Iki Terbaru/Paling Greeess

159 Tahun Jejak Budaya, Kirangan Tumben Jadi Warisan Hidup Desa Tukum

Iki Radio - Desa Tukum, Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, menjadi pusat perhatian Minggu pagi (31/8/2025). Jalanan desa yang biasanya lengang mendadak penuh warna. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Kirangan Tumben (Kirab Gunungan Tukum Biyen), sebuah acara jalan sehat yang dikemas unik dengan pawai budaya, gunungan hasil bumi, serta kesenian rakyat.

Dari titik start, peserta berjalan beriringan menuju Pendopo Mangundiharjo, pusat pemerintahan desa sekaligus panggung utama. Namun langkah mereka tidak sekadar olahraga. Di barisan tengah, lima gunungan jolen mewakili dusun: Pandansari, Pandanwangi, Krajan, Tukum Kidul, dan Munder, menegaskan makna syukur dan gotong royong.

Gunungan berisi padi, jagung, sayur, dan buah, berdiri megah layaknya menara kehidupan. Filosofinya sederhana, yaitu bumi memberi tanpa pamrih, manusia harus menjaga dengan syukur. Perebutannya di halaman pendopo nanti menjadi klimaks, saat warga meyakini setiap helai daun yang terbawa pulang adalah doa dan restu.

“Kirangan Tumben bukan hanya jalan sehat. Ini adalah napak tilas budaya. Jalan sehat untuk raga, gunungan untuk jiwa, dan pawai seni untuk identitas,” ujar Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo) dengan penuh keyakinan.

Uniknya, warga tampil dengan busana ala tempo dulu. Lelaki berikat kepala lurik, perempuan berkebaya klasik, anak-anak berselendang jarit. Desa Tukum seolah berpindah ke lorong waktu, kembali ke suasana 159 tahun silam, menghidupkan kembali kenangan ketika tradisi ini pertama kali digelar.

Di sepanjang jalur, suara jidor berpadu dengan tepuk tangan penonton. Jalan sehat yang biasanya sederhana, kini berubah rasa menjadi festival budaya. Energi warga meluap, menandakan bahwa budaya memang bisa menjadi vitamin yang menyegarkan raga dan jiwa.

Tak kalah meriah, hadir tiga kesenian reog lokal, yakni Sardulo Budoyo dari Dusun Pandansari, Singo Budoyo Dari Dusun Tukum Kidul, dan Condro Kirono dari Perumahan Tukum Indah. Penampilan gagah para penari dengan topeng singa barong bukan hanya hiburan, melainkan pernyataan bahwa tradisi rakyat tetap hidup dan terus diwariskan.

Setiap dusun memberi makna melalui gunungan mereka. Pandansari dengan padi emas simbol ketahanan pangan. Pandanwangi menyebarkan aroma hasil bumi, tanda kebajikan. Krajan, pusat desa, menyuguhkan kerapian simbol persatuan. Tukum Kidul dengan ragam hasil bumi mencerminkan harmoni dalam keberagaman. Munder dengan gunungan menjulang tinggi melambangkan cita-cita yang berpijak pada akar budaya.

Kirangan Tumben pun terasa seperti laboratorium kebudayaan. Anak-anak yang ikut berjalan tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga belajar mengenali akar budayanya. Mereka menyaksikan langsung bagaimana tradisi bisa dirawat di tengah era digital.

“Desa sehat bukan hanya ketika warganya bugar jasmani, tapi juga ketika budaya dan kebersamaannya tetap hidup. Itulah yang ingin kami rawat lewat Kirangan Tumben,” tambah Cak Santo.

Suasana di Pendopo Mangundiharjo kian ramai ketika peserta tiba. Pendopo yang megah itu menjadi saksi bagaimana olahraga dan budaya bisa berpadu. Di halaman pendopo, lima gunungan disusun rapi, menunggu detik-detik perebutan yang selalu ditunggu warga.

