Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Apresiasi Semangat Belajar di Usia Senja, Mendukbangga Ajak Lansia Aktif dan Produktif

Iki Radio - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengapresiasi semangat belajar lansia di usia senja, dan mengajak para lansia untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan menjalani masa tua dengan penuh rasa syukur.


Pesan itu disampaikannya saat menghadiri wisuda Sekolah Lansia dalam rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di kantor BKKBN Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Di hadapan ratusan peserta, Wihaji menilai para lansia merupakan sosok yang memiliki pengalaman hidup panjang dan dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, mencapai usia lanjut dalam kondisi sehat merupakan anugerah yang patut disyukuri.

“Sampai usia 75 tahun dalam keadaan sehat adalah nikmat yang luar biasa. Semua persoalan kehidupan sudah pernah dilalui, mulai dari suka, duka, pertengkaran, perdamaian, hingga berbagai ujian hidup. Karena itu, yang paling penting adalah terus bersyukur,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga berdialog langsung dengan para peserta. Ia menanyakan kondisi kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga hubungan mereka dengan keluarga.

Ia juga mengapresiasi para lansia yang tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, banyak peserta yang masih memanfaatkan telepon pintar dan media sosial untuk memperoleh informasi maupun berkomunikasi dengan keluarga.

“Masyaallah, luar biasa. Banyak yang masih aktif menggunakan handphone, melihat informasi di media sosial, bahkan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran. Ini menunjukkan semangat belajar tidak mengenal usia,” ujarnya.

Wihaji mengatakan Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Program tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran mengenai kesehatan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial serta kesehatan mental para peserta.

Selain menjaga kesehatan, ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dalam keluarga. Wihaji mendorong para lansia untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada anak serta cucu mereka. “Yang penting kita doakan anak-anak kita sehat, sukses, dan selalu ingat kepada orang tua. Jangan pernah menyimpan prasangka buruk. Doa orang tua itu luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mendukbangga Wihaji menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan program lansia, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Ia berharap Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di berbagai daerah sehingga para lansia memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan tetap produktif.

“Yang hadir di sini adalah orang-orang hebat. Kita syukuri semua nikmat yang diberikan Tuhan, terutama kesehatan dan kesempatan untuk tetap berkumpul, belajar, dan beraktivitas bersama,” tuturnya.

Wisuda Sekolah Lansia diikuti peserta dari berbagai wilayah yang selama ini aktif mengikuti pembelajaran mengenai kesehatan, keluarga, keagamaan, keterampilan, serta penguatan peran lansia dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Pesan Presiden ke Siswa Sekolah Rakyat: Kamu Harus Angkat Derajat Orang Tuamu

Iki Radio - Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17,  Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Presiden Prabowo Subianto mengajak para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17,  Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, untuk terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat berdialog dengan siswa, orang tua, dan tenaga pendidik dalam kunjungannya ke SRMP 17 Tabanan, Minggu (7/6/2026).

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan sikap hormat kepada orang tua serta guru. 

"Patuh sama guru ya. Selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu nanti harus angkat derajat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu," ujar Prabowo.

Presiden juga mengingatkan para siswa untuk menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhi sikap iri dan kebiasaan merendahkan orang lain.  

"Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan. Selalu baik sama orang lain. Sopan santun," katanya.

Menurut Prabowo, sikap saling menghormati dan hidup rukun menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam kehidupan.  

"Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang. Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan motivasi kepada seorang siswa yang mengaku pernah menjadi sasaran ejekan. Ia menegaskan bahwa setiap orang, termasuk dirinya sebagai Presiden, pernah mengalami perlakuan serupa.  

"Kamu dulu diejek, enggak apa-apa. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Enggak apa-apa, yang penting hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh. Semakin berani, semakin sopan. Jangan kecil hati," ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, banyak tokoh sukses berasal dari keluarga sederhana dan mampu mengubah nasib karena tidak menyerah pada keadaan.  

"Terima kasih. Kamu nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah. Anaknya tidak mau putus asa. Anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang," katanya.

Di akhir kunjungan, Presiden mengingatkan seluruh unsur sekolah untuk menjalankan peran masing-masing dengan baik demi mendukung masa depan generasi muda Indonesia.  

"Kepala sekolah, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anak didik, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik," pesan Prabowo. 

Pembangunan Sekolah Rakyat Madiun Capai 75 Persen, Target Rampung 20 Juni 2026

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengebut pembangunan sarana dan prasarana Proyek Strategis Daerah "Sekolah Rakyat". 

