Iki Terbaru/Paling Greeess

Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Dari Guru SMPN 1 Mejayan Kini Pimpin Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun

Iki Radio — Perjalanan karier seorang abdi negara sering kali menjadi inspirasi nyata bagi dunia pendidikan. Salah satunya adalah Rohmah Agustin Setyowuni, yang kini dipercaya mengemban amanah besar sebagai Kepala Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Madiun.

Sebelum menduduki posisi di lembaga pendidikan bentukan pemerintah pusat tersebut, ia tercatat sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Mejayan.

Karier panjangnya di dunia pemerintahan Kabupaten Madiun dimulai dari sebuah perjuangan ketat belasan tahun silam.

Nama Rohmah Agustin Setyowuni pertama kali tercatat dalam seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Madiun pada formasi tahun 2010.

Pada rekrutmen CPNS tahun 2010 lalu, Pemkab Madiun membuka formasi yang terbilang spesifik dan sangat dibutuhkan untuk masa depan ekologi daerah, yaitu Guru Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH).


Rohmah Agustin Setyowuni berhasil melewati serangkaian ujian tulis dan menyisihkan kompetitor lainnya hingga dinyatakan lulus resmi dalam pengumuman hasil tes CPNS tahun tersebut.

Berbekal latar belakang keilmuan yang kuat mengenai kelestarian alam dan metode pengajaran, ia kemudian ditempatkan untuk mengajar di SMP Negeri 1 Mejayan.

Selama bertahun-tahun di sana, ia dikenal aktif menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa, sebuah kompetensi yang kini sangat relevan dengan visi pembangunan berkelanjutan.

Pada tahun 2024, Rohmah Agustin Setyowuni pernah meraih peringkat 1 lomba guru dengan pengembangan media portofolio digital terbaik jenjang SMP tingkat Jatim.

Dedikasi dan rekam jejaknya di dunia pendidikan Kabupaten Madiun membawanya pada tanggung jawab yang lebih luas.

Rohmah Agustin Setyowuni kini resmi ditunjuk untuk memimpin Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun yang berlokasi di Kelurahan Nglames Kecamatan Madiun.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat ini merupakan Program Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di atas lahan seluas 5,8 hektare dengan fasilitas lengkap seperti asrama dan gedung serbaguna. Sekolah ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi secara berasrama.

Di bawah kepemimpinannya, Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan lingkungan yang tinggi.(ir)

 

Persiapan Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun Capai 96 Persen, MPLS Siap Digelar 14 Juli

Iki Radio – Pemerintah terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun.

Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur fisik dan pemenuhan kuota calon siswa (casis) terus dikejar agar program unggulan ini dapat berjalan lancar sesuai target.

Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Bencana dan Kedaruratan Kementerian Sosial RI, Rachmat Koesnadi, mengungkapkan bahwa progres sarana dan prasarana (sarpras) kini telah menyentuh angka 96 persen.

"Terus berproses ya. Terkait sarana prasarana sudah 96 persen. Ruang asrama, ruang kelas, kantin, aula, maupun ruang ibadah pada prinsipnya sudah hampir siap," ujar Rachmat di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Kamis (9/7/2026).

Pihak pelaksana pembangunan, ditargetkan merampungkan sejumlah fasilitas secara bertahap mulai tanggal 10 hingga 15 Juli. Pengecekan menyeluruh akan terus dilakukan demi memastikan kenyamanan para siswa.

Dari target keseluruhan 360 siswa yang dicanangkan pusat, disepakati penyesuaian target awal untuk SR Kabupaten Madiun sebanyak 270 anak, yang dibagi rata untuk tingkat SD (90 anak), SMP (90 anak), dan SMA (90 anak).

Rachmat Koesnadi menambahkan, kendala rekrutmen sejauh ini lebih kepada masalah koordinasi dan penyamaan persepsi mengenai kriteria informasi di lapangan.

Namun ia menegaskan, sesuai arahan Menteri, anak-anak usia sekolah yang masuk desil 1 dan desil 2 berhak masuk ke Sekolah Rakyat.

