang tersebut bertujuan mengapresiasi sekaligus mengevaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Banjar, serta memelihara bahasa dan budaya Banjar di kalangan generasi muda.

Ketua Pelaksana FTBI, Syarifudin, menyampaikan bahwa para juara di tingkat kecamatan nantinya akan kembali berlaga di tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 18 September 2025.

“Semua peserta lomba FTBI pada hari ini, semuanya bagus. Kalian orang-orang hebat telah mewakili sekolah kalian. Yang juara kami ucapkan selamat, dan yang belum juara tidak apa-apa, kalian sudah tampil maksimal hari ini,” ujar dia.

Ia menambahkan, siswa-siswi yang akan mewakili Kecamatan Banjang diharapkan dapat menampilkan kemampuan yang lebih baik lagi pada lomba tingkat kabupaten.

“Semoga acara FTBI ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga wujud cinta kita terhadap bahasa ibu kita, yaitu bahasa daerah,” kata dia.

Melalui ajang ini, Syarifudin berharap semangat siswa untuk belajar dan melestarikan bahasa Banjar terus meningkat.

“Semoga siswa dan siswi yang telah juara pada hari ini kembali meraih juara di tingkat kabupaten, dan semoga acara di tingkat kecamatan ini bisa lebih meriah lagi serta diikuti seluruh sekolah yang ada di Kecamatan Banjang,” ujar dia.

Kompak, Walikota dan Bupati Madiun Serukan Semangat Kerukunan

Iki Radio - Dalam sebuah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan doa bersama untuk kebangkitan, keselamatan, dan perdamaian bangsa, Walikota Madiun, Maidi dan Bupati Madiun Hari Wuryanto, kompak menyerukan semangat untuk menjaga kerukunan.

Dalam acara tersebut, Walikota Madiun, Maidi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat. 

"Semangat Maulid Nabi dapat menguatkan generasi muda untuk terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan kedamaian," kata Walikota Madiun, Maidi, Minggu(7/9/2025).

Sementara itu, Bupati Madiun menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk meneladani ajaran dan akhlak mulia Rasulullah SAW.

“Kita harus mencontoh sifat Nabi Muhammad SAW seperti jujur dalam berdagang, adil dalam memimpin, serta santun dalam bertutur kata,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Madiun dengan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

“Mari kita gunakan media sosial dengan bijak, terus menjaga ukhuwah, dan memperkuat toleransi di tengah perbedaan suku, agama, maupun budaya,” tambahnya.

Selain Walikota Madiun dan Bupati Madiun, acara yang diselenggarakan PC PMII Madiun tersebut juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi masyarakat, serta mahasiswa dan pelajar.

close
Pasang Iklan Disini