Program yang merupakan bagian dari program prioritas nasional ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir bulan ini.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi menyatakan bahwa hingga saat ini progres pembangunan fisik proyek tersebut telah mencapai 75 persen.

Pihaknya optimistis seluruh fasilitas akan siap digunakan tepat waktu.

"Melihat tren positif di lapangan, kami sangat optimis target penyelesaian pada 20 Juni 2026 mendatang dapat tercapai dengan baik," ujar Supriyadi, Jum'at (5/6/2026).

Selain fokus pada infrastruktur, Dinas Sosial juga tengah bersiap untuk menjaring calon peserta didik. 

Supriyadi menegaskan bahwa target kuota siswa untuk Sekolah Rakyat ini dipastikan akan terpenuhi secara optimal.

Secara rinci, Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun ini direncanakan menampung total 360 siswa, yang terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 120 siswa SD, 120 siswa SMP dan 120 siswa SMA.

Supriyadi menjelaskan bahwa prioritas utama penerimaan siswa baru ini didasarkan pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan fokus utama pada masyarakat rentan yang berada di kelompok desil 1 dan desil 2 (kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah).

Meski demikian, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi cadangan jika kuota belum terpenuhi setelah penyaringan tahap pertama.

"Prioritas mutlak kami adalah anak-anak dari desil 1 dan 2. Namun, kalau semua warga dari desil tersebut sudah masuk dan ternyata jumlah kuota siswa belum terpenuhi, maka skema pendaftaran akan kami perluas dengan menyasar warga di desil atasnya," pungkas Supriyadi.

Melalui program prioritas nasional ini, Pemkab Madiun berharap dapat memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat yang paling membutuhkan.(ir)

Puteri Indonesia Siap Gaungkan PP Tunas, Dari Sekolah hingga Panggung Dunia

Iki Radio - Dukungan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) tidak hanya datang dari pemerintah dan kalangan akademisi. Para finalis Puteri Indonesia 2026 juga menyatakan kesiapan mereka menjadi bagian dari upaya melindungi generasi muda Indonesia dari berbagai risiko di ruang digital.

Dirjen KPM Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya (tengah) bersama Ketua dan pengurus Yayasan Puteri Indonesia serta enam Putri Indonesia di kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ketika audiensi bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Kamis (4/6/2026), para Puteri Indonesia menilai PP Tunas sebagai langkah strategis yang tidak bertujuan membatasi anak-anak, melainkan memastikan mereka mendapatkan akses media sosial secara lebih aman dan sesuai tahap perkembangan.

Puteri Indonesia Pendidikan 2026 sekaligus Miss Charm Indonesia 2026, Gisela Belicia Alma Thesalonica, menilai regulasi tersebut lahir melalui proses yang matang karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, psikolog hingga praktisi.

Menurutnya, PP Tunas merupakan bentuk perlindungan bagi anak-anak agar dapat mengakses media sosial pada waktu yang tepat, bukan sekadar pembatasan penggunaan teknologi.  “Ini bukan soal larangan atau pembatasan semata, tetapi bagaimana kita melindungi anak-anak muda agar dapat mengakses media sosial pada waktunya. Regulasi ini juga telah disusun secara matang dengan melibatkan banyak pihak,” ujarnya.

Sebagai Puteri Indonesia Pendidikan, Gisela menyatakan siap mengambil peran aktif dalam menyosialisasikan PP Tunas, khususnya di lingkungan sekolah.

Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah, Yayasan Puteri Indonesia, dan generasi muda menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan tersebut.

Lebih jauh, Gisela berencana membawa isu perlindungan anak di ruang digital ke tingkat internasional melalui ajang Miss Charm yang akan berlangsung di Vietnam.

Menurutnya, Indonesia memiliki kesempatan menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak.  “Sebagai generasi muda Indonesia, saya bangga dengan adanya PP Tunas. Saya juga ingin menggaungkan isu ini di media sosial dan forum internasional agar semakin banyak pihak memahami pentingnya perlindungan anak di ruang digital,” katanya.

Senada dengan itu, Puteri Indonesia Pariwisata 2026 sekaligus Miss Cosmo Indonesia 2026, Karina Moudy Widodo, menilai PP Tunas merupakan gerakan penting untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi tantangan media sosial yang semakin kompleks.