Saat tanda dimulai, warga berebutan mendekati gunungan. Ada yang menggenggam jagung, ada yang meraih seikat sayur, ada pula yang puas dengan sehelai daun. Senyum mereka seragam dengan penuh keyakinan bahwa yang didapat adalah berkah.

Bagi warga, perebutan ini bukan soal siapa dapat paling banyak. Melainkan tentang keyakinan bahwa berbagi rezeki akan membawa keselamatan bersama. Inilah wajah asli gotong royong Nusantara, yang diwariskan tanpa henti dari generasi ke generasi.

Kirangan Tumben juga menjadi ruang temu antar generasi. Para sesepuh melihat tradisi ini hidup kembali dengan mata berbinar, sementara anak muda mengabadikan momen lewat gawai. Tradisi dan modernitas berpadu tanpa saling meniadakan.

“Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi? Tradisi adalah akar, dan bangsa tanpa akar akan mudah tumbang,” tutur Cak Santo lirih, seolah menitip pesan pada generasi penerus.

Kirangan Tumben pun layak disebut pesta rakyat sekaligus pencerahan bangsa. Ia mengajarkan bahwa kemajuan tidak berarti meninggalkan tradisi, melainkan menumbuhkan peradaban dengan menghormati akar sejarah.

Di tengah arus globalisasi, Desa Tukum memberikan teladan, yaitu bagaimana jalan sehat bisa dikemas menjadi pesta budaya, bagaimana olahraga bisa berjalan beriringan dengan seni, dan bagaimana syukur bisa diwujudkan dalam gotong royong.

Dari Desa Tukum, pesan besar mengalir: sehat itu bukan hanya tubuh yang kuat, tapi juga budaya yang kokoh. Lima gunungan, tiga reog, kostum zaman dulu, dan ribuan langkah warga adalah harmoni kehidupan yang menyatukan.

Kirangan Tumben akhirnya bukan sekadar tradisi lokal. Ia adalah refleksi nasional. Bahwa kekuatan bangsa ada pada akar budaya, kebersamaan, dan rasa syukur. Dari Pendopo Mangundiharjo di sebuah desa kecil di Lumajang, lahir spirit untuk Nusantara. (MC Kab. Lumajang/KIM Tukum Mandiri/Andik/An-m)

Antisipasi Aksi Massa, LPA Jatim Usulkan Siswa Belajar di Rumah

Iki Radio - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberi kesempatan anak belajar di rumah pada 1-5 September 2025. Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, Isa Anshori mengatakan, Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim harus mengambil langkah tersebut untuk mengantisipasi adanya rencana aksi massa lanjutan. 

Isa menyebutkan, seiring meningkatnya dinamika sosial-politik nasional, saat ini beredar luas informasi di berbagai kanal media sosial mengenai rencana aksi massa lanjutan dari masyarakat pada tanggal 1–5 September 2025 di Gedung DPR RI Jakarta. “Dalam informasi yang tersebar, aksi tersebut diberi tajuk seruan aksi demo serempak, namun tidak mencantumkan siapa penanggung jawabnya. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa aksi serupa bisa meluas ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Kota Surabaya,” kata Isa, Minggu (31/8/2025).

Isa menjelaskan, belajar dari berbagai pengalaman sebelumnya, aksi massa yang tidak memiliki penanggung jawab dan koordinasi yang jelas, sering kali menimbulkan kerentanan sosial. Tidak jarang, situasi lapangan yang semula terkendali, bisa berubah menjadi chaos dan berujung pada tindakan kekerasan yang tidak diinginkan. “Situasi seperti ini jelas berpotensi membahayakan anak-anak dan remaja, apabila mereka beraktivitas di luar rumah tanpa pengawasan yang memadai,” jelas Isa. 