Sebelum pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan calon siswa guna mempermudah mobilisasi. Setelah pemeriksaan kesehatan, siswa direncanakan langsung masuk asrama.

Untuk keperluan MPLS pada 14 Juli 2026, kelengkapan seperti baju olahraga, celana, dan sepatu sedang dipersiapkan. Menariknya, pemenuhan kebutuhan logistik seperti seragam, alat kebersihan, hingga konsumsi siswa mengutamakan perputaran ekonomi daerah.

"Sebagian besar belanjanya di lokal sini (Madiun)," kata Rachmat.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Tarnu Ashidiq, menjelaskan bahwa hingga hari pelaksanaan pleno, data pemenuhan kuota siswa masih terus bergerak dinamis. Untuk tingkat SD terpenuhi 12 siswa (kurang 78 anak), SMP sudah terpenuhi 100 persen (90 siswa), dan SMA sudah terpenuhi 80 siswa (kurang 10 anak).

“Sebagai program prioritas dan unggulan dari Presiden, pelaksanaan Sekolah Rakyat ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Madiun. Implementasi program ini menuntut sinergi ketat lintas sektor agar visi Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) dapat terwujud,” ungkap Tarnu.

Untuk mempercepat sisa kuota siswa, Dinas Sosial bersama Dinas Pendidikan sepakat menerapkan langkah koordinasi satu pintu.

Pendamping PKH akan bergerak berkoordinasi langsung dengan para Kepala Sekolah. Selanjutnya, segala rekomendasi yang dibutuhkan dari Dinas Pendidikan akan dikelola melalui satu pintu lewat Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH untuk mempermudah layanan.(ir)

Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun Tampung Puluhan Siswa SR Ponorogo

Iki Radio - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun bersiap menampung puluhan siswa dari Sekolah Rakyat Ponorogo.

ilustrasi Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun

Kebijakan penitipan siswa antar-daerah ini dilakukan menyusul perkembangan positif pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, mengungkapkan bahwa progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun saat ini sudah hampir rampung 100 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah tetangga (Ponorogo). Meski kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat Ponorogo sudah berjalan, hingga kini mereka belum memiliki fasilitas gedung sendiri.

"Ada tiga rombongan belajar (rombel) dari Ponorogo yang akan dipindahkan sementara ke Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun," ujar Supriyadi, Kamis (9/7/2026).

Ketiga rombel itu masing masing satu rombel untuk setiap tingkat pendidikan, mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dimana setiap rombel terdiri dari 30 siswa.

“Jadi total ada 90 siswa Ponorogo yang nanti akan dititipkan di Madiun,” tambahnya.

Sementara itu, untuk Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 177 siswa baru yang terdaftar untuk tahun ajaran 2026/2027. Dengan rincian 8 siswa SD, 90 siswa SMP dan 79 siswa SMA.

Jika tidak ada perubahan jadwal, seluruh siswa baru—baik dari Kabupaten Madiun maupun siswa titipan dari Ponorogo—akan mulai memasuki lingkungan sekolah pada pekan depan.

Rencananya, pada 14 Juli 2026, sekolah akan resmi dibuka sekaligus menandai dimulainya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Agenda perdananya tidak hanya melibatkan para siswa, melainkan juga mengundang orang tua murid agar mereka dapat saling mengenal dan beradaptasi dengan ekosistem belajar yang baru di Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun.(ir)

Lisdyarita Lepas 2.290 Mahasiswa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Iki Radio - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita melepas 2.290 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)  tahun 2026 di lapangan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Rabu (8/7/2026).

Bunda Lis, sapaan Lisdyarita mengatakan, ribuan mahasiswa yang menjalani KPM itu mengusung amanah besar. Selain membawa nama baik pribadi dan kampus, mereka berkewajiban menularkan ilmu ke masyarakat. 

“Jaga sikap dan sopan santun karena kalian sedang menjalani kuliah di tengah masyarakat langsung, aplikasikan ilmu yang sudah didapat selama kuliah,” katanya

Bunda Lis juga berpesan agar para mahasiswa menjadikan berbagai kalangan masyarakat sebagai dosen kehidupan. Sebab, tujuan KPM sejatinya untuk membentuk kepedulian sosial, rasa empati, dan kedewasaan profesional.  