Menurut Karina, salah satu persoalan terbesar yang dihadapi anak-anak saat ini adalah ketergantungan terhadap media sosial yang telah berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.  “Adiksi terhadap media sosial sudah menjadi tantangan besar. PP Tunas dapat menjadi langkah penting untuk menekan angka ketergantungan tersebut sekaligus membantu anak-anak membangun pola penggunaan media sosial yang lebih sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, platform digital yang dimiliki para Puteri Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang penggunaan media sosial yang bijak dan bertanggung jawab.

Karina Moudy Widodo juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu negara yang mengambil langkah progresif dalam perlindungan anak di ruang digital.

Karena itu, isu PP Tunas dinilai layak diperkenalkan di berbagai forum internasional sebagai praktik baik yang dapat menginspirasi negara lain.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua

Sementara itu, Puteri Indonesia Intelegensia II sekaligus Influencer 2026, Athalla Hartiana Putri Hardian, menyoroti pentingnya pengawasan orangtua terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak, terutama yang berusia di bawah 16 tahun.

Menurutnya, pada usia tersebut perkembangan fisik dan psikologis anak masih membutuhkan pendampingan yang kuat sehingga akses terhadap ruang digital perlu dikelola secara hati-hati.  “Ini merupakan upaya yang baik untuk menjaga anak-anak muda agar lebih bijak dan terlindungi saat menggunakan gawai. PP Tunas juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan penggunaan gadget oleh anak-anak mereka,” katanya.

Sebagai figur publik dan kreator konten, Athalla mengaku siap mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital serta dampak penggunaan teknologi yang tidak terawasi terhadap tumbuh kembang anak.

Dukungan para Puteri Indonesia tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, PP Tunas diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia di era digital.

 

Berkolaborasi dengan Inspira Risbo, Pemkab Bojonegoro Gelar Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan

Iki Radio - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo). Kegiatan digelar di Ruang Angling Dharma Lt. 2 Pemkab Bojonegoro, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho, serta beberapa kepala OPD lain seperti Kepala Dinas Budpar, dan BRIDA.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya semangat belajar dan kolaborasi untuk memajukan pendidikan di Bojonegoro. Menurutnya, pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam membangun dunia pendidikan yang semakin baik dan mendekati sempurna, terutama dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh warga negara.

“Kita harus terus belajar dan berbenah agar pendidikan Bojonegoro menjadi lebih baik lagi. Setidaknya kita harus mampu memberikan hak warga negara untuk mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa penanganan ATS tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Mengatasi ATS tidak bisa sendirian. Kebijakan Pemda harus menjadi amanah dan mampu menumbuhkan keterlibatan elemen lainnya. Saya juga akan sering turun ke lapangan, terutama di wilayah-wilayah tertentu, karena masih ada anak-anak yang belum sekolah bahkan tidak mau keluar rumah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Setyo Wahono.

Selain itu, ia berharap kegiatan crowdsourcing ide pendidikan ini mampu melahirkan solusi konkret dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus mendorong lahirnya kompetisi dan inovasi pendidikan di Bojonegoro.

“Harapannya, forum ini bisa memberikan solusi nyata terhadap perencanaan dan penganggaran Pemda, sekaligus melahirkan kompetisi dan inovasi demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Mukhtadho menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan, inovasi, dan ide yang diberikan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi urusan jenjang tertentu saja.

“Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro ini adalah PR bersama. Pendidikan tidak hanya milik SMA, SMP, SD maupun TK, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak. Terima kasih atas masukan dan inovasi yang diberikan demi kemajuan pendidikan Bojonegoro,” ujarnya.

Anwar juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius di Bojonegoro. Berdasarkan data terakhir, terdapat ribuan ATS yang membutuhkan perhatian bersama. “Kalau sesuai hasil terakhir kami, masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini perlu kerja sama semua pihak agar ke depan ATS di Bojonegoro segera dapat dituntaskan,” tambahnya.

Tingkatkan IPM dan Optimalkan Potensi Daerah, Pemkab Madiun Jalin Sinergi Strategis dengan STAINU Madiun

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun.

Kerja sama yang dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini difokuskan pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi guna mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mengoptimalkan berbagai potensi daerah di Kabupaten Madiun.

Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi yang secara historis berizin di wilayah Kabupaten, STAINU tidak dapat berdiri sendiri.

Sinergi dan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Madiun merupakan sebuah keniscayaan untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi masyarakat Madiun yang mayoritas warga Nahdliyin.