Isa menyampaikan, dalam konteks perlindungan anak, langkah preventif menjadi sangat penting agar anak-anak tetap aman sekaligus tidak kehilangan haknya dalam proses pembelajaran. Atas dasar itu, dengan penuh keprihatinan sekaligus rasa tanggung jawab moral, Isa  mendorong Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim dan Dispendik Kota Surabaya untuk memberikan kebijakan khusus, memberi kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dari rumah (BDR) pada rentang tanggal 1–5 September 2025. 

“Hal ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan anak-anak dari potensi kerumunan dan gesekan sosial yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Proses pembelajaran tetap bisa dilakukan dengan metode daring atau penugasan mandiri, sehingga tidak mengganggu capaian akademik anak,” paparnya. 

Isa menginstruksikan, agar Dispendik Jatim juga mengeluarkan imbauan resmi kepada satuan pendidikan di wilayah kewenangannya dengan cara menyusun skema pembelajaran alternatif, yang memungkinkan anak-anak tetap belajar namun dalam kondisi aman dan terpantau. Selain itu, ia turut mengimbau kepada orang tua untuk terlibat dalam melakukan pengawasan di rumah. 

“Keterlibatan orang tua menjadi kunci keberhasilan kebijakan belajar dari rumah. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh orang tua agar memastikan anak-anak tetap fokus belajar di rumah, memberikan pendampingan yang cukup, serta menjauhkan mereka dari potensi paparan situasi sosial yang tidak kondusif,” tuturnya. 

Di samping itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan dan mengawasi, agar anak-anak tidak terseret dalam dinamika aksi unjuk rasa, baik sebagai peserta maupun sebagai korban. “Anak-anak berhak atas rasa aman dan terbebas dari potensi trauma akibat tindakan kekerasan di ruang publik,” imbaunya. 

Isa menambahkan, bahwa langkah-langkah antisipasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap keselamatan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, ia berharap, anak-anak harus dilindungi dari situasi yang berpotensi mengancam jiwa dan mentalnya. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dengan baik serta keselamatan anak-anak wajib ditempatkan sebagai prioritas utama.

“Imbauan ini saya sampaikan dengan penuh rasa tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak kita. Semoga pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta seluruh elemen masyarakat dapat merespons dengan langkah cepat, bijak, dan tepat,” pungkasnya. (red)

Peran Indonesia di Forum Digital Dunia Diapresiasi Badan PBB

Iki Radio - Kontribusi Indonesia dalam mendorong inklusivitas dan kolaborasi global di bidang transformasi digital diapresiasi International Telecommunication Union (ITU), Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta menghubungkan seluruh orang di dunia.

Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) Doreen Bogdan-Martin memberikan surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, yang menilai Indonesia berperan aktif dalam World Summit on the Information Society (WSIS) dan forum digital internasional lainnya.

“ITU sangat menghargai dukungan berkelanjutan Indonesia terhadap proses WSIS dan keterlibatan aktif pemerintah dalam implementasi WSIS Action Lines. Kami menantikan kolaborasi lebih erat menjelang WSIS+20 Review di Majelis Umum PBB Desember mendatang,” ujar Bogdan-Martin dalam surat resminya yang diterima Menkomdigi di Jakarta, pada Rabu (27/8/2025).

Dalam surat tersebut, Sekjen ITU menyampaikan apresiasi kepada Menkomdigi Meutya Hafid atas partisipasi aktif dalam forum WSIS+20 High-Level Event 2025 dan AI for Good Global Summit yang berlangsung pada 7–11 Juli 2025 di Jenewa.

Apresiasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi digital global menjelang pembahasan WSIS+20 Review di Majelis Umum PBB pada Desember 2025 mendatang.

Menkomdigi, Meutya Hafid, mengatakan, pengakuan ini meneguhkan komitmen Indonesia untuk berperan sebagai jembatan kepentingan negara maju dan berkembang dalam tata kelola digital global.

“Apresiasi ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia yang terus mendorong inovasi digital inklusif. Kami ingin memastikan kepentingan negara berkembang, khususnya Indonesia, tercermin dalam agenda digital dunia,” tuturnya.