Evi Muafiah, rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, menegaskan bahwa pengabdian merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Dia meminta mahasiswa menjalani KPM dengan niat membantu dan memudahkan kehidupan orang lain.

Evi menitipkan tiga hal sederhana selama mahasiswanya menjalani KPM. Yakni, salat berjamaah, senyum yang ramah, dan mengelola sampah, dan itu adalah sebagai bentuk syukur, kasih sayang kepada sesama, dan kepedulian terhadap bumi. 

“Kita dilahirkan di dunia ini untuk mengabdi dan memudahkan hidup orang lain,” terang Evi.

Unun Roudlotul Janah, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo,  bahwa 2.290 mahasiswa yang mengikuti KPM itu terbagi 150 kelompok dan tujuh klaster pengabdian. 

Sebagian dari mereka akan mengikuti KPM Nusantara di Banten, Jawa Barat, bergabung dengan mahasiswa sejumlah PTIN lainnya.

 “Tema KPM UIN Ponorogo 2026 adalah “Sustainable Development Community” berbasis ekoteologi dalam menguatkan multisektor di bidang hukum, pendidikan, ekonomi, dan sosial keagamaan. Harapannya KPM tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Unun. 

Wakil Ketua DPRD Jatim Apresiasi dan Dukung Putusan Pendidikan Gratis

Iki Radio - Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengapresiasi, putusan yang mewajibkan negara menjamin pendidikan dasar gratis bagi siswa jenjang SD dan SMP, baik di sekolah negeri, swasta, maupun madrasah.

Menurut Sri Wahyuni, putusan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi. 

Melalui Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024, MK menyatakan ketentuan yang selama ini hanya membebaskan biaya pendidikan di sekolah negeri bersifat diskriminatif. 

Putusan itu sekaligus menegaskan kewajiban negara untuk menjamin akses pendidikan dasar yang adil dan merata bagi seluruh warga negara.

Wanita yang akrab disapa Yuni ini menilai putusan tersebut sejalan dengan amanat konstitusi yang menempatkan pendidikan sebagai hak dasar setiap anak Indonesia. 

"Putusan ini merupakan langkah yang patut diapresiasi karena menegaskan bahwa pendidikan dasar adalah hak setiap anak Indonesia tanpa diskriminasi, baik yang bersekolah di SD maupun SMP negeri, swasta, maupun madrasah," ujarnya dikonfirmasi. Rabu (8/7/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar implementasi kebijakan tersebut dipersiapkan secara matang. 

Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus segera menyusun skema pembiayaan yang jelas agar sekolah swasta dan madrasah tidak mengalami kesulitan operasional akibat kebijakan pendidikan gratis. 

"Jangan sampai kebijakan yang baik ini justru berdampak pada menurunnya kualitas layanan pendidikan," tegas politisi tersebut.

Politisi Asal fraksk Partai Demokrat ini, juga mendorong adanya koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta penyelenggara pendidikan swasta untuk merumuskan mekanisme pendanaan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Ia optimistis, dengan perencanaan yang matang dan dukungan anggaran yang memadai, putusan MK tersebut dapat menjadi momentum memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan mutu pendidikan.

Menjelang Launching, Dinas Sosial Kabupaten Madiun Siapkan Sekolah Rakyat untuk 177 Siswa

Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Sosial terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat yang dijadwalkan bakal diresmikan (launching) pada 14 Juli 2026 mendatang. 

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 177 siswa dari total target 270 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027 yang siap menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

Dengan rincian 3 rombongan belajar (rombel) dari setiap tingkat pendidikan, SD, SMP, SMA.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, merinci bahwa dari 177 siswa yang terdaftar, mereka terbagi ke dalam tiga jenjang pendidikan.

Masing masing 8 siswa untuk jenjang sekolah dasar (SD), 90 siswa SMP, dan 77 siswa SMA.