"Hari ini menjadi pondasi dasar kita dengan pemerintah daerah untuk bekerja sama dan membangun sinergi. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan program nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pengabdian masyarakat, penelitian, pengajaran, hingga program PPL dan KKN," ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Anwar Sholeh juga memohon dukungan moral serta kebijakan dari pemerintah daerah agar STAINU dapat terus eksis dan memberikan warna positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Madiun.

Gayung bersambut, Pemerintah Kabupaten Madiun menyambut baik dan menaruh harapan besar terhadap kolaborasi ini.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di wilayah kabupaten sudah lama dinantikan demi mendukung peningkatan kualitas SDM setempat.

Saat ini, capaian IPM Kabupaten Madiun masih berada di posisi menengah (middle) Jawa Timur, yaitu di angka 75. Pemkab menargetkan angka tersebut dapat terkerek naik hingga minimal mencapai angka 81.

"Salah satu supporting utama untuk mendongkrak penilaian IPM adalah lewat kerja sama dengan perguruan tinggi. Kami sangat berharap, insyaallah tahun depan STAINU sudah bisa mulai membangun kampusnya di wilayah Kabupaten Madiun, memanfaatkan lahan yang sudah ada di dekat Puskesmas Desa Buduran. Lewat gotong royong, saya yakin STAINU di Kabupaten Madiun akan berkembang pesat," ungkap Bupati.

Selain persoalan IPM, Bupati juga menyoroti angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Madiun yang saat ini masih berada di angka 8,9 tahun (setingkat di bawah SMP). Padahal, target pendidikan dasar wajib telah menyentuh 13 tahun.

Pemkab Madiun terus berupaya mengikis ketertinggalan tersebut, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat serta edukasi pentingnya pendidikan tinggi yang nantinya digerakkan melalui program KKN mahasiswa STAINU.

Di sektor pembangunan dan ekonomi daerah, Pemkab Madiun telah melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pokok untuk langsung merumuskan kerja sama riset dengan STAINU.

Keterlibatan akademisi dinilai sangat krusial dalam memikirkan pengelolaan potensi wilayah yang luar biasa, seperti pengembangan komoditas kakao, alpukat, hingga cengkeh yang tersebar di lereng Gunung Wilis.

Bupati Madiun menegaskan komitmen penuh jajarannya agar nota kesepahaman ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan harus diimplementasikan secara istikamah dalam aksi nyata di lapangan.(ir)

 

 

 

 

Progres Capai 60 Persen, Bupati Madiun Targetkan Proyek SR Rampung 20 Juni

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mengejar penyelesaian proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) sebagai fasilitas pendidikan terbaru yang ditargetkan selesai pada pertengahan tahun ini.

Saat ini, progres fisik pembangunan telah menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai rencana.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut, proyek pembangunan SR kini telah menyentuh angka 60 persen.

Pihaknya optimistis fasilitas tersebut bisa mulai dioperasikan dalam waktu dekat.

"Progres alhamdulillah sudah bagus, 60 persen. Nanti tanggal 20 Juni insyaallah selesai," ujar Bupati Madiun usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Jiwan Madiun, Rabu (20/5/2026).

Terkait kesiapan operasional, khususnya penjaringan peserta didik, Pemerintah Kabupaten Madiun telah menetapkan target kuota awal sebanyak 360 siswa. Target ini nantinya akan terus dikembangkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas maksimal.

Saat ini telah menjaring 144 siswa, dari kuota awal 360 siswa. Kapasitas total akan dikembangkan berangsur-angsur hingga menampung 1.200 siswa.

Untuk kuota awal sebanyak 360 siswa tersebut, Pemkab Madiun membaginya secara merata tiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP dan SMA yang masing masing 120 siswa.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh siswa yang masuk tidak perlu mengkhawatirkan masalah pemenuhan kebutuhan penunjang belajar.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk pemenuhan seragam sekolah dan fasilitas pendukung lainnya.

"Oh semuanya, jangan khawatir. Lengkap. Pokoknya didukung," tegas Bupati.

Tak hanya fokus pada fasilitas fisik bangunan dan administrasi siswa, Pemkab Madiun juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan di sekitar lokasi.

Sebagai langkah penghijauan, Pemkab telah mengirimkan sejumlah bibit tanaman buah untuk ditanam di kawasan tersebut.

Beberapa jenis tanaman ikonik yang disiapkan antara lain bibit pohon alpukat, mangga, serta beberapa tanaman hias khas yang biasa mempercantik halaman depan kantor Pemkab Madiun.(ir)

 

close
Pasang Iklan Disini