Menurut Meutya, apresiasi ITU memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi digital internasional dan menjadi langkah strategis yang akan menentukan arah kerja sama global Indonesia di bidang digital.

Kecurigaan Erin Taulany Ada ,Sosok, Pengaruhi Andre Taulany Untuk Menceraikannya,Tak Mau Berpisah

Iki Radio - Rien Wartia Trigina alias Erin tampaknya tetap teguh mempertahankan rumah tangganya dengan komedian Andre Taulany, meski sang suami telah tiga kali mengajukan permohonan cerai ke pengadilan.

Sikap Erin terlihat jelas dari berbagai tindakan, salah satunya tetap menggunakan nama belakang “Taulany” di akun Instagram pribadinya.

Menurut kuasa hukumnya, Firman Pangaribuan, Erin bahkan meragukan bahwa keinginan cerai itu benar-benar berasal dari Andre.

“Dia enggak percaya itu kata-kata dari Bang Andre. Dia sampaikan itu ke saya,” ujar Firman saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025) melansir dari Tribunnews.com.

Erin yang telah mendampingi Andre selama lebih dari dua dekade, menduga ada pihak lain yang memengaruhi keputusan sang suami.

“Kalau ada yang seperti ini, berarti ada orang lain yang masuk ke dia,” lanjut Firman.

Selama proses hukum berlangsung, Erin tetap menilai Andre sebagai sosok yang baik dan penuh perhatian.

 “Bang Andre very nice,” kata Firman, mengutip pernyataan kliennya.

Firman juga menyebut bahwa Andre tidak pernah bicara ke publik soal kondisi rumah tangganya, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid.

Permohonan cerai Andre Taulany kembali ditolak oleh Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Hakim menyatakan tidak memiliki kewenangan memproses perkara tersebut karena domisili Erin berada di luar wilayah hukum pengadilan tersebut.

Sebelumnya, Andre telah mengajukan permohonan cerai pertama pada April 2024 dengan nomor perkara 1668/Pdt.G/2024/PA.Tgrs.

Meski mediasi telah dilakukan, proses cerai tetap berlanjut. Namun pada September 2024, permohonan itu ditolak karena hakim menilai konflik rumah tangga mereka hanya disebabkan oleh kurangnya komunikasi.

Andre kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Agama Banten, namun hasilnya tetap tidak berpihak padanya. Putusan sebelumnya justru dikuatkan.

Pada April 2025, Andre kembali mencoba mengajukan permohonan cerai ke PA Tigaraksa, namun lagi-lagi ditolak karena alasan yurisdiksi.

Dengan serangkaian penolakan tersebut, Andre dan Erin masih sah sebagai pasangan suami istri. Mereka telah menjalani pernikahan selama lebih dari 20 tahun dan dikaruniai tiga anak: Ardio, Arkenzy, dan Arlova.

Top

Madiun Carnival 2025, Hadirkan Harmoni Budaya Nusantara

Iki Radio - Ragam budaya nusantara mewarnai gelaran Madiun Carnival 2025, Senin (25/08/2025). Di sepanjang jalan Pahlawan Street Center (PSC), Jalan Cokroaminoto, Jalan Musi hingga finish di jalan H.A Salim, sebelah selatan Alon Alon Kota Madiun, dalam gelaran ini mengambil tema, Harmoni Budaya Nusantara.

Penampilan peserta Madiun Carnival 2025 (Foto : Kominfo Kota Madiun)

Sebanyak 38 peserta dari sejumlah kantor, dinas dan instansi serta kelompok masyarakat, menampilkan beragam kebudayaan nusantara dalam berbagai bentuk. Mulai dari balutan busana yang dikenakan, tarian hingga aksi teatrikal diperagakan dengan berbagai properti yang digunakan. 

’’Seni-seni di Madiun berkembang pesat, semua greget luar biasa,’’ kata WaliKota Madiun, Maidi.

