Iki Radio – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menunjukkan komitmennya dalam menyerap aspirasi warga melalui program unggulan Bahana Bersahaja 2026 (Bakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
Memasuki lokasi keempat, kegiatan ini dipusatkan di Desa Bodag, Kecamatan Kare, yang dikenal sebagai sentra kakao dan durian, pada Selasa hingga Rabu (12–13/5/2026).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Madiun.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, pembukaan Bahana Bersahaja di Desa Bodag kali ini diawali dengan jalan sehat mengelilingi wilayah desa, alih-alih pertandingan bola voli.
Langkah ini diambil untuk lebih mendekatkan jajaran pejabat dengan kondisi lingkungan dan antusiasme warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Madiun juga menyerahkan bantuan peralatan bola voli untuk mendukung pembinaan atlet lokal.
Memasuki hari kedua, Rabu (13/5/2026), Bupati memimpin apel kerja bakti sekaligus mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kabupaten Madiun 2026.
Aksi nyata ditunjukkan oleh Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran OPD yang turun langsung membantu rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pengaspalan jalan.
Salah satu fokus utama Bahana Bersahaja adalah membawa kantor pelayanan ke tengah masyarakat. Berbagai layanan tersedia secara gratis, mulai dari Pemeriksaan kesehatan dan donor darah, Administrasi kependudukan (Adminduk), Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikat halal.
Selain itu ada Layanan perpanjangan SKCK hingga pasar murah sembako.
Bahkan, Bupati Hari Wuryanto turut berpartisipasi langsung dalam aksi donor darah di sela-sela peninjauan layanan publik tersebut.
Desa Bodag yang menyandang status juara lomba desa tingkat kabupaten dinilai layak dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Bupati Madiun secara khusus menyoroti keberadaan Rumah Coklat Bodag sebagai simbol kreativitas lokal.
“Potensinya luar biasa. Desa Bodag ini insyaallah akan kita ajukan ke tingkat provinsi. Kami berharap hasil produksi cokelat tidak lagi dikirim keluar dalam bentuk mentah, tapi diolah di sini agar nilai tambahnya dirasakan langsung oleh warga,” ujar Hari Wuryanto.
Bupati juga menegaskan pentingnya konektivitas antarwilayah. Rencana pembangunan jalan tembus Bodag–Ngladang diharapkan menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian yang lebih efisien.
“Konektivitas ini kunci. Jika jalur distribusi pupuk dan hasil produksi lancar, ekonomi masyarakat akan bergerak lebih cepat. Syaratnya satu: masyarakat harus tetap semangat, guyub rukun, dan terbuka terhadap kolaborasi,” pungkasnya.