Supriyadi menjelaskan, untuk mengisi kebutuhan tenaga pendidik di tahap awal, pihaknya akan mengoptimalkan peran guru tamu. 

Langkah ini diambil guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sembari menunggu proses perekrutan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) selesai.

"Untuk tahap awal, kita maksimalkan guru tamu terlebih dahulu sambil menunggu proses perekrutan dari Kemensos rampung," ujar Supriyadi, Selasa (7/7/2026).

Demi mematangkan konsep dan melihat langsung kebutuhan riil mengenai guru tamu, Dinas Sosial juga telah menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk melakukan studi tiru ke Sekolah Rakyat Jombang. 

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menyempurnakan sistem manajemen pendidik yang akan diterapkan di Madiun.

Terkait fasilitas fisik, Supriyadi menyampaikan kabar baik bahwa pembangunan fisik gedung sekolah saat ini sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Menjelang hari peluncuran, Dinas Sosial juga berencana mengundang seluruh siswa beserta orang tua mereka.

"Seluruh siswa dan orang tua akan kita ajak untuk melihat langsung kondisi sekolah. Kita ingin mereka melihat fasilitas yang ada agar ada rasa kepemilikan dan semangat baru dalam menyambut tahun ajaran ini," pungkasnya.(ir)

Apresiasi Semangat Belajar di Usia Senja, Mendukbangga Ajak Lansia Aktif dan Produktif

Iki Radio - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji mengapresiasi semangat belajar lansia di usia senja, dan mengajak para lansia untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan menjalani masa tua dengan penuh rasa syukur.


Pesan itu disampaikannya saat menghadiri wisuda Sekolah Lansia dalam rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di kantor BKKBN Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Di hadapan ratusan peserta, Wihaji menilai para lansia merupakan sosok yang memiliki pengalaman hidup panjang dan dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, mencapai usia lanjut dalam kondisi sehat merupakan anugerah yang patut disyukuri.

“Sampai usia 75 tahun dalam keadaan sehat adalah nikmat yang luar biasa. Semua persoalan kehidupan sudah pernah dilalui, mulai dari suka, duka, pertengkaran, perdamaian, hingga berbagai ujian hidup. Karena itu, yang paling penting adalah terus bersyukur,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga berdialog langsung dengan para peserta. Ia menanyakan kondisi kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga hubungan mereka dengan keluarga.

Ia juga mengapresiasi para lansia yang tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, banyak peserta yang masih memanfaatkan telepon pintar dan media sosial untuk memperoleh informasi maupun berkomunikasi dengan keluarga.

“Masyaallah, luar biasa. Banyak yang masih aktif menggunakan handphone, melihat informasi di media sosial, bahkan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran. Ini menunjukkan semangat belajar tidak mengenal usia,” ujarnya.

Wihaji mengatakan Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Program tersebut tidak hanya memberikan pembelajaran mengenai kesehatan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial serta kesehatan mental para peserta.

Selain menjaga kesehatan, ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dalam keluarga. Wihaji mendorong para lansia untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada anak serta cucu mereka. “Yang penting kita doakan anak-anak kita sehat, sukses, dan selalu ingat kepada orang tua. Jangan pernah menyimpan prasangka buruk. Doa orang tua itu luar biasa,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Mendukbangga Wihaji menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung penyelenggaraan program lansia, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Ia berharap Sekolah Lansia dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di berbagai daerah sehingga para lansia memiliki ruang untuk belajar, berkarya, dan tetap produktif.

“Yang hadir di sini adalah orang-orang hebat. Kita syukuri semua nikmat yang diberikan Tuhan, terutama kesehatan dan kesempatan untuk tetap berkumpul, belajar, dan beraktivitas bersama,” tuturnya.

Wisuda Sekolah Lansia diikuti peserta dari berbagai wilayah yang selama ini aktif mengikuti pembelajaran mengenai kesehatan, keluarga, keagamaan, keterampilan, serta penguatan peran lansia dalam kehidupan bermasyarakat.

 

close
Pasang Iklan Disini