Lebih lanjut dikatakan, dari pelaksanaan karnaval tahun ini, akan dilakukan evaluasi. Selain itu, akan diberikan ruang khusus untuk anak anak dalam gelaran serupa di tahun tahun mendatang.

"Tahun depan anak-anak pagi, masyarakat sore,’’ tambahnya.

Antusias masyarakat dan peserta sangat terlihat pada Madiun Carnival 2025 ini. Meski cuaca cukup panas Senin siang, tidak menyurutkan warga untuk menonton penampilan dan aksi aksi dari para peserta karnaval.

Bukan hanya warga Kota Madiun, bahkan dari luar kota juga datang untuk melihat acara tahunan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT ke 80 Kemerdekaan RI ini.

Ribuan Warga Perum Karin Ikuti Jalan Santai

Iki Radio - Ribuan warga RW 003, Perumahan Kartoharjo Indah (Karin) Kelurahan Kelun Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun, mengikuti jalan santai, Minggu (24/08/2025). Acara jalan santai ini dilaksanakan, sebagai kegiatan pamungkas yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 80, Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan jalan santai serentak yang dilaksanakan RW.003 Kelurahan Kelun Kartoharjo Kota Madiun ini, untuk pertama kali dilakukan.

"Biasanya jalan santai dilaksanakan di masing masing RT, untuk tahun ini (2025), dilaksanakan serentak atau seluruh RT di RW 03 ini," ujar H.Masrum selaku Ketua RW 03.

Meski jalan santai dilaksanakan secara bersama sama, namun untuk pengundian kupon doorprice dilaksanakan di masing masing RT.

"Jalannya saja yang sama, rutenya juga sama, sebab kita dalam satu lingkungan Perumahan Karin. Untuk hadiah dan doorprice itu oleh masing masing RT," lanjutnya.

Usai berjalan berkeliling sekitar 5 kilometer, seluruh peserta mulai dari anak anak, remaja hingga orang tua, kembali ke RT masing masing, untuk mengikuti acara pengundian doorprice.

"Hadiahnya disediakan oleh masing masing RT. Ada sembako, peralatan elektronik, sepeda, hingga kendaraan bermotor. Semua tergantung kemampuan RT masing masing," tambahnya.

Salah seorang warga, Budi mengaku senang dengan adanya perubahan pelaksanaan jalan santai ini.

"Biasanya meski harinya bersamaan, masing masing RT melakukan pemberangkatan atau start jalan santai sendiri sendiri. Tapi tahun ini jadi satu. Lebih senang karena terlihat lebih banyak peserta, jadi lebih ramai," ucapnya.

Dilingkungan RW 03, Perumahan Karin Kelun Kota Madiun ini, terdiri dari 6 RT. Mulai RT 09, 10, 11, 12, 13 dan RT 14.

"Yang biasanya tidak pernah kenal atau ketemu meski dalam satu lingkungan perumahan, jadi bisa kenal, bisa ketemu, jadi kalau berpapasan diluar (lingkungan) bisa tahu dan saling sapa," pungkasnya.

Selanjutnya setelah kembali ke masing maaing RT, kegiatan disesuaikan dengan rencana dari RT yang bersangkutan. Diantaranya ada yang menggelar lomba, disela pengundian doorprice.

Top

Ini Rindu, Naff Manggung Di HUT Ke 63 SMK Negeri 2 Madiun

Iki Radio - Lagu "Ini Rindu" yang dulu dibawakan Lucky Resha dan Almarhum Farid Hardja, dibawakan apik oleh Naff saat tampil di acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke 63, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kota Madiun, Sabtu (23/08/2025).

Selain lagu lagu dari Naff sendiri, dalam kesempatan ini juga banyak dibawakan lagu lagu lama, seperti lagu yang berjudul Anak Sekolah, yang dahulu dinyanyikan oleh penyanyi legendaris, Chrisye.

Grup musik asal Cimahi, Jawa Barat, yang dibentuk pada tanggal 14 Februari 1998, sempat mengalami pasang surut, hingga terbilang sering berganti personil.

"Semoga kalian semua nanti akan menjadi orang orang yang sukses setelah lulus dari SMK 2 Madiun," kata Marvel Habibi (Ell), saat menyapa para siswa SMK Negeri 2 Madiun.

Sementara dalam acara ini, Kepala SMK Negeri 2 Kota Madiun, Puji Rahayu, S.Pd, menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh pihak, yang telah membantu terselenggaranya acara HUT ke 63 SMK Negeri 2 Kota Madiun.

"Telah banyak prestasi yang diraih SMK Negeri 2 Madiun, baik akademis maupun non akademis. jadi ini satu kebanggaan untuk kita semua," katanya.

Pada HUT SMK Negeri 2 Madiun ini, sengaja dikemas dalam GALA KINARYA EBC, ENTREPRENEURSHIP BUSSINESS COMPETITION , untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dalam bidang entrepreneurship.

Pada tahun 2025 ini, SMK Negeri 2 Madiun mencatat, sedikitnya ada 20 siswa lulusan yang masuk perguruan tinggi dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), dan 12 siswa lulusan yang masuk perguruan tinggi dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

“Itu dari siswa yang melapor ke sekolah. Namun ternyata ada juga siswa yang diterima di perguruan tinggi tetapi tidak melapor ke sekolah, jadi belum masuk pada data lulusan,” tambahnya.

Selanjutnya, juga diserahkan hadiah dan penghargaan kepada pemenang Putra Putri SMKN 2 Madiun, Duta Lingkungan, Duta Literasi, Duta Kewirausahaan dan sejumlah penghargaan lain.(adv/iw/mn)


Link GALA KINARYA EBC SMK NEGERI 2 MADIUN Klik Disini

Mutasi Pejabat, Bupati Madiun Pesan Bekerja Dengan Hati

Iki Radio - Bupati Madiun, Hari Wuryanto, melantik sekaligus mengambil sumpah janji 16 Pejabat Tinggi Pratama,di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun, Kamis (21/08/2025). Pelantikan dilakukan di Pendopo Muda Graha, jalan Alon Alon Utara Kota Madiun.

Dalam pelantikan ini, Bupati Madiun melakukan rotasi jabatan antar kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Bekerja jangan hanya dengan akal sehat dan pikiran saja, tapi harus dengan hati. Kalau ASN ingin bahagia, maka bahagiakan rakyat dulu, pasti ASN akan bahagia,” kata Hari Wuryanto, Bupati Madiun.

Dijelaskan, pelantikan pejabat ini terkesan lambat karena harus menyesuaikan regulasi yang berlaku.

“Semua ini demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun,” jelasnya.

Terkait dengan masih adanya kekosongan pejabat Eselon III dan IV yang masih kosong, akan segera dilakukan seleksi terbuka untuk pengisian jabatan tersebut.

"Jabatan eselon III dan IV yang masih kosong, mohon doanya agar secepatnya kita isi untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Core value ASN itu adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, jangan kita (ASN) yang minta dilayani,” tambahnya.

Pejabat yang dilantik pada mutasi ini diantaranya :

Dra. Siti Zubaidah, M.H – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM

Drs. Hendro Suwondo, M.Pd – Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dilantik sebagai  Kepala Dinas PPKB, PP & PA

Suryanto, SE., M.Si – Kepala Dinas PPKB, PP & PA dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan

Supriyadi, AP., M.Si – Kepala Dinas Perhubungan dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial

Puji Rahmawati, S.Sos., M.Si – Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga 

Anang Sulistijono, S.Sos., M.Si – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dilantik sebagai Kepala Dinas PMPTSP 

Arik Krisdiananto, S.STP., M.H – Kepala Dinas PMPTSP dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja

Imam Nurwedi, S.Sos – Kepala Dinas Tenaga Kerja dilantik sebagai Kepala Satpol PP

Didik Harianto, S.Sos., MM – Kepala Satpol PP dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan 

Sodik Hery Purnomo, S.Si – Asisten Perekonomian dan Pembangunan dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset Dan Inovasi Daerah 

Kurnia Aminulloh, SH – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset Dan Inovasi Daerah dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan

Ir. Gunawi – Kepala Dinas PUPR dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman 

Yudi Hartono, S.Sos., MM – Sekretaris DPRD dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah 

Mohamad Hadi Sutikno, S.Sos., M.Si – Kepala Badan Pendapatan Daerah dilantik sebagai Kepala BPKAD 

Suntoko, S.Sos., M.Si – Kepala BPKAD dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (jabatan lama: )

Drs. Sawung Rehtomo, M.Si – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dilantik sebagai Sekretaris DPRD

Soto Legendaris, Tetap Laris Meski Berkali Lalui Masa Krisis

Iki Radio - Masa masa krisis ekonomi yang dialami Indonesia pada sekitar tahun 1998, masa pandemi covid-19 pada tahun 2020 hingga 2022, membuat banyak usaha yang mau tidak mau harus tutup, dan beralih profesi dalam bidang lain. Tak terkecuali para pengusaha kuliner, yang saat itu memilih tutup.

Namun tidak bagi usaha kuliner Soto Sabar Marem, yang ada di Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Bagi anda yang suka berpetualang kuliner di wilayah Madiun, mungkin sudah tidak asing dengan nama Soto Mojorayung.

Ya, soto legendaris yang telah ada sejak tahun 70 an ini, masih terus berjualan menu special soto daging yang menjadi andalannya. Soto dengan cita rasa khas ini merupakan warisan kuliner turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.

Soto ini berawal dari Bu Marem, yang memulai membuka warung soto di Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, sejak tahun 1970. Kemudian, kemudian dikelola secara turun temurun hingga saat ini.

Meski lokasinya berada didalam jauh dari jalan raya penghubung antar desa, namun hingga kini selalu ramai didatangi pengunjung.

“Rasanya khas, dan banyak pilihan lauknya,” ujar salah seorang pengunjung, ditemui saat menyantap soto Mojorayung pada 17 Agustus 2025 lalu.

Selain soal rasa, harga yang dipatok juga sangat ramah dikantong.

Dian Nitami Jadi Hakim di Film Keadilan The Verdict, Akui Grogi Adu Akting dengan Rio Dewanto

Iki Radio - Aktris senior Dian Nitami kembali menunjukkan kebolehannya di dunia akting lewat film terbaru berjudul Keadilan The Verdict. Dalam film ini, Dian dipercaya untuk memerankan sosok hakim, sebuah peran yang menurutnya penuh tantangan sekaligus berbeda dari karakter-karakter yang pernah ia bawakan sebelumnya.

Meski memerankan tokoh hakim, Dian mengaku tidak mengambil referensi langsung dari sosok hakim di dunia nyata. Ia lebih banyak menggali karakter dari arahan sutradara.

"Kalo ditanya referensi dari hakim yang sebenarnya nggak ada tetapi saya di sini banyak membahas karakter sebagai hakim dari sutradara bahwa banyak sekali emosi-emosi yang harus ditahan, harus dikeluarkan atau diperlihatkan atau tidak," ujar Dian Natami di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan bahwa karakter hakim dalam film ini sepenuhnya fiktif, namun tetap berusaha mencerminkan nilai-nilai keadilan.

"Jadi sebenarnya ini semuanya karakter hakim di sini semuanya itu adalah karakter fiktif tetapi mencerminkan bagaimana baiknya sebagai seorang hakim supaya bisa memberikan keadilan dari situasi yang sebenarnya kurang adil. Nah bagaimana supaya semuanya bisa merasakan keadilan yang sama," ujarnya.

Bagi Dian, tantangan terbesar adalah bagaimana menyampaikan karakter hakim yang tegas namun tetap memiliki sisi manusiawi.

"Saya nggak bisa banyak ceritakan lagi apa dan bagaimananya tapi bisa dilihat di filmnya tetapi yang jelas ini sebuah tantangan buat saya untuk bisa memerankan peran ini dengan sebaik-baiknya," sambungnya.

Selain mendalami karakter hakim, Dian juga menghadapi tantangan lain, yakni saat beradu akting dengan lawan mainnya, Rio Dewanto. Ia mengaku sudah terbiasa berakting dengan Reza Rahadian, namun berbeda ketika harus bermain bersama Rio.

"Kesulitannya adalah waktu menghadapi Reza oke saya udah familiar sama Reza. Reza selalu menemani saya disetiap kali film thank you, its help me a lot. Thank you so much udah bikin aku nyaman banget. Kemudian tetap aja ada gerogi kalo sama Rio,"

Dian tidak menutupi bahwa dirinya adalah penggemar berat Rio Dewanto. Namun, ia mengaku harus tetap professional saat syuting.

"Aku ngefans banget sama dia (Rio Dewanto), aku suka banget sama dia. Terus pas tau syutingnya sama Rio Dewanto aku yang langsung 'omg gimana ya?'," ujarnya.

"Tapi kan nggak bisa. Harus tetap cool, harus asik, nggak boleh keliatan nervous tapi sebenernya sih iya cuma untungnya emang ceritanya di sini emotionaless jadi bisa sok sok poker face padahal kakinya geter," sambungnya.

Momen paling lucu terjadi ketika ia akhirnya bisa berfoto bersama Rio berkat ‘jebakan’ Reza Rahadian. Ia mengaku salah tingkah usai bisa berfoto dengan Rio Dewanto.

"Terus seperti orang-orang kalo ngefans kan penginnya foto ya tapi malu jadi gue nggak berani foto," cerita Dian.

"Sampe akhirnya ada nih sebelah saya (reza rahadian) ngejerumusin "Rio sini foto" terus aku foto terus aku salting. me, saya, gue bisa salting sama orang. Tapi itu pengalaman yang paling seru. Sorry ya Rio tapi gue ngefans banget sama lu," sambungnya.

Sementara itu, film Keadilan The Verdict bercerita tentang Raka (diperankan oleh Rio Dewanto) yang baru saja merayakan kelulusan ujian advokat bersama sang istri, Nina (Niken Anjani), yang sedang mengandung. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi tragedi ketika Raka mendapati Nina tewas secara brutal. Peristiwa tragis ini memicu amarah dan dorongan kuat dalam diri Raka untuk menuntut balas—dan mencari siapa yang bertanggung jawab atas kematian istrinya.

Perjalanan Raka untuk mendapatkan keadilan tidak mudah, karena kasus kematian Nina ditangani oleh Timo (Reza Rahadian), seorang advokat yang dikenal manipulatif dan memiliki reputasi buruk. Timo menggunakan berbagai taktik licik demi memenangkan kasus—bahkan mengubah arah persidangan dengan cara yang tak terduga dan tak mampu diprediksi oleh Raka.

Kasus ini menarik perhatian publik lantaran disiarkan secara luas di media sosial, menjadikannya pusat perbincangan di seluruh Indonesia. Ini menambah tekanan psikologis dalam usaha Raka mencari keadilan.

Selain Rio Dewanto dan Reza Rahadian, film ini juga dibintangi oleh sederet aktor lainnya: Indra Pacique, Rangga Nattra, Eduward Manalu, Tyan Anugrah, Rafly Altama, Dian Nitami, Elang El Gibran, Dimas Aditya, Vonny Anggraini, Karina Salim, Bizael Tanasale, Tubagus Ali, Wieshly Brown, Adam Farrel, dan Jessica Katharina. (*)

close
Pasang Iklan Disini